Menkum: Ramadhan Sebagai Momentum Memperkuat Integritas dan Kebersamaan
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Bulan Ramadhan selalu menjadi waktu yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Di tengah berbagai rutinitas dan tantangan kehidupan, bulan yang penuh berkah ini sering kali dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi spiritual, memperbaiki diri, dan memperkuat niat dalam menjalankan tugas dan amanah.
Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menyatakan bahwa Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat integritas pribadi serta memperdalam pengabdian kepada tugas, baik sebagai individu maupun sebagai aparatur negara.
Baca JugaTabel Angsuran KUR BRI 2026 Terbaru Simak Besaran Cicilan Serta Syarat Dan Prosedur Pengajuannya
Dalam acara Munggahan dan Silaturahmi Pegawai Kemenkumham yang diselenggarakan menyambut bulan Ramadhan Tahun 1447 Hijriah, Supratman mengingatkan para pegawainya bahwa jabatan yang diemban hanyalah sementara.
Apa yang lebih abadi adalah bagaimana seseorang meninggalkan jejak kebaikan melalui cara mereka memperlakukan orang lain, termasuk bawahan dan rekan kerja.
Menurutnya, bulan Ramadhan memberi kesempatan bagi setiap individu untuk menyegarkan kembali niat dan memperbaiki hubungan dengan sesama, terutama dalam menjalankan amanah yang telah diberikan.
Pentingnya Integritas Dalam Menjalankan Tugas
Supratman Andi Agtas menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas, khususnya bagi para pegawai Kementerian Hukum dan HAM. Ramadhan, sebagai bulan yang penuh dengan nilai-nilai spiritual, harus dimanfaatkan untuk merenung dan memperbaiki diri.
Ia mengajak seluruh pegawainya, yang beragama Islam, untuk menyambut bulan suci ini dengan hati yang ikhlas, memperbanyak amal baik, dan menambah ikhtiar dalam menjalankan tugas serta memberikan kebaikan bagi orang lain.
Ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menata kembali niat dalam bekerja.
Jabatan yang sementara, menurut Supratman, memberikan kewenangan, namun apa yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu mengelola amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Setiap tindakan dan keputusan yang diambil haruslah memperhatikan prinsip-prinsip integritas dan kejujuran.
Menghidupkan Semangat Kebersamaan di Bulan Ramadhan
Selain memperkuat integritas, bulan Ramadhan juga harus menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara sesama. Dalam acara tersebut, Ketua Umum Daarul-Uluum Al-Islamiyah (DU Center), Ahmad Sarwat, juga memberikan ceramah mengenai makna bulan Ramadhan.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya menjadi milik umat Islam semata, tetapi juga milik seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang agama atau latar belakang. Kehadiran bulan suci ini memberikan berkah bagi semua orang, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi mereka yang beragama lain.
Ahmad Sarwat mengingatkan, bahwa dalam sejarahnya, Ramadhan di masa Rasulullah SAW bukan hanya dimaknai sebagai waktu untuk beribadah di masjid.
Meskipun pada tahun terakhir kehidupannya Nabi Muhammad SAW banyak menghabiskan waktu dengan beriktikaf di masjid, beliau juga melakukan berbagai kegiatan penting lainnya, termasuk peperangan, seperti Perang Badar, yang terjadi pada bulan Ramadhan.
Bahkan, Fathu Makkah, pembebasan Kota Mekkah, juga terjadi di bulan Ramadhan. Ini menunjukkan bahwa meskipun Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ibadah, tetap ada ruang bagi aktivitas sosial dan perjuangan untuk kemajuan.
Pentingnya Tarawih dan Memanfaatkan Bulan Ramadhan dengan Maksimal
Selain sebagai bulan untuk memperbaiki diri dan memperkuat kebersamaan, Ramadhan juga merupakan waktu yang sangat spesial dalam hal ibadah.
Salah satu ibadah yang hanya bisa dilakukan di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Ahmad Sarwat menekankan pentingnya shalat tarawih dan mengingatkan agar umat Islam tidak melewatkan kesempatan ini. Meski ibadah seperti tahajud, witir, puasa sunnah, dan membaca Al-Qur'an bisa dilakukan di luar Ramadhan, tarawih hanya dapat dilakukan selama bulan Ramadhan.
Ahmad juga menekankan bahwa meskipun tidak dosa jika ada yang tidak melaksanakan tarawih, tetapi akan sangat rugi jika melewatkan ibadah tersebut. Ia mengajak umat Islam untuk bersyukur atas kesempatan bisa melaksanakan shalat tarawih di masjid dan berjamaah bersama-sama. Ibadah tarawih, selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, juga memperkuat rasa kebersamaan dan keakraban di antara umat Islam.
Dengan demikian, Ramadhan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga tentang bagaimana umat Islam dapat mempererat hubungan dengan sesama, memperbaiki diri, dan menjalin komunikasi yang lebih baik antarindividu, baik di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat.
Ramadhan sebagai Sarana untuk Perbaikan Diri dan Masyarakat
Secara keseluruhan, bulan Ramadhan diharapkan menjadi momentum yang tidak hanya memperkaya spiritualitas pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas diri, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan antar sesama dan memperbanyak kegiatan yang bermanfaat.
Kementerian Hukum dan HAM melalui kegiatan Munggahan dan Silaturahmi ini memberikan contoh bagaimana Ramadhan bisa dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan dan mengingatkan kembali tentang nilai-nilai luhur yang harus dipegang dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.
Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah, yang tidak hanya membawa kebaikan bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai momentum spiritual, Ramadhan seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri, memperkuat integritas, dan berkontribusi lebih besar lagi bagi masyarakat.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Anak Usaha Indonesian Paradise Property Raih Fasilitas Kredit Ratusan Miliar Dari BCA
- Kamis, 19 Februari 2026
700 Mahasiswa Berprestasi Resmi Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa Bakti BCA 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Badan Perfilman Indonesia Perkuat Kolaborasi Guna Meningkatkan Daya Saing Film Indonesia
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
700 Mahasiswa Berprestasi Resmi Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa Bakti BCA 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Badan Perfilman Indonesia Perkuat Kolaborasi Guna Meningkatkan Daya Saing Film Indonesia
- Kamis, 19 Februari 2026









