Industri Pertambangan Indonesia Percepat Transisi Energi Rendah Karbon Demi Masa Depan
- Kamis, 12 Maret 2026
JAKARTA - Transformasi energi di sektor pertambangan Indonesia menjadi fokus utama saat ini.
Para pelaku industri gencar menerapkan praktik rendah emisi untuk menjaga daya saing. Hal ini sejalan dengan meningkatnya biaya energi dan tuntutan global terhadap keberlanjutan operasional tambang.
Sektor pertambangan menyumbang sekitar 10,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia. Meski demikian, ketergantungan pada bahan bakar fosil masih tinggi untuk pembangkit listrik dan armada operasional di lokasi terpencil. Penggunaan bahan bakar fosil yang masif berpengaruh pada efisiensi biaya dan pasokan energi.
Baca JugaTransformasi Digital di Industri Tekstil Dorong Kebangkitan Sektor Manufaktur
Di tingkat global, pertambangan diperkirakan menyumbang 4–7 persen emisi gas rumah kaca dunia. Dengan posisi strategis tersebut, transformasi menuju green mining menjadi bagian penting dari upaya penurunan emisi nasional. Target nasional menurunkan emisi hingga 31,89 persen pada 2030 mendorong sektor ini melakukan inovasi energi rendah karbon.
Tantangan dan Peluang Green Mining
Ketua Komite Komunikasi & Government Relations APBI-ICMA, Aditya Pratama, menekankan kesiapan industri pertambangan Indonesia untuk mengadopsi praktik green mining. Namun implementasinya perlu dilakukan bertahap sesuai kesiapan setiap site.
“Ketergantungan dengan energi fosil khususnya di Indonesia itu memang masih sangat besar dan juga penyumbang PDB ya. Artinya dengan adanya transisi energi ini, saya pribadi dari POV saya memang sangat bagus, ramah energi lah itu salah satunya,” ujar dia.
Transformasi green mining kini dianggap kebutuhan jangka panjang. Tantangannya adalah mempercepat implementasi dengan dukungan ekosistem teknologi yang siap. Kolaborasi antara industri, pemerintah, dan penyedia solusi menjadi kunci keberhasilan.
Selain itu, pendekatan sistem energi yang menyeluruh diperlukan untuk setiap tambang. Integrasi sumber energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, dan teknologi pemantauan operasional menjadi strategi utama. Hal ini diharapkan mampu menekan emisi sekaligus menjaga kontinuitas operasi.
Pemanfaatan Energi Surya di Lokasi Tambang
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mulai diterapkan di area tambang untuk mengurangi ketergantungan pada diesel. Selain mengurangi emisi, PLTS mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional. Dukungan sistem penyimpanan energi baterai membuat pasokan listrik lebih adaptif terhadap kebutuhan dinamis.
CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menyampaikan strategi green mining efektif harus disesuaikan dengan karakter tiap site tambang.
“Kalau dari sisi kita, kalau ngeliatin jumlah pemakaian listrik dan juga diesel itu bisa dibilang mining industri nomor satu di Indonesia. Jadi kalau dari sisi peluang bisnis juga jadi industri yang potensi terbesar untuk kita lalu untuk mendeliver cost saving itu,” katanya.
Dengan integrasi energi surya, penyimpanan baterai, dan sistem monitoring, perusahaan tambang dapat menekan emisi sekaligus menjaga efisiensi. Pendekatan ini menjadi solusi tepat menghadapi kebutuhan energi rendah karbon. PLTS dan BESS diharapkan mendorong operasional yang lebih modern dan berkelanjutan.
Elektrifikasi Armada Operasional
Selain pembangkitan energi, elektrifikasi armada operasional menjadi langkah strategis berikutnya. Mobilitas armada merupakan salah satu komponen penting dalam rantai operasional tambang. Transformasi kendaraan listrik memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan dan efisiensi biaya.
CEO SUN Mobility, Karina Darmawan, menekankan implementasi elektrifikasi harus menyesuaikan karakter tambang. Mulai dari jenis armada, rute operasional, intensitas penggunaan, hingga kesiapan infrastruktur pengisian daya harus diperhitungkan.
“Jadi memang solusi transformasi ke kendaraan listrik ini yang perlu dipastikan satu infrastrukturnya. Sama seperti di Jakarta ya, ketika kita mau mengganti ke mobil listrik, pertanyaan kita pertama nanti saya mengecasnya dimana? Karena semua yang ditakutkan adalah jangan sampai tidak cukup energinya. Jadi satu yang biasa kita lakukan, kita juga termasuk electrification planning,” jelasnya.
Jika dirancang tepat, elektrifikasi armada mampu menekan emisi, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan sistem operasional yang lebih modern. Hal ini mendukung integrasi green mining secara menyeluruh. Armada listrik menjadi bagian dari transformasi energi rendah karbon yang konkret.
Pendekatan Energi Terintegrasi
SUN Energy telah mulai menerapkan pendekatan energi terintegrasi di beberapa site tambang. Integrasi ini mencakup PLTS, sistem penyimpanan energi baterai, infrastruktur pengisian kendaraan listrik, dan elektrifikasi armada operasional. Strategi ini mendukung transformasi operasi tambang lebih efisien dan rendah emisi.
Kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan penyedia solusi menjadi faktor penting kesuksesan implementasi green mining. Pendekatan terintegrasi memungkinkan setiap site tambang menyesuaikan sistem energi dengan kebutuhan spesifik. Dengan demikian, sektor pertambangan tetap berdaya saing sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional.
Implementasi green mining yang terencana dapat menekan ketergantungan energi fosil dan mengoptimalkan biaya operasional. Selain itu, keberlanjutan operasional menjadi lebih terukur dan modern. Upaya ini menunjukkan komitmen industri pertambangan Indonesia dalam mendukung transisi energi rendah karbon secara nyata.
Manfaat dan Dampak Transformasi Energi
Transformasi menuju green mining bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga efisiensi dan profitabilitas. Penggunaan energi terbarukan dan kendaraan listrik menekan biaya operasional dan memperkuat kontinuitas kerja. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tambang menyeimbangkan aspek ekonomi dan keberlanjutan.
Dengan sistem energi terintegrasi, setiap operasional tambang lebih adaptif terhadap fluktuasi permintaan energi. Hal ini menurunkan risiko gangguan pasokan listrik dan bahan bakar fosil. Keuntungan ini meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.
Secara keseluruhan, upaya transformasi industri pertambangan Indonesia menunjukkan kesiapan menghadapi era energi rendah karbon. Integrasi teknologi, elektrifikasi armada, dan kolaborasi antar stakeholder menjadi strategi utama. Implementasi green mining yang efektif akan menjaga keberlanjutan, efisiensi, dan daya saing sektor pertambangan nasional.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Lando Norris Bersiap Tunjukkan Performa Maksimal Raih Kemenangan Lagi di GP China
- Kamis, 12 Maret 2026
Berita Lainnya
Lando Norris Bersiap Tunjukkan Performa Maksimal Raih Kemenangan Lagi di GP China
- Kamis, 12 Maret 2026








