Selasa, 03 Maret 2026

Pemerintah Targetkan Jalur Pantura dan Trans Jawa Bebas Lubang

Pemerintah Targetkan Jalur Pantura dan Trans Jawa Bebas Lubang
Pemerintah Targetkan Jalur Pantura dan Trans Jawa Bebas Lubang

JAKARTA - Untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026, pemerintah memfokuskan perbaikan infrastruktur di jalur strategis, baik itu di jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. 

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya mobilitas kendaraan yang diprediksi akan meningkat pesat selama musim mudik. 

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyatakan, perbaikan jalur-jalur utama ini bertujuan untuk memastikan bahwa infrastruktur jalan yang digunakan oleh pemudik bebas dari lubang dan tetap aman dilalui.

Baca Juga

9 Daftar Ruas Tol Gratis Mudik Lebaran 2026 yang Harus Diketahui

Perbaikan Jalur Pantura untuk Memastikan Kenyamanan Mudik

Jalur Pantura yang membentang dari ujung barat hingga timur pulau Jawa, merupakan salah satu jalur utama yang dilalui oleh pemudik. Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jakarta-Jawa Barat, telah memulai langkah-langkah perbaikan untuk menangani masalah lubang yang sering mengganggu kenyamanan pengendara. 

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa penanganan lubang jalan menjadi prioritas utama, dengan target untuk menuntaskan masalah ini sebelum puncak arus mudik.

Jumlah lubang yang semula mencapai sekitar 7.000 titik, kini sudah berkurang menjadi sekitar 2.500 titik. Dalam waktu singkat, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa hampir seluruh jalur tersebut bebas dari lubang, yang biasanya menyebabkan kemacetan dan kecelakaan. 

Menurut Dody, perbaikan jangka pendek dilakukan melalui metode penambalan cepat (patching), untuk memperlancar lalu lintas. Sementara itu, perbaikan jangka menengah akan mencakup pelapisan ulang jalan dan peningkatan konstruksi jalan menjadi rigid pavement atau beton di titik-titik kritis.

Perbaikan Ruas Pemalang-Pekalongan yang Krusial untuk Mudik

Salah satu titik penting yang menjadi perhatian pemerintah adalah ruas Pemalang–Pekalongan, yang merupakan bagian dari jalur Pantura. Ruas ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang tinggi, baik dari kendaraan pribadi, angkutan logistik, hingga angkutan umum. Dody Hanggodo menegaskan bahwa ruas ini harus dipastikan dalam kondisi terbaik sebelum masa Lebaran 2026.

Pekerjaan preservasi di ruas ini sudah dimulai dengan perbaikan pada struktur perkerasan jalan pada segmen-segmen prioritas. Hingga akhir Februari 2026, progres fisik perbaikan telah mencapai 78,89%, melampaui target awal yang hanya 37,66%. 

Pemerintah memastikan bahwa upaya perbaikan ini akan memberikan pelayanan infrastruktur yang andal, khususnya di jalur-jalur dengan mobilitas tinggi seperti Pantura.

Tol Trans Jawa Dapat Pemeliharaan Berkala Menjelang Mudik

Tak hanya jalur Pantura yang mendapatkan perhatian khusus, jalur tol utama Trans Jawa juga mendapat pemeliharaan intensif menjelang mudik 2026. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) telah memperkuat pemeliharaan berkala, terutama pada ruas Tol Jakarta–Cikampek, yang sering menjadi jalur utama bagi pemudik. 

Sebagai langkah persiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026, JTT telah melakukan pekerjaan patching di 172 titik di jalur A arah Cikampek pada 26 Februari 2026, yang mencakup ruas dari KM 07+500 hingga KM 71+850.

Selain itu, pemeliharaan juga dilakukan di 82 titik di jalur B arah Jakarta, mulai dari KM 71+300 hingga KM 19+315, termasuk penanganan di off ramp Cikarang Timur. 

Langkah ini dirancang untuk menjaga kualitas struktur jalan, terutama di area yang kerap dilalui oleh kendaraan dengan beban lalu lintas yang tinggi, seperti kendaraan pribadi dan kendaraan logistik. Selain penambalan jalan, dilakukan juga rekonstruksi jalan di off ramp Dry Port lajur dua, yang dimulai pada 27 Februari hingga 2 Maret 2026.

Meningkatkan Kesiapan Infrastruktur Jalan Mudik Lebaran 2026

Dengan adanya perbaikan yang menyeluruh di jalur Pantura dan Tol Trans Jawa, pemerintah berharap dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik pada Lebaran 2026. 

Peningkatan kualitas infrastruktur jalan ini sangat penting untuk mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan yang sering terjadi akibat kondisi jalan yang rusak, terutama saat musim mudik dengan volume kendaraan yang melonjak tajam.

Selain perbaikan jalan, pihak pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan operasional jalan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. 

Penambalan jalan, rekonstruksi, dan penguatan pemeliharaan berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk mendukung kelancaran pergerakan pemudik. Dengan segala upaya yang dilakukan, diharapkan perjalanan mudik tahun ini dapat berjalan lebih aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Peningkatan Aktivitas Manufaktur Indonesia Menjadi Terbaik Dalam 2 Tahun

Peningkatan Aktivitas Manufaktur Indonesia Menjadi Terbaik Dalam 2 Tahun

Pemerintah Tetapkan Target DMO Batu Bara 247,9 Juta Ton 2026

Pemerintah Tetapkan Target DMO Batu Bara 247,9 Juta Ton 2026

China Capai Rekor Produksi Listrik Surya Melebihi Angin Pertama Kali

China Capai Rekor Produksi Listrik Surya Melebihi Angin Pertama Kali

Rumah Murah Dengan Harga Rp 166 Juta Masih Tersedia di Nganjuk

Rumah Murah Dengan Harga Rp 166 Juta Masih Tersedia di Nganjuk

MIND ID dan Kemendikti Kembangkan Limbah Timah Jadi Logam Tanah Jarang

MIND ID dan Kemendikti Kembangkan Limbah Timah Jadi Logam Tanah Jarang