Breaking

Danantara Nilai Yield Dividen BUMN Sangat Atraktif di Atas 11 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 20 Mei 2026
Danantara Nilai Yield Dividen BUMN Sangat Atraktif di Atas 11 Persen
ILUSTRASI, Gedung Danantara (Sumber Gambar : kontan.co.id)

JAKARTA - Tingkat imbal hasil investasi atau yield dividen beberapa emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di pasar saham saat ini dianggap berada pada posisi yang sangat memikat oleh Danantara Indonesia.

Menurut penjelasan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, profil dari perusahaan-perusahaan milik negara yang terdaftar di bursa saham, terutama pada sektor perbankan (Himbara) serta pertambangan, menunjukkan landasan fundamental yang kokoh. 

Hal tersebut sekaligus memberikan peluang imbal hasil yang besar bagi para penanam modal jangka panjang.

“Kalau kami lihat BUMN yang ada di bursa, contohnya Himbara ataupun mineral, itu yield-nya juga sangat baik di atas 10%—11%. Menurut kami itu sangat-sangat baik,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bukan hanya itu, nilai pasar dari saham-saham bank milik pemerintah tersebut juga dianggap masih berada di bawah harga wajarnya atau undervalued. Rosan memberikan gambaran bahwa rasio price to book value (PBV) pada beberapa bank saat ini nilainya bertengger di bawah 1 kali.

Padahal, jika situasi pasar sedang berada dalam tren normal, angka rasio PBV untuk sektor perbankan umumnya berkisar di atas 2 kali hingga mencapai 3 kali. 

Situasi seperti inilah yang dipandang sebagai sebuah kesempatan berharga bagi para investor untuk mulai mendalami investasi pada pasar saham.

Rosan turut menyatakan bahwa Danantara memosisikan bursa efek sebagai wadah untuk investasi dalam jangka waktu yang panjang. 

Karena alasan itu, pergerakan naik turunnya harga pasar secara harian ataupun bulanan tidak dianggap sebagai sebuah rintangan, melainkan mereka memilih untuk berkonsentrasi pada peningkatan nilai emiten untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

Rasa optimis ini pun ikut didukung oleh langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI yang terus membenahi sistem transparansi dan tata kelola di bursa saham.

Proses pembenahan tersebut dipercaya akan membuat pasar modal menjadi semakin kuat sekaligus menumbuhkan rasa percaya dari para pemodal internasional maupun lokal.

“Approach kami itu bukan harian, bukan bulanan, tapi jangka panjang. Saya sangat meyakini bahwa ke depannya bursa kami ini akan terus bertumbuh baik dari segi market kapitalisasi, jumlah emiten, maupun investor,” tambahnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping persoalan imbal hasil, Rosan juga memberikan perhatian pada melesatnya kuantitas investor ritel saat ini yang sudah menembus angka 27 juta, mengalami kenaikan dari data tahun sebelumnya yang berada di angka 20 juta investor. 

Dia berpendapat bahwa lonjakan yang didominasi oleh kelompok usia muda serta Gen Z ini menjadi sebuah validasi kuat adanya masa depan yang cerah di pasar modal.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua