Kamis, 14 Mei 2026

Askrindo Raih Premi Rp 1,16 Triliun pada Kuartal I 2026 Tumbuh 10 Persen

Askrindo Raih Premi Rp 1,16 Triliun pada Kuartal I 2026 Tumbuh 10 Persen
ILUSTRASI, askrindo (Sumber Gambar : Net)

SEMARANG - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menorehkan kenaikan premi pada permulaan tahun 2026. Sampai dengan Maret 2026, perseroan berhasil mengumpulkan premi mencapai Rp 1,16 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 10% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso menjelaskan bahwa perolehan premi ini dipicu oleh kenaikan drastis pada sektor asuransi umum yang meningkat hingga 44% yoy. Selaras dengan kenaikan premi tersebut, keuntungan perseroan pun turut meroket sebesar 77% yoy pada kuartal I-2026.

“Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai berkualitas. Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko,” kata Mahelan dalam media gathering di Semarang, Kamis (7/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Baca Juga

Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

Mahelan menyatakan bahwa Askrindo tetap berkomitmen memperkokoh manajemen risiko mulai dari tahapan underwriting sampai manajemen klaim demi mempertahankan mutu portofolio bisnis di tengah situasi industri asuransi kredit yang dinamis.

“Kami membangun pendekatan mitigasi risiko secara end-to-end, dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi dalam underwriting, memperkuat kolaborasi dengan mitra perbankan, serta meningkatkan efektivitas proses klaim dan recovery,” tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, Askrindo menjalankan diversifikasi portofolio melalui pengokohan bisnis penugasan dari pemerintah, pengembangan pada segmen BUMN dan korporasi, hingga perluasan bisnis ritel seperti asuransi mikro, parametrik, travel insurance, dan kendaraan bermotor.

Mahelan lebih lanjut memprediksi prospek industri asuransi kredit tetap cerah sejalan dengan target ekspansi kredit perbankan yang berada di rentang 8%-12% pada tahun 2026.

“Kami optimistis terhadap peluang pertumbuhan di 2026, terutama dengan meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di berbagai sektor. Namun, kuncinya tetap tumbuh dengan kualitas, bukan hanya mengejar volume,” tutup Mahelan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tujuh Emiten Cairkan Dividen Hari Ini Investor Panen Cuan

Tujuh Emiten Cairkan Dividen Hari Ini Investor Panen Cuan

CDIA Bagikan Dividen Final 40 Juta Dolar AS Cair Awal Juni 2026

CDIA Bagikan Dividen Final 40 Juta Dolar AS Cair Awal Juni 2026

Siloam Raup Laba 1,16 Triliun Rupiah Namun Absen Dividen Tahun Ini

Siloam Raup Laba 1,16 Triliun Rupiah Namun Absen Dividen Tahun Ini

PANR Berikan Dividen Rp41,62 Miliar Setara 46,59 persen Laba Bersih

PANR Berikan Dividen Rp41,62 Miliar Setara 46,59 persen Laba Bersih

Wall Street Tertekan Jual Saham Chip dan Kenaikan Inflasi AS

Wall Street Tertekan Jual Saham Chip dan Kenaikan Inflasi AS