Kamis, 14 Mei 2026

Kinerja TBIG Turun 0,79 Persen Akibat Konsolidasi Operator

Kinerja TBIG Turun 0,79 Persen Akibat Konsolidasi Operator
Ilustrasi tower telekomunikasi TBIG (Sumber Gambar : insight.kontan.co.id)

JAKARTA – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengumumkan laporan terkait penurunan kinerja keuangan perseroan untuk masa kuartal pertama tahun 2026.

Situasi ini merupakan efek dari adanya konsolidasi operator telekomunikasi yang mengakibatkan pendapatan terhambat sehingga berdampak pada perolehan laba bersih perusahaan. 

Merujuk pada laporan keuangan per 31 Maret 2026, total pendapatan yang diperoleh TBIG adalah senilai Rp 1,71 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan tipis sebesar 0,79% secara Year-on-Year (YoY) apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp 1,73 triliun.

Pada aspek laba bersih, TBIG membukukan angka Rp 405,61 miliar pada kuartal I-2026. Hasil ini menyusut sebesar 5,61% YoY dari pencapaian kuartal I-2025 yang sebelumnya berada di angka Rp 429,23 miliar.

Baca Juga

Bazar HUT ke-65 Hutama Karya buka peluang pasar dan kolaborasi bagi UMKM

Meninjau bagian operasional, sampai pada pengujung Maret 2026, perseroan mencatatkan 41.764 penyewaan dengan rincian 24.666 situs telekomunikasi. 

Infrastruktur ini mencakup 24.558 menara telekomunikasi serta 108 jaringan DAS. Selama triwulan pertama tahun 2026, total penyewa menara tercatat sebanyak 41.656 tenant, yang membuat rasio kolokasi atau tenancy ratio berada pada posisi 1,70 kali.

Wakil Presiden Direktur & CEO Tower Bersama Infrastructure, Hardi Wijaya Liong, menjelaskan bahwa perseroan mendapatkan pertumbuhan pesanan yang signifikan pada kuartal pertama 2026.

“Yakni, dengan penambahan 808 penyewaan bruto ke dalam portofolio kami, yang terdiri dari 599 sites telekomunikasi baru dan 209 kolokasi,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hardi Wijaya Liong turut menginformasikan bahwa meskipun penambahan penyewaan bersih terdampak oleh penghentian kontrak dari XLSmart yang baru melakukan penggabungan, namun level permintaan dasar tetap menunjukkan tren yang positif.

Pada perkembangan lain, Research Analyst CGS International Sekuritas, Bob Setiadi dan Rut Yesika Simak, melakukan pemutakhiran asumsi kinerja TBIG hingga akhir 2026 berdasarkan data operasional terbaru. 

Mereka memangkas estimasi jumlah menara dan penyewa untuk masa 2026 sampai 2027 sebesar 3,8%–3,9% sebagai konsekuensi dari proses rasionalisasi jaringan yang berjalan lebih cepat pasca konsolidasi XL–SmartFren.

“Konsolidasi operator telekomunikasi diprediksi masih akan berlanjut dalam dua tahun ke depan sebelum mulai normal kembali pada 2028. Untuk 2026–2027, kami memproyeksikan pertumbuhan pendapatan TBIG sebesar 1,3%–1,9% YoY,” paparnya dalam riset sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara garis besar, Bob dan Rut memperkirakan laba bersih perseroan pada tahun buku 2026 dan 2027 akan tumbuh secara bertahap di level 3%–5% per tahun menjadi Rp 1,5 triliun–Rp 1,58 triliun. Proyeksi tersebut lebih rendah 5%–8% dibandingkan estimasi awal mereka.

Dengan pertimbangan itu, target harga saham TBIG disesuaikan dari Rp 2.025 per saham menjadi Rp 1.925. Walau demikian, rekomendasi hold tetap diberikan untuk saham ini.

“TBIG masih mampu menghasilkan arus kas bebas yang solid sebesar Rp 3,2 triliun–Rp 3,5 triliun per tahun pada 2026–2026, meskipun valuasinya sebesar 12,2 kali EV/EBITDA 2026 masih lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya,” tulis Bob dan Rut sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

Support Kelancaran Puncak Haji, BSI Kirim 600 Kursi Roda ke Tanah Suci

IHSG Hari Ini Diprediksi Rawan Koreksi Menjelang Libur Panjang

IHSG Hari Ini Diprediksi Rawan Koreksi Menjelang Libur Panjang

Tujuh Emiten Cairkan Dividen Hari Ini Investor Panen Cuan

Tujuh Emiten Cairkan Dividen Hari Ini Investor Panen Cuan

CDIA Bagikan Dividen Final 40 Juta Dolar AS Cair Awal Juni 2026

CDIA Bagikan Dividen Final 40 Juta Dolar AS Cair Awal Juni 2026

Siloam Raup Laba 1,16 Triliun Rupiah Namun Absen Dividen Tahun Ini

Siloam Raup Laba 1,16 Triliun Rupiah Namun Absen Dividen Tahun Ini