Kamis, 14 Mei 2026

GRPM Fokus Ekspansi Penjualan AMDK dan Efisiensi Bisnis pada 2026

GRPM Fokus Ekspansi Penjualan AMDK dan Efisiensi Bisnis pada 2026
PT Graha Prima Mentari Tbk.(GRPM) (Sumber Gambar : emitennews.com)

JAKARTA – Emiten yang bergerak di bidang distribusi Coca Cola, PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM), tengah menyusun langkah ekspansi bisnis untuk tahun 2026 dengan memberikan fokus lebih pada penjualan produk air minum dalam kemasan (AMDK).

Direktur Utama GRPM, Agus Susanto, menjelaskan bahwa pihak perseroan akan meneruskan beberapa strategi pengembangan usaha yang sudah berjalan, seperti menambah produk dan prinsipal, memperluas jangkauan distribusi, melakukan efisiensi biaya operasional, hingga langkah tegas menutup area yang dianggap tidak memberikan hasil optimal secara bisnis.

“Pada awal tahun 2026 ini, perseroan mulai lebih memfokuskan diri kepada produk-produk yang memberikan pertumbuhan lebih baik, antara lain air mineral dalam kemasan [AMDK],” sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (11/5/2026).

Baca Juga

Kinerja Solid, BSI Perkuat Fundamental ESG

Menurut penjelasan Agus, kategori AMDK dianggap mempunyai prospek yang sangat cerah lantaran berhasil mencatatkan pertumbuhan positif serta selaras dengan pergeseran minat konsumen yang kini lebih mengutamakan gaya hidup sehat. 

Strategi yang dicanangkan perseroan pada 2026 mencakup penambahan produk dan prinsipal, perluasan wilayah operasi, penghematan biaya, serta penghentian operasional di wilayah yang tidak efektif.

Hingga saat ini, wilayah operasional GRPM telah menjangkau berbagai titik seperti Medan, Pekanbaru, Cirebon, Sumedang, Bandung, Purwakarta, Cianjur, Bali, hingga Balikpapan. 

Di sisi lain, anak usaha perseroan yakni PT Tri Usaha Jaya (TUJ) juga mempunyai jaringan distribusi di area Jawa Tengah dan Yogyakarta, meliputi Magelang, Solo, Tegal, Kudus, sampai Yogyakarta.

Terkait performa keuangan, GRPM mencatatkan angka penjualan senilai Rp754,4 miliar pada tahun 2025, angka ini naik jika dibandingkan dengan raihan Rp705,5 miliar pada tahun 2024. Walaupun begitu, laba bersih perseroan mengalami penurunan menjadi Rp4,36 miliar dari posisi Rp4,78 miliar di tahun sebelumnya.

Agus menyatakan bahwa kenaikan penjualan tersebut merupakan pencapaian yang baik bagi perseroan di tengah situasi sulit yang menekan perusahaan distributor lainnya. 

“Kenaikan penjualan ini menjadi catatan baik yang diperoleh GRPM di tengah banyaknya penurunan penjualan yang dialami perusahaan dalam industri sejenis,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tercatat pula total aset yang dimiliki perseroan adalah sebesar Rp185,7 miliar dengan jumlah ekuitas menyentuh Rp89,7 miliar. 

Dalam RUPST yang dilaksanakan pada Senin (11/5/2026), para pemegang saham menyepakati tujuh poin utama rapat, di antaranya pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih, pemilihan akuntan publik, hingga restrukturisasi pengurus perseroan.

Mengenai pemanfaatan laba bersih, GRPM menetapkan kebijakan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Seluruh laba bersih yang didapat akan dialokasikan untuk memperkokoh struktur modal perseroan. 

Selain itu, rapat tersebut secara resmi menerima pengunduran diri Hendriyanto Liem dari jabatan direksi perseroan.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

IHSG Hari Ini Diprediksi Rawan Koreksi Menjelang Libur Panjang

IHSG Hari Ini Diprediksi Rawan Koreksi Menjelang Libur Panjang

Tujuh Emiten Cairkan Dividen Hari Ini Investor Panen Cuan

Tujuh Emiten Cairkan Dividen Hari Ini Investor Panen Cuan

CDIA Bagikan Dividen Final 40 Juta Dolar AS Cair Awal Juni 2026

CDIA Bagikan Dividen Final 40 Juta Dolar AS Cair Awal Juni 2026

Siloam Raup Laba 1,16 Triliun Rupiah Namun Absen Dividen Tahun Ini

Siloam Raup Laba 1,16 Triliun Rupiah Namun Absen Dividen Tahun Ini