Rabu, 11 Maret 2026

Pengelolaan Limbah Jadi Kontributor Besar Pendapatan TBS Energi Utama

Pengelolaan Limbah Jadi Kontributor Besar Pendapatan TBS Energi Utama
Pengelolaan Limbah Jadi Kontributor Besar Pendapatan TBS Energi Utama

JAKARTA - Transformasi bisnis menuju sektor yang lebih berkelanjutan mulai menunjukkan hasil bagi sejumlah perusahaan energi di Indonesia. Salah satu contohnya adalah PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang kini semakin memperkuat portofolio bisnis di luar sektor batu bara, terutama pada pengelolaan limbah.

Perusahaan mencatat bahwa segmen pengelolaan limbah memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan. Perubahan komposisi bisnis ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengurangi ketergantungan pada komoditas batu bara yang selama ini rentan terhadap fluktuasi harga global.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) atau TBS mencatatkan pendapatan dari pengelolaan limbah senilai 155,4 juta dolar AS, atau berkontribusi sebesar 41 persen dari total pendapatan perseroan.

Baca Juga

Perusahaan Didorong Berperan Aktif Tingkatkan Upskilling Pekerja Indonesia

"Melalui komposisi bisnis yang semakin terdiversifikasi, eksposur terhadap volatilitas harga batu bara global pun semakin berkurang, sejalan dengan arah transformasi perseroan," ujar Direktur TBS Juli Oktarina dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Diversifikasi Bisnis Kurangi Ketergantungan Pada Batu Bara

Langkah diversifikasi yang dilakukan TBS menunjukkan perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika sektor energi global. Selama ini, batu bara menjadi salah satu sumber utama pendapatan perusahaan, namun fluktuasi harga komoditas tersebut mendorong perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan.

Sementara itu, segmen pertambangan dan perdagangan batu bara masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perusahaan. Segmen ini mencatatkan pendapatan sebesar 194,6 juta dolar AS atau setara 51 persen dari total pendapatan perseroan.

Meski demikian, kontribusi tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kontribusi segmen batu bara turun signifikan dibandingkan 81 persen pada tahun lalu, yang mencerminkan arah strategis TBS untuk secara bertahap menurunkan eksposur terhadap batu bara, sekaligus mempercepat pergeseran menuju portofolio yang lebih berkelanjutan," ujar Juli.

Penurunan kontribusi ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mulai memperkuat bisnis di sektor yang lebih ramah lingkungan.

Kinerja Keuangan Tetap Terjaga Di Tengah Tantangan Pasar

Di tengah tantangan pasar komoditas batu bara yang bergejolak, perusahaan masih mampu menjaga kinerja operasionalnya. Hal ini terlihat dari capaian EBITDA yang tetap berada dalam posisi positif.

Perseroan mencatatkan EBITDA disesuaikan positif sebesar 47,2 juta dolar AS pada 2025. Pencapaian tersebut membantu menjaga kondisi kas perusahaan tetap stabil.

Saldo kas perseroan tercatat sebesar 102,3 juta dolar AS atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki fondasi keuangan yang cukup kuat untuk menjalankan transformasi bisnis.

Namun demikian, perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar 162 juta dolar AS pada tahun 2025. Kerugian tersebut dipengaruhi oleh menurunnya harga batu bara dunia sepanjang tahun tersebut.

Selain faktor harga komoditas, kerugian juga dipengaruhi oleh adanya kerugian non-kas yang bersifat tidak berulang.

Transisi Menuju Bisnis Energi Rendah Karbon

Kerugian non-kas tersebut berasal dari dampak divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mencapai 97 juta dolar AS. Langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk beralih menuju sektor energi yang lebih rendah karbon.

Menurut Juli, rugi akuntansi yang tercatat pada tahap ini merupakan bagian dari proses transisi yang hanya terjadi satu kali. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka potensi arus kas yang lebih berkualitas di masa mendatang.

Selain itu, perusahaan juga melihat bahwa sejumlah aset baru yang mulai menghasilkan pendapatan pada 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi bisnis TBS.

“Keputusan penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang, guna mengakselerasi pertumbuhan pada tiga pilar bisnis masa depan perseroan, yaitu pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik, yang merupakan layanan esensial dengan potensi pertumbuhan yang kuat di Indonesia dan mancanegara," ujarnya.

Strategi ini dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang turut mempengaruhi pasar energi dunia.

"Perseroan memandang diversifikasi bisnis sebagai kunci resiliensi dan mitigasi risiko dalam menghadapi volatilitas pasar energi global," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa strategi tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus berkembang di tengah perubahan pasar energi.

Penguatan Bisnis Hijau Dan Arah Strategi Masa Depan

Selain pengelolaan limbah dan energi terbarukan, perusahaan juga mengembangkan bisnis kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi masa depan. Inovasi dalam ekosistem kendaraan listrik dinilai dapat memberikan kontribusi bagi keberlanjutan energi sekaligus memperluas peluang bisnis.

"Melalui inovasi seperti skema rent-to-own pada ekosistem motor listrik Electrum, TBS tidak hanya memitigasi dampak fluktuasi harga minyak bagi para pekerja sektor informal, tetapi juga memperkokoh fondasi bisnis hijau untuk memastikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang," ujar Juli.

Dengan fundamental perusahaan yang tetap solid, EBITDA disesuaikan yang positif, serta arah strategi regional yang semakin jelas, perseroan optimistis transformasi bisnis ini akan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Optimisme tersebut juga diperkuat oleh perkembangan peta jalan TBS2030 yang menunjukkan kemajuan signifikan.

Perusahaan berhasil menurunkan emisi karbon melalui divestasi dua unit PLTU yang sebelumnya merepresentasikan sekitar 86 persen emisi portofolio pembangkit. Emisi tersebut setara dengan sekitar 1,4 juta ton CO? per tahun berdasarkan profil emisi 2024.

Selain itu, pada November 2025 perusahaan juga meluncurkan Climate Transition Plan (CTP). Program ini menjadi panduan yang lebih komprehensif mengenai langkah dekarbonisasi operasional serta pengelolaan portofolio perusahaan.

"Pencapaian ini membawa perseroan semakin dekat menuju target netral karbon pada tahun 2030 dalam visi Towards a Better Society," ujar Juli.

Sepanjang tahun 2025, TBS juga melakukan penataan ulang portofolio bisnis secara menyeluruh sebagai bagian dari langkah strategic repositioning untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan.

"Langkah ini dilakukan secara terukur dan proaktif untuk memperkuat kualitas neraca, serta mengarahkan portofolio perseroan ke sektor dengan profil pertumbuhan pendapatan yang lebih stabil dan potensi valuasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang," ujar Juli.

Tonggak strategis lain yang dicapai pada tahun tersebut adalah penyelesaian akuisisi Sembcorp Environment yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment.

"Akuisisi ini secara instan memperkuat posisi TBS sebagai salah satu pemimpin pangsa pasar dalam pengelolaan limbah di Singapura, sekaligus meningkatkan kapasitas aset perseroan untuk mendukung pertumbuhan pendapatan jangka panjang," ujar Juli.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Batam Berpotensi Menjadi Gerbang Ekspor UMKM Menuju Pasar Global

Batam Berpotensi Menjadi Gerbang Ekspor UMKM Menuju Pasar Global

Kementan Targetkan Produksi Gula Nasional 3 Juta Ton 2026

Kementan Targetkan Produksi Gula Nasional 3 Juta Ton 2026

Kemendag Harap Diskon Lebaran Mampu Mendorong Daya Beli Masyarakat

Kemendag Harap Diskon Lebaran Mampu Mendorong Daya Beli Masyarakat

Indonesia Dorong Reformasi Pertanian Agar Kesejahteraan Petani Meningkat Signifikan

Indonesia Dorong Reformasi Pertanian Agar Kesejahteraan Petani Meningkat Signifikan

Menaker Ingatkan Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Human Skills Bagi Pemuda

Menaker Ingatkan Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Human Skills Bagi Pemuda