Kamis, 02 April 2026

Mendag Ungkap Bukti Harga Bapok Ramadan–Lebaran 2026 Lebih Murah untuk Semua

Mendag Ungkap Bukti Harga Bapok Ramadan–Lebaran 2026 Lebih Murah untuk Semua
Mendag Ungkap Bukti Harga Bapok Ramadan–Lebaran 2026 Lebih Murah untuk Semua

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan harga sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami tren penurunan selama Ramadan–Idulfitri 2026. 

Kondisi ini membuat masyarakat lebih mudah merencanakan pengeluaran rumah tangga. Tren harga yang stabil juga menandakan distribusi dan pasokan barang berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Menurut Budi, pergerakan harga harian pada periode Ramadan–Lebaran berlangsung normal. Tidak ada lonjakan harga yang mengkhawatirkan di pasar. Hal ini menunjukkan efektivitas pengawasan dan pengendalian harga pemerintah.

Baca Juga

Harga BBM Stabil, Pertamina dan SPBU Swasta Tetap Komitmen Melayani Konsumen

“Dibandingkan periode Ramadan-Idulfitri tahun lalu, harga bapok periode tahun ini cenderung turun, antara lain, untuk beras, gula pasir, Minyakita, bawang merah, cabai, dan bawang putih. Kenaikan harga terjadi bertahap menjelang Idulfitri, kemudian ada normalisasi setelahnya tanpa gejolak harga signifikan,” ungkap Budi.

Harga Beras Turun Tipis Dibanding Tahun Lalu

Secara tahunan, harga nasional beras medium pada Maret 2026 berada di level Rp 13.681/kg. Angka ini menunjukkan penurunan 0,19% dibanding Maret 2025. Sedangkan beras premium tercatat Rp 15.340/kg, turun 0,23% dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan harga beras ini memberi ruang bagi konsumen untuk membeli dengan lebih hemat. Selain itu, harga yang stabil membantu pedagang merencanakan stok dan distribusi. Hal ini juga mencegah spekulasi yang dapat memicu fluktuasi harga di pasaran.

Budi menambahkan, stabilnya harga beras menjadi indikator keberhasilan kebijakan pemerintah dalam mengendalikan pangan. Hal ini memberi kepastian bagi masyarakat. Keberlanjutan harga yang terkontrol diharapkan tetap terjaga hingga Lebaran nanti.

Minyakita dan Cabai Alami Penurunan Signifikan

Minyakita menjadi salah satu komoditas dengan penurunan harga terbesar. Saat ini, harga minyak goreng curah berada di Rp 15.890 per liter, turun 7,89% yoy. Penurunan ini membantu masyarakat membeli kebutuhan dapur dengan lebih hemat.

Selain minyak, komoditas cabai juga tercatat menurun. Cabai merah keriting kini Rp 40.943/kg, turun 16,27% yoy. Sementara cabai rawit merah berada di Rp 77.589/kg, turun 7,46% yoy dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan harga cabai ini sangat dirasakan konsumen. Harga lebih terjangkau membantu menekan biaya masak harian. Stabilnya harga bawang dan cabai juga menambah rasa aman bagi pedagang di pasar tradisional maupun modern.

Gula Pasir dan Bawang Turun Moderat

Harga gula pasir curah tercatat Rp 17.956/kg, turun 0,98% yoy. Sementara bawang merah berada di Rp 40.450/kg, turun 5,16% yoy. Penurunan ini menunjukkan ketersediaan stok barang cukup untuk memenuhi permintaan selama Ramadan.

Bawang putih honan juga mengalami penurunan signifikan, mencapai 15,04% yoy menjadi Rp 36.416/kg. Konsumen di kota maupun desa dapat memanfaatkan kondisi harga ini untuk berbelanja lebih efisien. Pedagang juga mendapat manfaat karena harga relatif stabil dan tidak fluktuatif.

Budi menekankan bahwa kombinasi stabilnya harga berbagai komoditas pokok menjadi bukti efektivitas pengendalian harga. Hal ini penting untuk mencegah lonjakan inflasi. Kestabilan harga juga mendorong perputaran ekonomi di sektor pangan.

Optimisme Pemerintah Terhadap Inflasi dan Pasokan

Pemerintah optimistis inflasi pada Maret 2026 tetap terkendali. Stabilnya harga bapok menunjukkan kebijakan pengendalian berjalan efektif. Inflasi yang rendah memberi ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat selama Ramadan dan Lebaran.

“Dengan kondisi harga yang lebih stabil serta dukungan kebijakan pengendalian yang efektif, pemerintah optimis bahwa inflasi pada Maret 2026 akan tetap terjaga dalam kisaran yang lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Budi. 

Pernyataan ini memberi sinyal positif bagi masyarakat dan pelaku usaha. Dukungan pemerintah diharapkan terus memperkuat distribusi barang pokok di seluruh daerah.

Langkah-langkah pengawasan harga dan stok akan terus dilakukan. Hal ini memastikan pasokan tetap tersedia hingga setelah Lebaran. Dengan strategi ini, masyarakat dapat merayakan Idulfitri tanpa khawatir gejolak harga pangan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OIKN Prioritaskan Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN

OIKN Prioritaskan Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN

Carmen H2H dan Prabowo Kompak Tunjukkan Simbol Finger Heart Bersama

Carmen H2H dan Prabowo Kompak Tunjukkan Simbol Finger Heart Bersama

Tips Membuat Ayam Teriyaki di Rice Cooker, Lauk Rumah Lebih Nikmat

Tips Membuat Ayam Teriyaki di Rice Cooker, Lauk Rumah Lebih Nikmat

Panduan Menyimpan Selai Kacang dengan Aman di Kulkas atau Suhu Ruang

Panduan Menyimpan Selai Kacang dengan Aman di Kulkas atau Suhu Ruang

Resep Telur Dadar Barendo Kriuk, Sajian Lezat dan Praktis

Resep Telur Dadar Barendo Kriuk, Sajian Lezat dan Praktis