Kamis, 14 Mei 2026

PMUI Targetkan Omzet Tumbuh 10 Persen pada 2026 Usai Divestasi GRPM

PMUI Targetkan Omzet Tumbuh 10 Persen pada 2026 Usai Divestasi GRPM
Gedung PMUI (Sumber Gambar : idxchannel.com)

JAKARTA – Emiten distributor PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk. (PMUI) menetapkan target pertumbuhan pendapatan sebesar 10% untuk tahun 2026, walaupun saat ini perusahaan sedang menjalankan proses pelepasan kepemilikan saham di PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM). 

Untuk tahun 2026, pihak manajemen memproyeksikan penjualan meningkat sekitar 10% dengan target laba bersih kembali mencapai angka Rp40 miliar setelah proses konsolidasi selesai.

Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, menjelaskan bahwa andil GRPM terhadap perusahaan saat ini tidak begitu besar. Oleh karena itu, rencana divestasi tersebut diyakini tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi operasional maupun performa keuangan PMUI. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kontribusi GRPM tidak terlalu signifikan, jadi saya rasa tidak berpengaruh apa pun,” ujarnya dalam acara Paparan Publik, Senin (11/5/2026).

Sebelumnya, tepat pada 12 Februari 2026, PMUI telah menyepakati termsheet non-binding terkait rencana akuisisi saham GRPM oleh PT Tunas Binatama Lestari yang terafiliasi dengan Rimau Group. Lewat transaksi tersebut, PMUI berniat melepas 70,67% kepemilikan saham di GRPM. 

Agus menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis perseroan dalam melakukan diversifikasi bisnis, termasuk peluang pengembangan di sektor perhotelan melalui anak usaha baru. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami punya anak usaha hotel dan saat ini masih dalam tahap kajian serta penyusunan strategi,” katanya.

Baca Juga

Kinerja Solid, BSI Perkuat Fundamental ESG

Menurut penjelasannya, upaya diversifikasi ini dilakukan guna memperkokoh kinerja perusahaan di tengah perkembangan industri distribusi. Di waktu yang sama, PMUI tetap berkomitmen menjaga pertumbuhan pada sektor distribusi telekomunikasi sebagai penyumbang pendapatan terbesar. 

PMUI sendiri merupakan distributor produk XLSmart dari PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL). Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami fokus menjaga pertumbuhan distribusi telekomunikasi. Penggabungan XLSmart ini akan berdampak positif ke perseroan,” katanya.

Untuk meningkatkan pendapatan, perseroan berencana melakukan ekspansi ke wilayah distribusi yang belum tergarap secara maksimal. Hingga kini, PMUI mengoperasikan total 93 area yang tersebar dari wilayah Aceh hingga Sulawesi Tengah. 

Ia juga menyebutkan bahwa sumber pendapatan utama PMUI tetap berasal dari komisi penjualan produk XLSmart yang diharapkan konsisten di masa depan.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal I/2026, PMUI berhasil meraup pendapatan Rp1,18 triliun, atau tumbuh 23,11% dari angka Rp963,03 miliar di periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 80,70% menjadi Rp9,55 miliar dibanding Rp5,28 miliar pada kuartal I/2025. 

Detail pendapatan pada kuartal I/2026 terdiri dari produk telekomunikasi senilai Rp836,62 miliar, produk perawatan Rp118,14 miliar, sektor makanan dan minuman Rp180,77 miliar, serta pendapatan jasa dan komisi sebesar Rp50,08 miliar.

Sepanjang tahun 2025, PMUI mencatatkan total pendapatan Rp3,83 triliun, sedikit melandai dari capaian Rp3,89 triliun di tahun 2024. Sementara itu, laba bersih perusahaan terkoreksi menjadi Rp38,9 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp53,8 miliar.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

IHSG Hari Ini Diprediksi Rawan Koreksi Menjelang Libur Panjang

IHSG Hari Ini Diprediksi Rawan Koreksi Menjelang Libur Panjang

Tujuh Emiten Cairkan Dividen Hari Ini Investor Panen Cuan

Tujuh Emiten Cairkan Dividen Hari Ini Investor Panen Cuan

CDIA Bagikan Dividen Final 40 Juta Dolar AS Cair Awal Juni 2026

CDIA Bagikan Dividen Final 40 Juta Dolar AS Cair Awal Juni 2026

Siloam Raup Laba 1,16 Triliun Rupiah Namun Absen Dividen Tahun Ini

Siloam Raup Laba 1,16 Triliun Rupiah Namun Absen Dividen Tahun Ini