Sabtu, 07 Maret 2026

BFI Finance Bukukan Pembiayaan Baru Gemilang, Menjadi Andalan Industri Finansial

BFI Finance Bukukan Pembiayaan Baru Gemilang, Menjadi Andalan Industri Finansial
BFI Finance Bukukan Pembiayaan Baru Gemilang, Menjadi Andalan Industri Finansial

JAKARTA - BFI Finance berhasil menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025. 

Total pembiayaan baru yang dicatatkan mencapai Rp 21,9 triliun, naik 9,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu lembaga pembiayaan yang tangguh di Indonesia.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan total aset yang mencapai Rp 25,5 triliun, naik 1,4% YoY. Kenaikan tersebut seiring dengan piutang kelola yang bertambah sebesar 8,9% menjadi Rp 26,3 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa strategi bisnis perusahaan berjalan efektif meski kondisi pasar menantang.

Baca Juga

Adira Finance Laporkan Pertumbuhan Pembiayaan Baru yang Menggembirakan Tahun Ini

Resiliensi dan Strategi Bisnis BFI Finance

Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menilai pencapaian ini sebagai bukti resiliensi bisnis perusahaan. Modal yang solid, likuiditas yang memadai, dan profil risiko terkendali menjadi faktor utama. “Tentunya semua berkat kemampuan menerapkan prinsip agility dan kerja keras seluruh tim,” ujarnya.

Semangat kolaborasi strategis juga ikut mendukung keberhasilan tersebut. Kepercayaan dari konsumen, investor, dan pemangku kepentingan menjadi modal tambahan. Sutadi menegaskan bahwa sinergi internal dan eksternal menjadi pondasi utama pertumbuhan.

Pendekatan ini memastikan perusahaan tetap adaptif menghadapi dinamika industri. Penyesuaian strategi tiap lini produk membantu BFI Finance menjaga kinerja optimal. Manajemen risiko yang cermat memperkuat fondasi operasional untuk masa depan.

Layanan Pembiayaan untuk Berbagai Segmen

BFI Finance konsisten mendukung aktivitas ekonomi dari berbagai segmen konsumen. Mulai dari kebutuhan individu hingga pelaku UMKM dan bisnis besar. Layanan yang luas ini memastikan seluruh segmen masyarakat bisa terlayani dengan baik.

Hingga akhir Desember 2025, piutang kelolaan didominasi oleh pembiayaan produktif. Modal kerja tercatat sebesar 57,3%, sementara investasi menyumbang 17,6%. Sisanya terdiri dari pembiayaan multiguna 22,0% dan pembiayaan syariah 3,1%.

“Dengan komposisi yang seimbang, kami bisa fokus pada pertumbuhan sekaligus menjaga kualitas aset,” jelas Sutadi. Strategi ini membantu perusahaan tetap kompetitif. Keberagaman produk juga mendukung fleksibilitas layanan.

Kinerja Keuangan dan Profitabilitas

Total pendapatan BFI Finance mencapai Rp 6,7 triliun pada 2025, naik 6,5% YoY. Profitabilitas tercatat sebesar Rp 1,581 triliun, meningkat 1,0% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan diiringi efisiensi operasional yang baik.

Meski menghadapi tekanan industri dan penurunan daya beli masyarakat, perusahaan berhasil menjaga stabilitas. Non-Performing Financing (NPF) tetap terkendali di level bruto 1,39% dan neto 0,22%. Angka ini mencerminkan manajemen risiko yang efektif dan seleksi kredit yang ketat.

Sutadi menambahkan bahwa pengelolaan risiko yang cermat menjadi kunci utama. Strategi ini membantu menjaga kualitas aset sekaligus meminimalkan potensi kerugian. Stabilitas keuangan yang terjaga memberikan landasan untuk pertumbuhan di masa depan.

Fokus pada Penguatan Portofolio dan Operasional

Strategi bisnis BFI Finance menekankan penguatan portofolio yang berkelanjutan. Setiap lini produk disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan konsumen. Penyesuaian strategi ini membantu perusahaan tetap relevan dan kompetitif.

Selain itu, operasional perusahaan diperkuat dengan prinsip manajemen risiko yang ketat. Pengawasan terhadap kualitas aset dilakukan secara rutin dan sistematis. Hal ini memastikan kinerja tetap stabil meski menghadapi tantangan eksternal.

“Melalui pengelolaan manajemen risiko yang baik, kami mampu mempertahankan posisi keuangan solid,” ungkap Sutadi. Fondasi ini menjadi modal penting untuk ekspansi dan inovasi di masa mendatang. Strategi tersebut juga menciptakan kepercayaan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kepercayaan Konsumen dan Prospek Masa Depan

Kepercayaan konsumen menjadi faktor penting dalam kesuksesan BFI Finance. Peningkatan jumlah pembiayaan baru menunjukkan pengguna tetap setia memanfaatkan layanan. Hal ini memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra keuangan terpercaya.

Sutadi menyatakan bahwa fokus pada layanan berkualitas akan terus dipertahankan. “Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan,” ujarnya. Perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan sambil menjaga stabilitas keuangan.

Dengan fondasi yang kuat dan strategi bisnis yang tepat, BFI Finance siap menghadapi tantangan industri ke depan. Pertumbuhan pembiayaan dan profitabilitas yang stabil menjadi bukti ketangguhan perusahaan. Ke depannya, perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi konsumen dan pemangku kepentingan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Mengaktifkan NFC di iPhone dengan Mudah dan Menggunakannya

Cara Mengaktifkan NFC di iPhone dengan Mudah dan Menggunakannya

Wamendag: Harga Cabai Naik Jelang Idul Fitri Dipicu Faktor Cuaca

Wamendag: Harga Cabai Naik Jelang Idul Fitri Dipicu Faktor Cuaca

Program Magang Nasional Buka Peluang Lulusan Direkrut Jadi Karyawan

Program Magang Nasional Buka Peluang Lulusan Direkrut Jadi Karyawan

Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Sampah Bali Jaga Citra Pariwisata Indonesia

Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Sampah Bali Jaga Citra Pariwisata Indonesia

Kemenhut Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Masa Depan

Kemenhut Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Masa Depan