Breaking

Fokus LPKR di Segmen Menengah Hasilkan Marketing Sales Rp1,95 Triliun

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 05 Mei 2026
Fokus LPKR di Segmen Menengah Hasilkan Marketing Sales Rp1,95 Triliun
ILUSTRASI, PT Lippo Karawaci Tbk

JAKARTA – LPKR mencatat marketing sales Rp1,95 triliun pada kuartal I/2026 dengan dukungan dominan dari penjualan rumah tapak di berbagai proyek township unggulan.

Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berhasil menunjukkan performa yang solid di awal tahun dengan mengamankan pra penjualan yang signifikan. Angka tersebut mencerminkan realisasi sebesar 32% dari target setahun penuh perusahaan yang dipatok sebesar Rp6 triliun.

CEO LPKR John Riady mengungkapkan bahwa momentum pertumbuhan pada sektor penjualan properti masih terus berlanjut secara konsisten hingga saat ini. Penjualan tersebut membuktikan bahwa strategi pasar yang diterapkan oleh perseroan mampu merespons kebutuhan konsumen dengan sangat efektif.

“Permintaan tetap terkonsentrasi pada rumah tapak, khususnya produk di segmen terjangkau dan menengah, yang menjadi fokus utama strategi kami. Kami akan terus berfokus pada eksekusi di seluruh proyek township kami, sembari tetap menjaga pendekatan yang pruden dalam pengelolaan modal dan operasional,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

John Riady juga memaparkan bahwa pencapaian pada kuartal I/2026 ini sangat dipengaruhi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian horizontal. Baik segmen hunian dengan harga terjangkau maupun kelas premium di berbagai wilayah operasional memberikan kontribusi yang merata.

Produk kategori rumah tapak memberikan kontribusi dominan sebesar 84% dari keseluruhan total pra penjualan yang dibukukan oleh perseroan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasar dari kalangan pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) serta end-user masih sangat kuat.

Keberhasilan dalam meraih angka penjualan tersebut juga didorong oleh kehadiran proyek-proyek baru seperti Park Serpong Phase 7. Selain itu, koleksi produk dari Neo 5ense Collection di kawasan Cikarang turut memperkuat posisi tawar perusahaan di pasar properti.

Pengembangan-pengembangan baru ini secara strategis berhasil menangkap permintaan dari segmen pasar massal yang menginginkan hunian berkualitas. LPKR pun semakin memantapkan diri sebagai salah satu pemain utama yang menguasai ceruk pasar rumah tapak nasional.

Jika dilihat dari tingkat Lippo Karawaci (Holdco), sektor residensial mampu menyumbangkan pendapatan sebesar Rp1,22 triliun bagi total penjualan. Sementara itu, sektor unit komersial memberikan tambahan nilai sebesar Rp156 miliar serta penjualan kavling tanah senilai Rp30 miliar.

Penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills juga terpantau masih stabil dengan menyumbangkan angka sebesar Rp33 miliar. Diversifikasi produk ini memungkinkan perusahaan untuk menjaga aliran pendapatan dari berbagai sub-sektor properti yang berbeda.

“Momentum penjualan juga diperkuat oleh peluncuran produk baru di Park Serpong Phase 7 pada kuartal I/2026, yaitu Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops, yang ditawarkan dengan harga terjangkau dan didorong oleh tingginya permintaan di segmen hunian terjangkau,” paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski kondisi makroekonomi global saat ini masih dipenuhi ketidakpastian, LPKR tetap mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,80 triliun. Perusahaan juga membukukan EBITDA sebesar Rp337 miliar serta laba bersih yang mencapai angka Rp107 miliar.

Indikator keuangan lainnya juga menunjukkan tren positif dengan membaiknya arus kas dari aktivitas operasional sebesar 20% YoY. Arus kas operasional tersebut tercatat mencapai Rp499 miliar yang didukung oleh peningkatan penerimaan pembayaran dari para pelanggan.

LPKR berhasil mengakhiri periode kuartal I/2026 ini dengan memiliki posisi kas yang cukup kuat sebesar Rp1,62 triliun. Likuiditas yang terjaga ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan proyek-proyek mendatang secara berkelanjutan.

Di sisi lain, segmen gaya hidup atau lifestyle LPKR terpantau masih mencatatkan kinerja yang sangat solid dan stabil. Segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp310 miliar dengan perolehan EBITDA sebesar Rp103 miliar pada periode yang sama.

Laba bersih dari segmen gaya hidup ini tercatat mencapai Rp55 miliar meskipun kondisi pasar secara umum sedang melandai. Ketahanan performa ini merupakan hasil dari berbagai langkah inisiatif efisiensi operasional yang telah diterapkan secara ketat.

Secara operasional, rata-rata tarif kamar hotel yang dikelola perusahaan tetap stabil berada di angka Rp639.000. Layanan perhotelan tetap menjadi salah satu penyokong bisnis yang memberikan kontribusi rutin bagi arus kas perusahaan.

Bisnis pusat perbelanjaan atau mal juga memperlihatkan tren pemulihan yang cukup menjanjikan dengan kenaikan jumlah kunjungan pengunjung. Tercatat ada peningkatan sebesar 6% YoY dengan jumlah kunjungan mencapai 11,5 juta orang setiap bulannya.

Peningkatan trafik pengunjung mal ini menjadi indikator positif bagi kelanjutan pemulihan sektor ritel di bawah naungan grup. Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa seluruh lini bisnis LPKR sedang berada dalam jalur pertumbuhan yang tepat.

Secara keseluruhan, realisasi target penjualan di awal tahun ini memberikan landasan yang optimis bagi manajemen untuk sisa tahun 2026. Fokus pada hunian terjangkau diprediksi tetap akan menjadi motor utama penggerak bisnis perusahaan ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua