Komitmen Swasembada Pangan, Cadangan Beras Nasional Capai 4,2 Juta Ton
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk mendorong swasembada pangan di Indonesia.
Dalam acara Indonesia Economy Outlook 2026, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia kini telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai swasembada pangan secara menyeluruh, dimulai dengan keberhasilan swasembada beras.
Presiden menegaskan bahwa pencapaian swasembada beras yang telah diraih merupakan bukti bahwa Indonesia mampu meningkatkan ketahanan pangan.
Baca Juga
"Kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita riil, nyata, dan akan di atas sasaran yang kita tetapkan. Kita juga buktikan bahwa kita sekarang sudah swasembada beras. Kita menuju swasembada pangan," ujar Prabowo.
Langkah ini bukan hanya menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan beras, tetapi juga merupakan fondasi penting untuk memperluas program ketahanan pangan ke komoditas lainnya. Ini adalah bagian dari visi pemerintah untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat di berbagai sektor.
Cadangan Beras Tertinggi dalam Sejarah Indonesia
Salah satu capaian yang membanggakan dalam upaya swasembada pangan ini adalah tingginya cadangan beras nasional yang disimpan di gudang Perum Bulog. Saat ini, cadangan beras Indonesia telah mencapai 4,2 juta ton, yang merupakan jumlah tertinggi dalam sejarah Indonesia.
"Sampai sekarang cadangan yang ada masih sangat tinggi," kata Presiden Prabowo.
Cadangan beras yang besar ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, baik dari segi stok pangan yang cukup maupun pengelolaan yang efektif. Hal ini juga menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bergantung pada impor beras, tetapi mampu mengelola hasil produksi dalam negeri secara maksimal.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pencapaian ini tidak hanya terbatas pada beras. Keberhasilan ini menjadi dasar untuk memperluas program ketahanan pangan Indonesia ke komoditas lainnya, seperti jagung, serta memperkenalkan sumber karbohidrat alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional yang beragam.
Pengembangan Sektor Perikanan untuk Mewujudkan Swasembada Protein
Selain swasembada beras, Presiden juga mengungkapkan target baru untuk swasembada protein, yang akan dicapai melalui penguatan sektor perikanan.
Dalam hal ini, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan pada tahun 2026 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memberikan perhatian lebih kepada nelayan, yang selama ini belum mendapatkan dukungan yang memadai.
"Nelayan kita belum pernah mendapat perhatian. Mereka kadang tidak memiliki es, bahkan pabrik es di desa mereka belum tersedia," ujar Prabowo.
Dengan membangun desa nelayan dan memperkenalkan fasilitas pendukung seperti pabrik es, diharapkan nelayan bisa memperoleh hasil tangkapan yang lebih berkualitas, yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Langkah ini juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap sektor perikanan yang menjadi salah satu penyedia protein utama bagi masyarakat Indonesia. Dukungan terhadap nelayan tidak hanya akan memperkuat sektor perikanan, tetapi juga membuka peluang kerja baru di daerah pesisir.
Sektor Pertanian sebagai Penopang Ketahanan Pangan Nasional
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut menyoroti peran penting sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Sektor ini tercatat tumbuh 5,03 persen dan menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Sektor pertanian tumbuh tinggi, ditopang produksi yang kuat dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional," ungkap Airlangga.
Kinerja sektor pertanian yang solid ini memberikan harapan besar untuk mewujudkan ketahanan pangan jangka panjang di Indonesia. Pertanian tidak hanya menjadi kunci utama dalam memastikan pasokan pangan, tetapi juga berperan penting dalam perekonomian nasional.
Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada beras yang berhasil dicapai merupakan hasil dari kebijakan yang konsisten dan keberpihakan nyata kepada petani.
"Swasembada beras ini dicapai melalui deregulasi serta transformasi pertanian, yang mengarah pada sistem yang lebih modern," kata Amran.
Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani, yang menjadi ujung tombak dalam pencapaian swasembada pangan.
Modernisasi Pertanian untuk Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat modernisasi sektor pertanian guna memastikan keberlanjutan swasembada pangan.
Modernisasi ini melibatkan perbaikan tata kelola pertanian dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Kementerian Pertanian juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun sektor swasta, untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Keberhasilan swasembada beras yang telah dicapai menjadi pintu gerbang untuk memperluas ketahanan pangan secara menyeluruh. Program-program yang dijalankan oleh pemerintah diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sektor pertanian serta memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Sebagai contoh, dengan memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, pemerintah juga berupaya mendiversifikasi sumber pangan yang ada, sehingga ketahanan pangan Indonesia menjadi lebih kokoh dan tidak tergantung pada satu jenis komoditas saja.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BPDPKS Dan Aspekpir Dorong Perempuan Petani Sawit Muaro Jambi Kembangkan UMKM
- Kamis, 19 Februari 2026
Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 19 Februari 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Keberhasilan Program Ketahanan Pangan Desa Petani Gunung Kijang Panen 2 Ton Keledek
- Kamis, 19 Februari 2026
BPDPKS Dan Aspekpir Dorong Perempuan Petani Sawit Muaro Jambi Kembangkan UMKM
- Kamis, 19 Februari 2026
Daftar Menu Buka Puasa Favorit Paling Praktis Dan Sering Dicari Masyarakat
- Kamis, 19 Februari 2026
Kolak Pisang Dan Es Buah Jadi Takjil Paling Dicari Keluarga Indonesia
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Harga Emas Galeri 24, UBS, dan Antam di Pegadaian 19 Februari 2026
- 19 Februari 2026
3.
Dana Desa 2026 Dialokasikan untuk Kopdes Merah Putih
- 19 Februari 2026
4.
PNM Apresiasi Dedikasi Alfina Putri Lewat Hadiah Umroh
- 19 Februari 2026
5.
Indonesia Optimistis Capai Target Pertumbuhan Ekonomi di 2026
- 19 Februari 2026










