JAKARTA - PT Supra Primatama (Biznet) telah berhasil meraih pencapaian signifikan dalam memperluas jangkauan layanannya. Hingga saat ini, jumlah pelanggan perusahaan mencapai hampir 900.000, meskipun target untuk tahun 2025 sebelumnya ditetapkan pada 900.000 pelanggan.
Hal ini dikatakan oleh Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, dalam sebuah acara buka bersama dengan media pada 3 Maret 2026.
Adrianto mengungkapkan bahwa meskipun jumlah pelanggan mendekati target yang ditetapkan, beberapa kendala di lapangan menyebabkan target 900.000 pelanggan pada 2025 belum tercapai.
Baca JugaEmiten Hashim Djojohadikusumo WIFI Gandeng Baicells Percepat Internet
Di antaranya, gangguan pada infrastruktur akibat proyek galian dan permasalahan terkait kabel darat yang sering terjadi. Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa meskipun ada tantangan tersebut, penetrasi layanan Biznet di Indonesia telah mencapai 20%.
Dengan pencapaian tersebut, Biznet tetap optimis dan kembali menargetkan untuk mencatatkan pertumbuhan pelanggan sebesar 30% pada 2026.
Fokus perusahaan kini adalah untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas kepuasan pelanggan, dengan harapan agar pelanggan yang sudah ada akan merekomendasikan layanan Biznet kepada orang lain.
Strategi Memperluas Infrastruktur untuk Peningkatan Layanan
Untuk mendukung target pertumbuhan ini, Biznet terus melakukan ekspansi infrastruktur, termasuk menambah kapasitas layanan internet dan memperkuat jaringan di wilayah-wilayah tertentu.
Adrianto menjelaskan bahwa, meskipun pada tahun 2025 tidak ada penambahan kabel bawah laut, Biznet merencanakan untuk menghubungkan langsung kabel bawah laut ke Kalimantan pada tahun 2026. Ini merupakan langkah besar untuk memperluas akses internet ke kota-kota kecil yang selama ini terabaikan.
Kapasitas bandwidth yang dimiliki Biznet telah mencapai wilayah dengan kecepatan di atas 100 Mbps, bahkan lebih dari 500 Mbps di beberapa daerah yang sudah terhubung dengan backbone baru. Hal ini memungkinkan Biznet untuk melayani lebih banyak pelanggan dengan kecepatan internet yang lebih stabil dan cepat, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih maksimal.
Keputusan untuk mengoptimalkan kapasitas tanpa menaikkan harga juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga daya saing. "Pada 2026, kami akan meningkatkan kapasitas layanan hingga 30% tanpa perubahan harga," kata Adrianto.
Bahkan, Biznet berkomitmen untuk memberikan paket-paket internet yang lebih cepat dengan tarif yang tetap, seperti paket yang kini naik dari 65 Mbps menjadi 100 Mbps dengan tarif tetap Rp250.000 per bulan.
Promo Khusus untuk Wilayah Sensitif Harga
Sebagai tambahan, Biznet mengimplementasikan strategi harga yang lebih fleksibel untuk menarik lebih banyak pelanggan, terutama di daerah-daerah dengan sensitivitas harga yang tinggi.
Misalnya, pada kuartal pertama 2026, perusahaan menawarkan promo khusus yang memberikan tarif Rp150.000 per bulan untuk kecepatan 100 Mbps di beberapa wilayah Banten, seperti Angkasitung, Pandeglang, dan Anyer.
Adrianto menegaskan bahwa strategi promo ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. "Program ini ternyata cukup meningkatkan permintaan dari pelanggan yang kami harap. Bukan hanya pelanggan senang, tetapi mereka juga merasa tenang dengan layanan yang kami tawarkan," ujarnya.
Program ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang mencari internet cepat dengan harga terjangkau. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, Biznet ingin memastikan bahwa pelanggan tidak hanya memilih berdasarkan harga, tetapi juga mempertimbangkan kualitas dan keandalan layanan yang diberikan.
Peningkatan Kapasitas Bandwidth dan Target Pertumbuhan
Di tengah persaingan yang ketat, Biznet terus berusaha untuk meningkatkan kapasitas bandwidth yang mereka tawarkan kepada pelanggan.
Pada Februari 2025, perusahaan mulai meningkatkan kapasitas bandwidth sebanyak 30% di sejumlah wilayah yang terhubung langsung dengan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1). Peningkatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan internet yang diterima pelanggan.
Dengan strategi tersebut, Biznet menargetkan untuk mencapai 900.000 pelanggan pada 2025 dan meningkatkan jumlah tersebut lebih lanjut pada 2026.
Dengan jumlah pelanggan yang terus berkembang, Biznet berencana untuk memperluas ekspansi jaringan dan memperkenalkan layanan internet yang lebih cepat, lebih stabil, dan lebih terjangkau untuk masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Pada tahun 2025, perusahaan sebelumnya menargetkan pertumbuhan pelanggan sekitar 30% dibandingkan dengan tahun 2024, yang tercatat sebanyak 700.000 pelanggan.
Dengan optimisme yang tinggi dan langkah strategis yang terus dilakukan, Biznet berharap dapat meraih target tersebut dan memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap internet cepat dapat terpenuhi dengan baik.
Komitmen Terhadap Kualitas Layanan dan Kepuasan Pelanggan
Biznet menyadari bahwa untuk meraih pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan, kualitas layanan dan kepuasan pelanggan menjadi faktor utama. Oleh karena itu, selain melakukan ekspansi infrastruktur dan meningkatkan kapasitas layanan, perusahaan juga terus fokus pada pengalaman pelanggan.
Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, Biznet memastikan bahwa seluruh infrastruktur jaringan dibangun dan dioperasikan secara mandiri.
"Kepemilikan dan pengelolaan infrastruktur sendiri memberi kami rasa tenang karena kami tidak bergantung pada pihak lain dalam pemeliharaan jaringan," kata Adrianto.
Dengan cara ini, perusahaan dapat lebih cepat dan lebih fleksibel dalam menangani permasalahan yang muncul serta menjaga kualitas layanan.
Dengan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan jaringan, Biznet berharap dapat mendukung inklusi digital di seluruh Indonesia. Dengan demikian, perusahaan dapat memenuhi permintaan internet cepat dari pelanggan dan meraih pertumbuhan yang signifikan dalam waktu yang lebih singkat.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wapres Gibran Tinjau Langsung Penerapan Pendidikan Berbasis IoT di Bandung
- Rabu, 04 Maret 2026
Berita Lainnya
Wapres Gibran Tinjau Langsung Penerapan Pendidikan Berbasis IoT di Bandung
- Rabu, 04 Maret 2026
Penyebab Kembung Bisa Berasal dari Bakteri Usus Halus, Simak Penjelasannya
- Rabu, 04 Maret 2026
Terpopuler
2.
Mentan Andi Amran: Tarif Nol ke AS Buka Peluang Ekspor
- 04 Maret 2026
3.
5.
Mudah Mudik Pakai Mobil Listrik Berkat SPKLU Trans Jawa
- 04 Maret 2026








