Bursa Asia Bergerak Agresif Dipimpin Lonjakan Nikkei dan Sentimen Global
- Senin, 09 Februari 2026
JAKARTA - Sentimen positif langsung menyelimuti pasar saham Asia pada awal pekan.
Investor merespons hasil politik Jepang dengan optimisme tinggi. Bursa Asia Ngegas, Nikkei 225 Lompat 5,6% Usai Pemilu Bersejarah menjadi gambaran utama pergerakan pasar.
Lonjakan pasar dipimpin oleh Jepang yang mencetak rekor baru. Kemenangan politik yang jelas memberi kepastian arah kebijakan ekonomi. Hal ini memicu arus beli besar di pasar ekuitas kawasan.
Baca JugaOtoritas Jasa Keuangan Masukkan Enam Perusahaan Asuransi Serta Tujuh Dana Pensiun Dalam Pengawasan
Kondisi tersebut juga menular ke bursa Asia lainnya. Investor global memanfaatkan momentum stabilitas politik. Pasar merespons dengan penguatan serempak.
Lonjakan Nikkei dan Rekor Baru Pasar Jepang
Pasar saham Jepang melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan terjadi setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengamankan kemenangan pemilu yang bersejarah. Hasil tersebut memberi sinyal kuat keberlanjutan kebijakan ekonomi.
Partai Demokrat Liberal yang berkuasa meraih supermajority. Kemenangan mutlak dua pertiga kursi DPR dari total 465 kursi memperkuat posisi pemerintah. Dominasi ini memberi ruang besar bagi pengambilan kebijakan strategis.
Indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 5,6 persen. Level indeks menembus angka 57.000 untuk pertama kalinya. Indeks Topix juga naik lebih dari 3 persen dan mencetak rekor tertinggi.
Respons Investor dan Kebijakan Ekonomi
Kemenangan telak ini dinilai sebagai hasil terbaik bagi pasar. Kebijakan investasi strategis diperkirakan akan diperkuat. Reformasi pajak juga menjadi faktor pendorong pasar ekuitas.
“Kemenangan telak bagi Takaichi akan menjadi hasil terbaik bagi pasar dalam jangka menengah, karena investasi strategis dan reformasi pajak akan memperkuat pasar ekuitas,” kata Sree Kochugovindan. Pandangan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar global. Investor menilai stabilitas politik sebagai katalis utama.
Pemerintahan baru dinilai memiliki momentum kuat. Pergeseran menuju kebijakan fiskal proaktif semakin terbuka. Mandat publik yang jelas menjadi dasar keberanian kebijakan.
Dampak pada Mata Uang dan Obligasi
Penguatan pasar saham turut memengaruhi pasar keuangan lainnya. Yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Nilai tukar yen berada di level 156,88 per dolar AS.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang juga mengalami kenaikan. Obligasi tenor 10 tahun naik hampir 4 basis poin menjadi 2,274 persen. Sementara obligasi tenor 20 tahun bertambah sekitar 3 basis poin menjadi 3,158 persen.
Pergerakan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan fiskal. Investor memperkirakan peningkatan belanja pemerintah. Aktivitas ekonomi diprediksi akan terdorong lebih kuat.
Dinamika Politik dan Dukungan Global
Pemilu ini menjadi penanda stabilitas politik Jepang. Sebelumnya terjadi gejolak politik yang cukup signifikan. Partai berkuasa sempat kehilangan mayoritas di Majelis Tinggi.
Kekalahan di Majelis Rendah pada 2024 memicu perubahan kepemimpinan. Perdana Menteri sebelumnya mengundurkan diri pada bulan September. Situasi tersebut sempat menekan kepercayaan pasar.
Presiden Amerika Serikat turut memberikan ucapan selamat. “Dia adalah Pemimpin yang sangat dihormati dan sangat populer,” tulisnya. “Keputusan Sanae yang berani dan bijaksana untuk menyerukan Pemilu membuahkan hasil yang besar.”
Ia juga menambahkan dukungan terhadap Jepang. “Rakyat Jepang yang luar biasa, yang memilih dengan antusiasme yang begitu besar, akan selalu mendapatkan dukungan kuat saya.” Pernyataan ini memperkuat sentimen positif global.
Penguatan Bursa Asia Lainnya
Kenaikan pasar tidak hanya terjadi di Jepang. Bursa Asia lainnya juga diperdagangkan menguat. Sentimen regional ikut terdorong oleh stabilitas Jepang.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 4,15 persen. Sementara Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil naik 2,97 persen. Investor merespons penguatan regional secara agresif.
Pasar Australia turut mencatat kenaikan. Indeks S&P/ASX 200 naik 1,65 persen pada perdagangan awal. Arah pasar menunjukkan optimisme lanjutan.
Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong juga menguat. Level berada di 27.053 dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.559,95. Pasar memperkirakan pembukaan yang lebih tinggi.
Sentimen Global dari Wall Street
Penguatan Asia sejalan dengan reli pasar Amerika Serikat. Saham teknologi pulih setelah tekanan jual sebelumnya. Bitcoin juga bangkit dari penurunan tajam. Dow Jones Industrial Average mencatat lonjakan signifikan. Dow Jones naik 1.206,95 poin atau 2,47 persen. Indeks ditutup di level 50.115,67.
Kenaikan ini menandai tonggak penting. Untuk pertama kalinya Dow Jones melampaui level 50.000. Sentimen pasar global pun semakin solid. Indeks S&P 500 melonjak 1,97 persen. Penutupan berada di level 6.932,30. Nasdaq Composite naik 2,18 persen ke level 23.031,21.
Dengan pergerakan tersebut, S&P 500 kembali ke zona hijau. Kinerja tahun 2026 kembali positif. Optimisme investor mulai pulih. Meski begitu, kinerja mingguan masih bervariasi. S&P 500 mencatat penurunan tipis 0,1 persen. Nasdaq turun 1,8 persen sepanjang minggu.
Dow Jones justru naik 2,5 persen secara mingguan. Kenaikan didorong rotasi ke saham siklik ekonomi. Hal ini terjadi meski pasar terbebani tekanan teknologi.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Dikaji, Ini Beragam Manfaat yang Bisa Dinikmati
- Senin, 09 Februari 2026
Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji dengan Program Inovatif Kampung Haji
- Senin, 09 Februari 2026
Panduan Cek Daftar Penerima Bansos PKH Cair Februari 2026 dengan Mudah
- Senin, 09 Februari 2026
Harga Sembako di Jawa Timur Terbaru, Cabai Rawit dan Sayuran Mulai Murah
- Senin, 09 Februari 2026
Hasil Survei Politik 2026: TNI Jadi Lembaga Favorit dan Paling Dipercaya Masyarakat
- Senin, 09 Februari 2026
Berita Lainnya
Daftar Tabel Angsuran KUR BRI Februari 2026 Terbaru Beserta Syarat Dan Prosedur Pengajuan
- Senin, 09 Februari 2026
Penerapan Konsep ESG Menjadi Mesin Bisnis BRI Guna Memperkuat Ekonomi Rakyat Dan Alam
- Senin, 09 Februari 2026
Strategi Bank Central Asia Menawarkan Produk KPR Fix Berjenjang Bagi Kalangan Generasi Z
- Senin, 09 Februari 2026
Laba Bersih BCA Digital Melonjak Drastis Hingga 98 Persen Sepanjang Tahun Lalu
- Senin, 09 Februari 2026
OJK Dorong Perluasan Aktivitas Perbankan Di Pasar Modal Melalui Implementasi Revisi UU P2SK
- Senin, 09 Februari 2026













