Selasa, 24 Februari 2026

Update Harga Sembako Jatim Hari Ini Tetap Stabil Meski Beberapa Naik Tipis

Update Harga Sembako Jatim Hari Ini Tetap Stabil Meski Beberapa Naik Tipis
Update Harga Sembako Jatim Hari Ini Tetap Stabil Meski Beberapa Naik Tipis

JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur hari ini menunjukkan pergerakan yang variatif. 

Gas elpiji 3 kilogram dan minyak goreng mengalami kenaikan, sementara bawang merah, cabai, dan daging cenderung turun. Perubahan ini memengaruhi pengeluaran harian masyarakat sehingga memerlukan pemantauan rutin.

Memantau harga sembako menjadi strategi penting bagi keluarga dalam mengatur belanja harian. “Dengan informasi harga yang akurat, kita bisa merencanakan pengeluaran dan menghindari pembengkakan biaya rumah tangga,” ujar seorang warga. Hal ini juga membantu pedagang menyesuaikan harga jual agar tetap kompetitif.

Baca Juga

Seskab Teddy Pastikan Semua Produk Amerika Tetap Sesuai Standar Halal Indonesia

Selain itu, stabilitas harga sembako dapat menenangkan pasar dan menjaga keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Pergerakan harga yang terlalu fluktuatif berpotensi memicu kepanikan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah dan pedagang perlu terus memantau perkembangan harga setiap hari.

Daftar Harga Sembako Terbaru di Jatim

Sembako terdiri dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Berikut harga terbaru di Jawa Timur:

Beras Premium: Rp 14.934/kg, Beras Medium: Rp 12.969/kg, Gula kristal putih: Rp 16.574/kg. Minyak goreng curah: Rp 18.618/kg, Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.687/liter, Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.335/liter. Minyak goreng Minyakita: Rp 16.178/liter, Daging sapi paha belakang: Rp 120.093/kg, Daging ayam ras: Rp 39.118/kg.

Daging ayam kampung: Rp 69.152/kg, Telur ayam ras: Rp 29.765/kg, Telur ayam kampung: Rp 45.719/kg. Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.550/370 gr, Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.248/370 gr. Susu bubuk merek Bendera: Rp 42.066/400 gr, Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.869/400 gr.

Garam bata: Rp 1.894, Garam halus: Rp 9.524/kg. Cabai merah keriting: Rp 36.535/kg, Cabai merah besar: Rp 32.711/kg, Cabai rawit merah: Rp 95.581/kg. Bawang merah: Rp 37.583/kg, Bawang putih: Rp 32.072/kg, Gas elpiji: Rp 20.029.

Perubahan Harga dan Persentase Fluktuasi

Berdasarkan data, gas elpiji naik Rp 283 atau 1,43 persen, minyak goreng premium naik Rp 336 atau 1,65 persen, dan Minyakita naik Rp 108 atau 0,67 persen. Sementara bawang merah turun Rp 239 atau 0,63 persen, cabai rawit merah turun Rp 12.224 atau 11,34 persen, dan cabai besar turun Rp 902 atau 2,68 persen. Daging sapi turun Rp 290 atau 0,24 persen, ayam ras turun Rp 543 atau 1,37 persen, dan ayam kampung turun Rp 542 atau 0,78 persen.

Perubahan harga ini dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan di pasar. “Jika pasokan kurang dari permintaan, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan melimpah, harga bisa turun,” ujar pedagang pasar setempat. Fluktuasi ini terjadi hampir setiap hari sehingga masyarakat perlu menyesuaikan belanja.

Kenaikan atau penurunan harga tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga produsen dan pedagang. Produsen menyesuaikan biaya produksi, sedangkan pedagang menyesuaikan harga jual agar tetap menarik. Dengan pengawasan yang baik, diharapkan fluktuasi tidak terlalu ekstrem.

Faktor Penyebab Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari biaya produksi hingga cuaca. Jika cuaca ekstrem atau terjadi bencana alam, pasokan bisa terganggu sehingga harga naik. Selain itu, kebijakan pemerintah, subsidi, regulasi impor, dan perubahan pajak juga berpengaruh signifikan.

Kenaikan biaya bahan baku, pupuk, energi, dan upah pekerja turut mendorong naiknya harga sembako. Fluktuasi nilai tukar mata uang, khususnya untuk barang impor, juga berdampak langsung. Inflasi tinggi memperkuat tekanan harga karena biaya barang dan jasa meningkat.

Selain itu, masalah distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau gangguan logistik dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman dan mengurangi pasokan. Hal ini memicu kenaikan harga sementara di pasar. Oleh karena itu, koordinasi antara produsen, distributor, dan pemerintah penting untuk menjaga stabilitas harga.

Pentingnya Pemantauan Harga Sembako untuk Masyarakat

Masyarakat disarankan selalu memantau harga sembako sebelum berbelanja. Informasi ini membantu mengatur anggaran dan mengantisipasi kenaikan biaya. Dengan data yang akurat, konsumen dapat merencanakan pembelian dan mengoptimalkan pengeluaran rumah tangga.

Pemerintah dan pedagang pun dapat menyesuaikan strategi agar ketersediaan barang tetap terjaga. “Pemantauan harga harian juga membantu pedagang menentukan stok dan memperkirakan kebutuhan masyarakat,” kata seorang pedagang pasar. Hal ini sekaligus menjaga agar harga tetap wajar dan terjangkau bagi semua kalangan.

Pemantauan harga juga penting untuk menilai kondisi pasar secara keseluruhan. Perubahan harga yang terlalu cepat bisa menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Dengan sistem pengawasan yang baik, harga sembako di Jawa Timur dapat tetap stabil dan konsisten, mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pola Makan Buka Puasa Yang Salah Picu Lonjakan Gula Darah Drastis

Pola Makan Buka Puasa Yang Salah Picu Lonjakan Gula Darah Drastis

Botok Roti Jadi Menu Buka Puasa Paling Dicari Warga Cirebon

Botok Roti Jadi Menu Buka Puasa Paling Dicari Warga Cirebon

Pendidikan Dan Kesehatan Siswa Palangka Raya Selama Ramadhan Jadi Prioritas

Pendidikan Dan Kesehatan Siswa Palangka Raya Selama Ramadhan Jadi Prioritas

KLB Campak Peringatan Serius Bagi Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional Kita

KLB Campak Peringatan Serius Bagi Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional Kita

Nilai Disiplin Dan Menahan Diri Puasa Sangat Relevan Bagi ASN

Nilai Disiplin Dan Menahan Diri Puasa Sangat Relevan Bagi ASN