Kamis, 19 Februari 2026

Garuda Indonesia dan Citilink Berikan Diskon Hingga 18% Tiket Lebaran 2026

Garuda Indonesia dan Citilink Berikan Diskon Hingga 18% Tiket Lebaran 2026
Garuda Indonesia dan Citilink Berikan Diskon Hingga 18% Tiket Lebaran 2026

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dan Citilink memberikan potongan harga hingga 18% untuk tiket pesawat domestik pada periode mudik Lebaran 2026. 

Kebijakan ini adalah bagian dari upaya mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat serta memperkuat sektor transportasi udara.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menjelaskan bahwa diskon ini berlaku untuk penerbangan kelas ekonomi baik di Garuda Indonesia maupun Citilink, yang mengcover berbagai rute domestik. 

Baca Juga

Libur Panjang Imlek 2026, Terima kasih 33.703 Pelanggan Setia Percayakan Perjalanan kepada KAI Wisata

Penurunan harga tiket berada dalam kisaran 17%-18%, yang didukung oleh insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100%, serta penyesuaian pada Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

Penyesuaian Harga Tiket untuk Aksesibilitas Lebih Baik

Garuda Indonesia memulai penyesuaian harga tiket pesawat kelas ekonomi pada rute domestik mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan periode penerbangan berlaku pada 14 hingga 29 Maret 2026. 

Sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam PMK No. 4/2026 dan regulasi terkait lainnya, langkah ini bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat yang ingin mudik Lebaran.

Selain itu, Citilink, yang juga bagian dari Garuda Indonesia Group, turut melakukan penyesuaian harga tiket yang berlaku efektif mulai 11 Februari 2026. Penyesuaian ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan transportasi udara dengan segmentasi yang saling melengkapi antara Garuda Indonesia dan Citilink. 

Dengan demikian, kedua maskapai ini dapat melayani lebih banyak segmen pasar, dari penerbangan berbiaya lebih tinggi hingga pilihan dengan harga lebih terjangkau.

Dampak Positif bagi Volume Penumpang Mudik Lebaran

Melalui kebijakan ini, Garuda Indonesia dan Citilink berharap dapat meraih proyeksi pertumbuhan volume penumpang yang positif selama periode mudik Lebaran 2026. 

Thomas Oentoro menyatakan bahwa dengan adanya diskon tiket pesawat ini, optimisasi kapasitas dan jaringan penerbangan Garuda Group dapat tercapai. Tentu saja, dalam setiap penerbangan, keselamatan penumpang dan kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama.

Dalam hal ini, kebijakan harga tiket yang lebih terjangkau menjadi bagian dari upaya untuk mendorong sektor penerbangan nasional agar lebih kuat dan kompetitif. 

“Kami berharap kebijakan ini menjadi dasar yang berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem penerbangan Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas yang lebih baik,” ujar Thomas dalam keterangannya.

Sumber Dana dan Tujuan Kebijakan Diskon

Bantuan pemerintah untuk diskon tarif tiket pesawat tersebut berasal dari alokasi anggaran sebesar Rp911,16 miliar yang didapatkan dari APBN dan non-APBN. 

Kebijakan diskon ini bertujuan untuk memberikan dorongan kepada daya beli masyarakat, sekaligus mendukung sektor pariwisata dan transportasi. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyatakan bahwa diskon tarif untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi antara 17% hingga 18% ini dijadwalkan untuk periode penerbangan antara 14 hingga 29 Maret 2026.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan sekitar 3,3 juta penumpang dapat menikmati tarif tiket pesawat yang lebih terjangkau. Sebelumnya, angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dari angka penumpang mudik yang ada pada periode tahun-tahun sebelumnya, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Pemberian Fasilitas PPN DTP dan Biaya Tambahan

Sebagian besar dari potongan harga tiket ini didukung oleh pembebasan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk penerbangan domestik kelas ekonomi.

 Dengan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), tarif dasar dan biaya tambahan seperti fuel surcharge (biaya tambahan bahan bakar) juga akan mendapat fasilitas pembebasan pajak ini. Hal ini diharapkan dapat semakin menurunkan total biaya yang harus dibayar oleh penumpang, sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mudik pada saat Lebaran.

Keberadaan kebijakan ini tentunya menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus membantu menggerakkan sektor transportasi udara yang sangat penting untuk kelancaran arus mudik tahunan.

Sinergi Pemerintah dan Maskapai untuk Mendukung Ekosistem Aviasi

Thomas Oentoro juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung kebijakan ini. 

Dalam upaya penguatan sektor penerbangan nasional, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi sangat penting. Garuda Indonesia dan Citilink percaya bahwa sektor penerbangan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung konektivitas nasional, mendorong pariwisata, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan perlu bekerja sama dalam mewujudkan ekosistem penerbangan yang lebih kuat dan kompetitif. Kebijakan yang terkoordinasi dan efektif ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi, serta memperkuat sektor transportasi udara sebagai salah satu sektor pendorong perekonomian nasional,” kata Thomas menambahkan.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

700 Mahasiswa Berprestasi Resmi Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa Bakti BCA 2026

700 Mahasiswa Berprestasi Resmi Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa Bakti BCA 2026

Peluang Karier Melalui BRILian Banking Associate Program 2026

Peluang Karier Melalui BRILian Banking Associate Program 2026

BRI Menebar Kebahagiaan Imlek 2026 Melalui Aksi Kemanusiaan

BRI Menebar Kebahagiaan Imlek 2026 Melalui Aksi Kemanusiaan

Film Papa Zola The Movie Segera Tembus 500 Ribu Penonton Di Indonesia

Film Papa Zola The Movie Segera Tembus 500 Ribu Penonton Di Indonesia

Badan Perfilman Indonesia Perkuat Kolaborasi Guna Meningkatkan Daya Saing Film Indonesia

Badan Perfilman Indonesia Perkuat Kolaborasi Guna Meningkatkan Daya Saing Film Indonesia