JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik, termasuk eskalasi tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Perusahaan menegaskan fokus pada fundamental bisnis yang stabil untuk menjaga ketahanan operasional. “BCA senantiasa mencermati dinamika makroekonomi, baik domestik maupun global, termasuk dampak eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah,” ujar Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA.
Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap berbagai ketidakpastian yang bisa memengaruhi pasar keuangan. Bank tetap mengedepankan strategi prudent agar bisnis tidak terpengaruh oleh fluktuasi global. Dengan fokus ini, BCA berharap mampu menjaga kinerja keuangan tetap sehat meskipun kondisi eksternal menantang.
Baca JugaAdira Finance Laporkan Pertumbuhan Pembiayaan Baru yang Menggembirakan Tahun Ini
Selain itu, BCA menilai pengelolaan risiko dan manajemen internal yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi potensi guncangan global. Strategi ini mencakup penyesuaian terhadap skenario geopolitik, nilai tukar, dan perkembangan ekonomi domestik. Dengan demikian, fundamental bank tetap solid dan terukur.
Kekuatan Permodalan dan Likuiditas
Hera menambahkan bahwa BCA menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang kuat agar mampu menghadapi ketidakpastian global. Kekuatan permodalan ini memberi fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi kredit dan likuiditas. Langkah tersebut memastikan BCA tetap mampu menjalankan operasionalnya secara optimal.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) dalam valuta asing tercatat masih tumbuh positif. Per Desember 2025, DPK valas BCA mencapai Rp83,6 triliun atau meningkat 11,7% yoy. Pertumbuhan ini menandakan kepercayaan nasabah tetap tinggi meski kondisi ekonomi global tidak menentu.
Dengan likuiditas dan permodalan yang kuat, BCA mampu menyeimbangkan ekspansi kredit yang sehat dengan pengendalian risiko. Hal ini menjadi indikator stabilitas dan ketahanan bank terhadap tekanan pasar global. Bank pun memastikan strategi pendanaan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Strategi Ekspansi Kredit dan Risiko Terukur
BCA tetap menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat. Strategi ini mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan potensi risiko yang muncul. “BCA senantiasa menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan risiko,” jelas Hera.
Ekspansi kredit tetap dilakukan secara selektif agar risiko kredit macet terkendali. Perusahaan menilai setiap peluang pasar dengan pendekatan konservatif namun tetap inovatif. Langkah ini menjaga pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan dan risiko tetap terkendali.
Selain itu, pemantauan risiko juga dilakukan terhadap sektor yang rentan terdampak gejolak global. Hal ini penting agar pertumbuhan kredit tetap aman tanpa mengganggu likuiditas dan stabilitas keuangan. Dengan pendekatan ini, BCA tetap proaktif menghadapi ketidakpastian.
Mitigasi Risiko Nilai Tukar dan Pasar
Untuk mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, BCA menjaga rasio Posisi Devisa Neto (PDN) secara konservatif. Bank memastikan bahwa eksposur terhadap valas tetap terkendali. Langkah ini membantu meminimalkan dampak volatilitas global terhadap operasional bank.
Selain itu, BCA menyiapkan berbagai mitigasi risiko pasar terkait transaksi valas dan pergerakan suku bunga. Strategi ini mencakup penetapan limit risiko pasar yang disiplin. “Langkah tersebut dilakukan melalui penetapan serta pengendalian limit risiko pasar secara disiplin guna memastikan stabilitas operasional bank tetap terjaga di tengah dinamika pasar global,” ujar Hera.
Dengan mitigasi ini, bank mampu menghadapi tekanan eksternal tanpa mengganggu layanan nasabah. Strategi ini menjadi fondasi penting bagi pengelolaan risiko secara keseluruhan. BCA juga terus menyesuaikan langkah mitigasi sesuai perubahan kondisi pasar.
Kesiapan BCA Menghadapi Ketidakpastian Global
BCA memastikan fundamental bisnis tetap fokus pada stabilitas jangka panjang. Bank terus menilai risiko eksternal secara berkala agar mampu merespons perubahan pasar dengan cepat. Langkah-langkah ini menunjukkan kesiapan BCA dalam menghadapi ketidakpastian global dan domestik.
Selain itu, penguatan likuiditas dan permodalan menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan nasabah. Kombinasi pengelolaan risiko, likuiditas, dan strategi ekspansi yang prudent memungkinkan bank tetap solid. Dengan demikian, BCA siap menghadapi tantangan global sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesiapan ini juga mencakup pemantauan nilai tukar, suku bunga, dan tren makroekonomi yang dapat mempengaruhi bisnis perbankan. Dengan strategi yang terukur dan mitigasi risiko yang matang, BCA menegaskan komitmen menjaga stabilitas keuangan. Bank pun siap terus memberikan layanan optimal di tengah dinamika global yang kompleks.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Sampah Bali Jaga Citra Pariwisata Indonesia
- Jumat, 06 Maret 2026
Kemenhut Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Masa Depan
- Jumat, 06 Maret 2026
Berita Lainnya
Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Sampah Bali Jaga Citra Pariwisata Indonesia
- Jumat, 06 Maret 2026
Kemenhut Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Masa Depan
- Jumat, 06 Maret 2026









