4 Alasan Kenapa Pasar Kripto Mengalami Penurunan Drastis 23 Februari 2026
- Senin, 23 Februari 2026
JAKARTA - Kondisi pasar aset digital global saat ini tengah mengalami tekanan jual yang cukup masif sehingga mengakibatkan harga mayoritas mata uang kripto terkoreksi secara tajam.
Fenomena ini memicu kepanikan di kalangan investor ritel maupun institusi yang mulai melakukan aksi pelepasan aset guna mengamankan modal mereka dari risiko kerugian yang lebih dalam lagi.
Para analis pasar kini tengah mencermati berbagai faktor fundamental dan teknikal yang menjadi penyebab utama di balik anjloknya nilai kapitalisasi pasar kripto secara mendadak pada hari ini.
Baca JugaPendidikan Dan Kesehatan Siswa Palangka Raya Selama Ramadhan Jadi Prioritas
Hingga Senin 23 Februari 2026 terpantau bahwa pergerakan indeks harga aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dengan pekan lalu.
Sentimen Kebijakan Moneter Dan Kenaikan Suku Bunga Global
Faktor pertama yang menjadi pemicu utama penurunan harga adalah adanya spekulasi kuat mengenai kebijakan bank sentral yang akan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu sangat dekat.
Kenaikan suku bunga cenderung membuat aset berisiko tinggi seperti kripto menjadi kurang menarik bagi para pemodal besar yang lebih memilih untuk memindahkan dana mereka ke instrumen tradisional.
Kondisi likuiditas global yang mengetat memaksa para pelaku pasar untuk mengurangi eksposur mereka pada aset digital guna menjaga stabilitas portofolio keuangan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi yang ada.
Hal ini menciptakan efek domino di mana tekanan jual dari satu entitas besar akan memicu aksi serupa dari para trader lainnya yang takut akan terjadinya kejatuhan harga lebih lanjut.
Ketidakpastian Regulasi Di Berbagai Negara Besar Dunia
Penyebab kedua adalah munculnya isu mengenai pengetatan regulasi terhadap aktivitas penambangan serta transaksi aset digital di beberapa negara maju yang memiliki pengaruh besar terhadap pasar kripto secara global.
Ketidakjelasan payung hukum serta ancaman pengawasan yang lebih ketat membuat banyak investor merasa cemas akan keberlangsungan operasional platform pertukaran aset digital yang mereka gunakan selama ini untuk bertransaksi.
Pemerintah di berbagai belahan dunia mulai fokus pada isu perlindungan konsumen serta pencegahan pencucian uang yang melibatkan mata uang kripto sehingga menimbulkan tekanan psikologis bagi para pelaku industri.
Reaksi pasar terhadap kabar mengenai pembatasan akses layanan kripto seringkali berlebihan dan mengakibatkan fluktuasi harga yang sangat liar dalam rentang waktu yang sangat singkat sekali pada jam perdagangan.
Aksi Ambil Untung Massal Oleh Para Pemegang Besar
Alasan ketiga yang tidak kalah penting adalah adanya aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan oleh para pemegang aset dalam jumlah besar atau sering disebut paus.
Setelah mengalami reli kenaikan harga yang cukup panjang dalam beberapa bulan terakhir banyak investor besar merasa ini adalah momentum yang tepat untuk mencairkan keuntungan yang telah didapatkan.
Volume penjualan yang sangat besar dalam satu waktu menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran sehingga harga aset terjun bebas melewati level dukungan psikologis yang sebelumnya telah terbentuk kuat.
Investor ritel yang terlambat menyadari pergerakan ini seringkali terjebak dalam posisi beli di harga tinggi sehingga mereka terpaksa melakukan pemotongan kerugian yang semakin memperparah kondisi penurunan harga pasar.
Kekhawatiran Terhadap Isu Keamanan Dan Peretasan Jaringan
Faktor terakhir yang turut memperburuk suasana adalah munculnya laporan mengenai adanya celah keamanan pada salah satu protokol keuangan terdesentralisasi yang cukup populer di kalangan komunitas pengguna aset kripto.
Isu mengenai kerentanan sistem terhadap serangan siber selalu berhasil menurunkan tingkat kepercayaan investor terhadap keamanan aset yang mereka simpan dalam dompet digital maupun di bursa pertukaran kripto nasional.
Meskipun teknologi blockchain dikenal sangat aman namun kegagalan pada lapisan aplikasi atau kontrak pintar seringkali berakibat fatal dan menyebabkan kerugian finansial yang tidak sedikit bagi para penggunanya secara kolektif.
Sentimen negatif ini menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial dan forum komunitas sehingga menciptakan aura pesimisme yang cukup tebal di seluruh ekosistem aset digital pada pagi hari.
Strategi Menghadapi Volatilitas Tinggi Di Pasar Kripto
Menghadapi kondisi pasar yang sedang berdarah ini para pakar keuangan menyarankan agar investor tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara emosional yang justru dapat merugikan diri sendiri di kemudian hari.
Diversifikasi aset ke dalam berbagai jenis instrumen investasi yang berbeda tetap menjadi strategi terbaik untuk meminimalisir risiko jika salah satu sektor mengalami kejatuhan harga yang sangat ekstrem seperti sekarang.
Melakukan analisis mendalam terhadap fundamental suatu aset sebelum memutuskan untuk membeli adalah langkah bijak guna memastikan bahwa investasi yang dilakukan memiliki prospek jangka panjang yang sangat jelas dan terukur.
Diharapkan dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab penurunan harga ini masyarakat dapat lebih waspada dan cerdas dalam mengelola aset digital mereka di tengah dinamika pasar global.
Yoga
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Xpeng G02 Segera Hadir SUV Listrik Bongsor Dengan Kualitas Premium Yang Menarik
- Senin, 23 Februari 2026
Petani Tomohon Semakin Sejahtera Berkat Potensi Pohon Aren Dan Pabrik Gula Semut
- Senin, 23 Februari 2026
Surabaya Samator Melaju Di Klasemen Proliga Usai Tumbangkan Jakarta Garuda 3 - 1
- Senin, 23 Februari 2026
Daftar Diskon Besar Shopee Tokopedia Tiktok Shop Dan Lazada Selama Ramadan
- Senin, 23 Februari 2026
ASDP Menghadirkan Diskon Tiket Mudik Serta Menerapkan Single Tarif Merak Bakauheni
- Senin, 23 Februari 2026
Berita Lainnya
Pendidikan Dan Kesehatan Siswa Palangka Raya Selama Ramadhan Jadi Prioritas
- Senin, 23 Februari 2026
KLB Campak Peringatan Serius Bagi Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional Kita
- Senin, 23 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Harga Emas 23 Februari 2026 Naik Antam Galeri24 Dan UBS Menguat
- 23 Februari 2026
3.
Harga Emas Antam 23 Februari 2026 Naik Jadi Sebegini Per Gram
- 23 Februari 2026
4.
5.
Pembiayaan Konsumer BSI Tumbuh 15,75 Persen Sepanjang Tahun 2025
- 23 Februari 2026












.jpg)
.jpg)