Harga Perak Antam Menguat, Investor Kembali Optimistis di Pasar Hari Ini
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Harga perak Antam pagi ini kembali menguat dibanding perdagangan sebelumnya.
Produk perak yang dipasarkan melalui laman resmi Logam Mulia naik Rp 800 per gram. Kini, harga perak per gram berada di level Rp 48.400, menunjukkan tren positif bagi investor logam mulia.
Sehari sebelumnya, harga perak sempat mengalami penurunan tajam sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 46.000 per gram. Namun, harga kemudian kembali naik Rp 1.600 menjadi Rp 47.600 per gram. Kenaikan ini menjadi indikator stabilisasi harga perak setelah fluktuasi yang cukup tajam.
Baca Juga
Pergerakan harga perak mencerminkan sentimen investor yang tetap optimistis meski terjadi koreksi sebelumnya. Lonjakan harga ini menarik perhatian kolektor dan pedagang perak murni. Aktivitas perdagangan diprediksi tetap aktif sepanjang hari ini dengan permintaan yang stabil.
Rincian Harga Perak Antam Berdasarkan Denominasi
Perak murni 250 gram hari ini dipatok dengan harga dasar Rp 12.500.000. Setelah termasuk PPN 11 persen, harganya menjadi Rp 13.875.000. Sedangkan perak murni 500 gram memiliki harga dasar Rp 24.200.000 dan harga termasuk PPN mencapai Rp 26.862.000.
Untuk seri Heritage, perak 31,1 gram dihargai Rp 2.053.042 sebelum PPN, dan Rp 2.278.877 setelah PPN 11 persen. Sementara perak Heritage 186,6 gram dipatok Rp 11.196.736 sebelum PPN dan Rp 12.428.377 setelah PPN. Rincian ini membantu investor mengetahui nilai pasaran perak berdasarkan ukuran dan seri.
Dengan informasi harga ini, investor dapat menentukan strategi beli atau jual perak. Denominasi besar biasanya menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang. Sedangkan seri Heritage menarik bagi kolektor yang menginginkan kepemilikan logam murni bersertifikat.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Perak
Kenaikan harga perak Antam dipengaruhi oleh penguatan harga perak dunia. Perdagangan perak internasional menutup sesi sebelumnya di level 77,25 dollar AS per troy ons. Angka ini meningkat 3,45 dollar AS atau sekitar 4,67 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Lonjakan harga dunia memberikan sentimen positif bagi pasar domestik. Investor lokal sering menyesuaikan harga perak Antam berdasarkan fluktuasi internasional. Kenaikan ini juga menunjukkan permintaan logam mulia yang tetap tinggi meski pasar industri diproyeksikan melemah.
Selain faktor global, kondisi ekonomi domestik juga turut memengaruhi harga perak. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan permintaan industri logam murni menjadi faktor pendukung. Stabilitas harga perak domestik memberi rasa aman bagi pelaku pasar dan investor retail.
Permintaan Pasar dan Prospek Industri
Permintaan perak di pasar domestik masih cukup tinggi, terutama dari kalangan investor dan kolektor. Kenaikan harga perak memicu minat beli yang stabil, meski tidak sebesar lonjakan sebelumnya. Industri logam mulia memprediksi permintaan tetap terjaga meski ada proyeksi melemahnya kebutuhan perak untuk keperluan industri.
Investor cenderung mengamati tren harga perak dunia untuk menentukan waktu yang tepat membeli atau menjual. Fluktuasi harga yang terjadi di pasar internasional sering menjadi acuan strategi perdagangan domestik. Meski demikian, logam mulia tetap diminati karena nilai investasinya relatif stabil dibanding instrumen lain.
Tren permintaan ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi pilihan utama bagi investor konservatif. Investor juga memanfaatkan momen kenaikan harga untuk menambah portofolio. Pasar perak tetap menarik karena faktor keamanan dan likuiditas tinggi.
Tips Bagi Investor Perak Antam
Bagi investor, penting untuk selalu memantau pergerakan harga perak harian. Mengetahui harga dasar dan harga termasuk PPN membantu menentukan strategi beli atau jual. Investor juga dianjurkan membandingkan harga perak Antam dengan harga dunia untuk mengantisipasi peluang.
Selain itu, memperhatikan denominasi dan seri perak murni penting bagi perhitungan investasi. Seri Heritage memberikan nilai tambah bagi kolektor, sedangkan perak murni dalam jumlah besar ideal untuk portofolio jangka panjang. Strategi ini memungkinkan investor mengoptimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan risiko fluktuasi.
Investor disarankan mencatat tren harga dalam beberapa hari terakhir untuk memprediksi pergerakan berikutnya. Pengamatan pasar dan analisis harga dunia membantu menentukan waktu transaksi yang tepat. Dengan langkah ini, investasi perak dapat lebih optimal dan aman.
Pergerakan Harga Perak Hari Ini
Harga perak Antam pagi ini menguat ke level Rp 48.400 per gram setelah mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Kenaikan ini didukung penguatan harga perak dunia serta sentimen positif dari investor domestik. Investor dan kolektor tetap memantau pergerakan harga untuk strategi investasi yang tepat.
Rincian harga perak berdasarkan denominasi besar maupun seri Heritage memberikan gambaran jelas tentang nilai logam murni. Investor dapat memanfaatkan informasi ini untuk menentukan strategi beli, jual, atau menambah portofolio. Tren kenaikan menunjukkan pasar tetap optimistis dan logam mulia menjadi pilihan investasi yang aman.
Perkembangan harga perak yang stabil memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar. Aktivitas perdagangan tetap dinamis dengan transaksi yang mencerminkan optimisme investor. Keseluruhan kondisi ini menunjukkan bahwa perak Antam tetap menjadi instrumen investasi menarik di tengah pasar global yang fluktuatif.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Anak Usaha Indonesian Paradise Property Raih Fasilitas Kredit Ratusan Miliar Dari BCA
- Kamis, 19 Februari 2026
700 Mahasiswa Berprestasi Resmi Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa Bakti BCA 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Badan Perfilman Indonesia Perkuat Kolaborasi Guna Meningkatkan Daya Saing Film Indonesia
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
700 Mahasiswa Berprestasi Resmi Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa Bakti BCA 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Badan Perfilman Indonesia Perkuat Kolaborasi Guna Meningkatkan Daya Saing Film Indonesia
- Kamis, 19 Februari 2026









