Kepemilikan WBSA Terpusat BEI Tetapkan Status HSC
- Minggu, 10 Mei 2026
JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi pada Jumat (8/5/2026).
Keputusan ini diambil setelah otoritas melakukan evaluasi pada struktur kepemilikan saham perusahaan yang menunjukkan adanya dominasi oleh pemegang saham tertentu. Penetapan status ini dilakukan BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan merujuk pada data kepemilikan saham per tanggal 7 Mei 2026.
Meski demikian, pihak otoritas bursa memberikan penjelasan khusus mengenai makna dari status tersebut terkait kepatuhan emiten di pasar modal.
Baca JugaSupport Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci
"Pengumuman HSC ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal," demikian bunyi pengumuman BEI dan KSEI pada Jumat (8/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sekelompok pemegang saham tertentu menguasai 95,82 persen dari total saham WBSA secara akumulatif. Kondisi ini mengakibatkan sangat terbatasnya porsi saham yang dimiliki oleh masyarakat luas.
WBSA merupakan perusahaan di sektor logistik yang baru saja melaksanakan pencatatan saham perdana (IPO) pada 10 April 2026 dengan melepas 1,8 miliar saham baru. Saat itu, harga penawaran perdana dipatok sebesar Rp 168 per saham, sehingga emiten sukses mengantongi dana Rp 302,4 miliar.
Tiga Beruang Kalifornia tercatat sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 79,01 persen atau setara 6,85 miliar saham. Selain itu, terdapat investor institusi lain yang memiliki porsi cukup besar, yaitu Caerdydd Investments sebesar 4,87 persen, Lion Trust sebesar 4,11 persen, serta Zico Trust sebanyak 3,74 persen.
Pada penutupan perdagangan hari Jumat, harga saham WBSA tercatat mengalami penurunan tajam sebesar 9,69 persen atau jatuh 140 poin ke level Rp 1.305 per saham. Walaupun merosot, nilai tersebut tetap jauh di atas harga penawaran perdana pada bulan sebelumnya.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk. mengelola operasional bisnis di beragam sektor transportasi dan logistik. Lingkup usahanya mencakup angkutan multimoda, manajemen pergudangan, fasilitas cold storage, kegiatan di kawasan berikat, hingga fungsinya sebagai perusahaan holding.
Gemilang Ramadhan
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kolaborasi Nasional, Gerakan Indonesia ASRI Libatkan Semua Elemen Bangsa
- Kamis, 16 April 2026
Peran Krusial Tendik Dorong Kualitas Kampus Adaptif Berkelanjutan Nasional
- Jumat, 10 April 2026












