Rabu, 04 Februari 2026

Menkeu Yakin Rupiah Menguat ke Level 15 Ribu

Menkeu Yakin Rupiah Menguat ke Level 15 Ribu
Menkeu Yakin Rupiah Menguat ke Level 15 Ribu

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan. 

Fluktuasi mata uang kerap memicu kekhawatiran publik, terutama ketika dolar Amerika Serikat menguat. Namun, di balik pergerakan tersebut, pemerintah melihat peluang yang justru membuka ruang optimisme. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi saat ini masih terkendali dan bahkan memberi sinyal bahwa rupiah berpeluang menguat signifikan jika strategi ekonomi dijalankan secara konsisten dan terukur.

Baca Juga

Harga Emas Antam Stabil, Investor Tetap Optimis Lakukan Transaksi Hari Ini

Optimisme ini bukan tanpa dasar. Pemerintah menilai fondasi ekonomi nasional cukup kuat untuk menopang penguatan nilai tukar. Dengan koordinasi antarlembaga dan fokus pada perbaikan fundamental, rupiah diyakini bisa bergerak ke arah yang lebih stabil dan kompetitif, bahkan mendekati level psikologis yang selama ini dinantikan pelaku pasar.

Optimisme Pemerintah Terhadap Arah Rupiah

Dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa Bank Indonesia memiliki ruang untuk mendorong rupiah ke level yang lebih kuat. Ia menyebut angka Rp15 ribu per USD bukan target yang sulit dicapai jika melihat potensi kebijakan yang tersedia.

"Menurut saya, kalau rupiah bergerak ke sekitar Rp15 ribu per USD, itu tidak terlalu sulit. Saya tidak bisa berbicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai," kata Purbaya.

Pernyataan ini menegaskan pandangan pemerintah bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan ekonomi domestik. Dengan langkah kebijakan yang tepat, ruang penguatan tetap terbuka lebar.

Fundamental Ekonomi Jadi Kunci Penguatan

Menurut Purbaya, penguatan rupiah sangat bergantung pada percepatan perbaikan fundamental ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dinilai menjadi kunci utama untuk menciptakan kepercayaan pasar. Ketika ekonomi tumbuh solid, kesejahteraan masyarakat meningkat dan iklim investasi menjadi lebih menarik.

Ia menjelaskan bahwa investor asing pada dasarnya mencari peluang untuk ikut menikmati pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ketika Indonesia mampu mencatat pertumbuhan yang konsisten dan berkualitas, aliran modal asing akan datang secara alami.

Masuknya investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI) akan memberikan dampak positif terhadap nilai tukar. Arus modal tersebut meningkatkan pasokan devisa, yang pada akhirnya mendorong rupiah bergerak menguat.

"Ketika orang melihat saya bekerja serius memperbaiki kondisi ekonomi, dan ketika mereka mulai melihat ekonomi benar-benar membaik, modal akan masuk dan rupiah akan menguat hampir secara otomatis," ujar Purbaya.

Pandangan ini menekankan bahwa stabilitas nilai tukar bukan sekadar hasil intervensi jangka pendek, melainkan buah dari kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Koordinasi Otoritas Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Pemerintah juga menegaskan bahwa kondisi rupiah saat ini jauh dari potensi krisis seperti yang pernah terjadi pada akhir 1990-an. Menurut Purbaya, situasi sekarang lebih terkendali karena adanya koordinasi yang kuat antarotoritas.

Selain Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, terdapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang berperan menjaga stabilitas ekonomi secara menyeluruh. KSSK terdiri dari Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sebagai Menteri Keuangan, Purbaya secara otomatis menjabat sebagai Ketua KSSK. Ia menegaskan bahwa forum ini akan terus aktif menggelar rapat koordinasi untuk memitigasi berbagai risiko, termasuk dampak penguatan dolar AS terhadap rupiah.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, tercatat menguat 44 poin atau 0,26 persen menjadi Rp16.754 per USD dari sebelumnya Rp16.798 per USD. Angka ini menunjukkan bahwa pergerakan rupiah masih berada dalam rentang yang dapat dikelola.

Purbaya juga menyatakan keyakinannya bahwa kondisi nilai tukar saat ini belum berada pada level yang berpotensi menimbulkan kekacauan ekonomi. Dengan respons kebijakan yang terkoordinasi, tekanan eksternal dinilai bisa diredam.

Target Ideal Rupiah dan Keyakinan Bank Sentral

Lebih lanjut, pemerintah memiliki pandangan mengenai level nilai tukar yang dianggap ideal. Menurut Purbaya, menjaga rupiah tetap di bawah Rp17 ribu per USD menjadi prioritas dalam jangka pendek. Angka tersebut dinilai sejalan dengan asumsi yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kami dan bank sentral juga berupaya mendorong rupiah tetap di bawah Rp17 ribu. Level yang menurut saya ideal sejalan dengan asumsi APBN yaitu sekitar Rp16.500 per dolar AS," jelas Menkeu.

Ia menambahkan bahwa Bank Indonesia memiliki kapasitas dan instrumen yang memadai untuk menjaga stabilitas tersebut. Keyakinan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap peran bank sentral dalam mengelola kebijakan moneter, termasuk stabilisasi nilai tukar.

Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang disiplin, reformasi struktural, serta koordinasi erat antarotoritas, pemerintah optimistis rupiah memiliki ruang untuk menguat secara bertahap. Meski tantangan global masih ada, fondasi ekonomi nasional dinilai cukup kuat untuk menghadapi tekanan dan bergerak menuju nilai tukar yang lebih stabil.

Optimisme ini sekaligus menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa pemerintah dan otoritas moneter berada pada satu jalur yang sama dalam menjaga kepercayaan dan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

KAI Lakukan Pemeriksaan Ketat Keandalan Stasiun LRT Jabodebek Jelang Lebaran 2026

KAI Lakukan Pemeriksaan Ketat Keandalan Stasiun LRT Jabodebek Jelang Lebaran 2026

Pemerintah Kucurkan Investasi Rp4,77 Triliun Untuk Danantara Guna Memperkuat KAI INKA Pelni

Pemerintah Kucurkan Investasi Rp4,77 Triliun Untuk Danantara Guna Memperkuat KAI INKA Pelni

Lembaga Danantara Bentuk Perminas Demi Kelola Komoditas Logam Tanah Jarang Indonesia

Lembaga Danantara Bentuk Perminas Demi Kelola Komoditas Logam Tanah Jarang Indonesia

Gebrakan Danantara Melalui Proyek DME Batu Bara Siap Groundbreaking 6 Februari 2026

Gebrakan Danantara Melalui Proyek DME Batu Bara Siap Groundbreaking 6 Februari 2026

Lima Fakta Luar Biasa Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia Melaju Semifinal AFC 2026

Lima Fakta Luar Biasa Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia Melaju Semifinal AFC 2026