Breaking

Perbankan Syariah Pilih Jalur Organik Perluas Market Share

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 27 April 2026
Perbankan Syariah Pilih Jalur Organik Perluas Market Share
ILUSTRASI, Perbankan Syariah

JAKARTA – Sektor perbankan syariah menyusun strategi ekspansi organik guna mendongkrak market share nasional tanpa harus menempuh jalur konsolidasi atau merger besar.

Pelaku industri keuangan syariah saat ini cenderung memilih penguatan modal secara mandiri.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap unit bisnis tetap lincah dalam merespons kebutuhan pasar yang spesifik.

"Saat ini kami belum ada rencana untuk melakukan konsolidasi atau merger karena fokus kami masih pada pertumbuhan organik," ungkap Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Waluyo, sebagaimana dilansir dari keuangan.kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Yuwono menjelaskan bahwa optimalisasi layanan digital menjadi kunci utama dalam menjaring nasabah baru dari generasi muda.

Pertumbuhan aset yang stabil diyakini mampu membawa industri ini mencapai target pangsa pasar di angka 10 persen.

"Konsolidasi memang merupakan salah satu cara, namun pertumbuhan organik yang sehat juga sangat memungkinkan untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah," tutur Sekretaris Perusahaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Gunawan A. Hartoyo, mengutip keuangan.kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Gunawan menekankan pentingnya sinergi antara ekosistem halal dan layanan perbankan untuk memperkuat posisi industri di tingkat global.

Transformasi layanan menjadi prioritas demi memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih efisien bagi masyarakat luas.

Penetrasi produk keuangan berbasis syariah juga terus diperluas ke berbagai pelosok daerah melalui kolaborasi agen laku pandai.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan struktur industri agar memiliki daya saing yang lebih kompetitif.

Meskipun jalur penggabungan usaha belum diminati secara luas, penguatan permodalan tetap menjadi syarat mutlak bagi bank yang ingin naik kelas.

Strategi ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara profitabilitas dan inklusi keuangan di tanah air.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua