Selasa, 24 Februari 2026

Luhut Binsar Pandjaitan Tegaskan ART Indonesia-AS Perkuat Ekonomi Nasional

Luhut Binsar Pandjaitan Tegaskan ART Indonesia-AS Perkuat Ekonomi Nasional
Luhut Binsar Pandjaitan Tegaskan ART Indonesia-AS Perkuat Ekonomi Nasional

JAKARTA - Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat membawa optimisme bagi penguatan ekonomi nasional.

Kesepakatan ini diyakini menjadi tonggak penting bagi stabilitas perdagangan di tengah dinamika global. “Perjanjian ini memastikan posisi Indonesia tetap kuat dan kredibel di tengah ketidakpastian perdagangan global. Ini adalah langkah strategis untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kita,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam ART, tarif resiprokal untuk Indonesia dibatasi maksimal 19%. Sementara itu, Indonesia mendapat akses tarif 0% untuk 1.819 produk ekspor unggulan ke pasar AS. Nilai ekspor ini diperkirakan mencapai US$ 6,3 miliar atau 21,2% dari total ekspor ke AS, meliputi minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, produk elektronik, hingga mineral penting.

Baca Juga

Seskab Teddy Pastikan Semua Produk Amerika Tetap Sesuai Standar Halal Indonesia

Selain itu, sektor tekstil dan apparel yang menyerap lebih dari 4 juta tenaga kerja juga mendapatkan tarif 0%. Hal ini menunjukkan bahwa perjanjian ini mempertimbangkan kepentingan industri nasional sekaligus perlindungan lapangan kerja. “Akses tarif nol persen untuk ribuan produk unggulan dan sektor tekstil menunjukkan bahwa kepentingan industri nasional dan perlindungan lapangan kerja menjadi prioritas utama dalam perjanjian ini,” tegas Luhut.

Komitmen Perdagangan dan Investasi Konkret

Perjanjian ini tidak hanya soal tarif, tetapi juga mencakup komitmen bisnis nyata antara kedua negara. AS berjanji membeli energi senilai US$ 15 miliar dan melakukan pemesanan pesawat Boeing sebesar US$ 13,5 miliar. Selain itu, impor komoditas pertanian dari AS mencapai US$ 4,5 miliar, serta ada 11 nota kesepahaman bisnis senilai total US$ 38,4 miliar di sektor pertambangan, energi, teknologi, dan manufaktur.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa kerja sama perdagangan bersifat komprehensif. Perjanjian ART dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi sektor industri dan ekonomi nasional. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan keuntungan sekaligus perlindungan dari ketidakpastian global.

Kebijakan Tarif dan Dampaknya bagi Industri Dalam Negeri

Sejumlah kekhawatiran muncul terkait penghapusan tarif untuk 99% produk impor AS. Namun, sebagian besar barang tersebut merupakan komoditas yang tidak diproduksi secara memadai di dalam negeri, seperti kedelai, gandum, dan bahan baku industri. 

DEN menekankan bahwa 93% produk impor AS sebelumnya sudah dikenai tarif rendah, yakni 5% atau lebih rendah, bahkan 54% sudah bertarif 0%.

Dengan demikian, penghapusan tarif menjadi 0% untuk sebagian besar produk dinilai tidak memberikan dampak signifikan bagi industri domestik. Peraturan ini lebih bersifat efisiensi perdagangan dibanding pelemahan industri lokal. Masyarakat dan pelaku usaha pun diimbau memahami konteks ini agar tidak salah tafsir.

Selain itu, penghapusan tarif menjadi bukti bahwa perjanjian dirancang untuk menjaga keseimbangan kepentingan nasional. Pemerintah memastikan bahwa sektor industri strategis tetap terlindungi dari dampak negatif impor. Hal ini juga memperkuat posisi Indonesia di mata investor global.

Konteks Global dan Dinamika Tarif AS

Di tengah perkembangan di AS, Mahkamah Agung AS memutuskan dasar hukum yang digunakan Presiden Donald Trump melalui skema IEEPA tidak sah. Akibatnya, tarif yang sebelumnya diberlakukan harus dibatalkan. 

Namun, pemerintah AS segera menerapkan tarif baru 15% berdasarkan Section 122 yang berlaku selama 150 hari, serta memulai penyelidikan dagang melalui Section 301.

Section 301 dianggap lebih kuat karena tidak memiliki batas maksimum tarif dan dapat diterapkan bertahun-tahun. Dengan ketidakpastian ini, ART antara Indonesia dan AS justru menjadi alat strategis. Negara yang memiliki kesepakatan resmi berada dalam posisi lebih aman dibanding negara yang belum memiliki perjanjian sama sekali.

Menurut Luhut, kesepakatan ini memberikan posisi tawar yang lebih baik bagi Indonesia. “Dengan berbagai komitmen nyata yang telah diberikan, posisi Indonesia akan jauh lebih kuat ketika penyelidikan Section 301 bergulir dibanding negara yang belum memiliki kesepakatan,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa langkah diplomasi ekonomi menjadi faktor penting bagi keamanan perdagangan nasional.

Strategi Nasional Memanfaatkan Kesepakatan ART

Kesepakatan ART juga menekankan perlindungan lapangan kerja dan daya saing industri. Tarif 0% untuk produk unggulan mendukung ekspor dan mendorong pertumbuhan sektor manufaktur. Perjanjian ini menjadi alat strategis untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi nasional dan internasional.

Selain itu, komitmen investasi dan pembelian produk dari AS memastikan adanya aliran modal yang stabil. Hal ini meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat sektor industri domestik. Pemerintah mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk memanfaatkan peluang ini secara optimal.

ART menjadi fondasi penting bagi pengembangan hubungan perdagangan jangka panjang. Keberhasilan perjanjian ini menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika global. Dengan langkah strategis ini, Indonesia dapat memperkuat posisi di pasar global sekaligus menjaga kepentingan nasional dan lapangan kerja.

Penandatanganan ART memberikan nilai strategis bagi Indonesia. Perjanjian ini mengatur tarif, perlindungan industri, serta komitmen investasi secara jelas. Dengan pemahaman ini, sektor ekonomi nasional lebih siap menghadapi tantangan global dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

15 Ide Jualan Bulan Puasa Modal Kecil, Cocok untuk Pemula

15 Ide Jualan Bulan Puasa Modal Kecil, Cocok untuk Pemula

Pendidikan Dan Strategi Fokus Belajar Gen Z Agar Tidak Diremehkan Lagi

Pendidikan Dan Strategi Fokus Belajar Gen Z Agar Tidak Diremehkan Lagi

Disdik Jabar Gelar FPD Pendidikan 2026 Guna Memperkuat Sinergi Sektor Pendidikan

Disdik Jabar Gelar FPD Pendidikan 2026 Guna Memperkuat Sinergi Sektor Pendidikan

Pola Makan Buka Puasa Yang Salah Picu Lonjakan Gula Darah Drastis

Pola Makan Buka Puasa Yang Salah Picu Lonjakan Gula Darah Drastis

Botok Roti Jadi Menu Buka Puasa Paling Dicari Warga Cirebon

Botok Roti Jadi Menu Buka Puasa Paling Dicari Warga Cirebon