Breaking

Jasa Marga Rombak Pengurus Baru Melalui RUPST 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 21 Mei 2026
Jasa Marga Rombak Pengurus Baru Melalui RUPST 2026
ILUSTRASI, Gedung jasa marga (Sumber Gambar : kabarbursa.com)

JAKARTA – Emiten BUMN yang bergerak di bidang jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) melakukan perombakan pada susunan dewan komisaris dan direksi perusahaan. Langkah ini diambil menyusul hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diselenggarakan pada hari Rabu (20/5/2026).

Melalui agenda RUPST tersebut, JSMR menunjuk dua nama baru untuk mengisi posisi komisaris, yakni Asrorun Ni’am Sholeh bersama Nurul Ghufron. Sementara itu, untuk jajaran direksi, posisi Wakil Direktur Utama kini diamanatkan kepada Andry Tanudjaja.

Secara menyeluruh, RUPS menetapkan Juri Ardiantoro pada posisi Komisaris Utama. Struktur dewan komisaris selengkapnya diisi oleh Syamsul Bachri Yusuf, Asrorun Ni’am Sholeh, dan Nurul Ghufron sebagai komisaris, didampingi oleh Nachrowi Ramli, Tedi Kurniawan, serta Rudi Antariksawan yang menjabat sebagai komisaris independen.

Di sisi lain, jabatan Direktur Utama masih dipegang oleh Rivan Achmad Purwantono, yang kini didampingi oleh Andry Tanudjaja selaku Wakil Direktur Utama. 

Manajemen juga memberikan amanah kepada Reza Febriano sebagai Direktur Bisnis, Yoga Tri Anggoro sebagai Direktur Human Capital dan Transformasi, serta Pramitha Wulanjani yang menempati posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. 

Posisi Direktur Operasi diserahkan kepada Fitri Wiyanti, Direktur Layanan dijabat oleh Yaya Ruhiya, dan posisi Direktur Pengembangan Usaha ditempati oleh Ari Respati.

Pihak manajemen menyampaikan bahwa rotasi dan perubahan pada susunan kepengurusan ini tidak akan memberikan pengaruh atau dampak negatif terhadap operasional harian, status hukum, kondisi finansial, maupun keberlangsungan bisnis dari perseroan.

Berdasarkan hasil keputusan RUPS, berikut adalah rincian lengkap susunan Pengurus Jasa Marga yang baru:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Juri Ardiantoro

Komisaris : Syamsul Bachri Yusuf

Komisaris Independen : Nachrowi Ramli

Komisaris Independen : Tedi Kurniawan

Komisaris Independen : Rudi Antariksawan

Komisaris : Asrorun Ni’am Sholeh

Komisaris : Nurul Ghufron

Direksi

Direktur Utama : Rivan Achmad Purwantono

Wakil Direktur Utama : Andry Tanudjaja

Direktur Bisnis : Reza Febriano

Direktur Human Capital dan Transformasi : Yoga Tri Anggoro

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Pramitha Wulanjani

Direktur Operasi : Fitri Wiyanti

Direktur Layanan : Yaya Ruhiya

Direktur Pengembangan Usaha : Ari Respati

Meninjau pada aspek performa keuangan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) memperlihatkan adanya penurunan performa pada pendapatan sekalgus laba bersih di sepanjang periode tahun 2025. Sepanjang tahun lalu, Jasa Marga mencatatkan perolehan pendapatan total di angka Rp29,89 triliun.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, JSMR membukukan pendapatan sebesar Rp29,8 triliun. Perolehan pendapatan tersebut mengalami penurunan sebesar 5,88% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang mampu menyentuh Rp31,75 triliun. 

Penghasilan ini didapatkan dari kontribusi sektor pendapatan tol senilai Rp18,15 triliun, bisnis usaha serta sektor lainnya sebesar Rp1,65 triliun, dan ditopang oleh pendapatan konstruksi dengan nilai Rp10,07 triliun.

Di waktu yang sama, beban pokok pendapatan yang ditanggung JSMR sukses ditekan hingga 11,45%, dari awalnya Rp20,44 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp18,10 triliun di tahun 2025. 

Kondisi ini membuat laba bruto JSMR mengalami kenaikan sebesar 4,21% menjadi Rp11,78 triliun, dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,31 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Namun demikian, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk JSMR mengalami penyusutan cukup tajam sebesar 19,27% menjadi Rp3,65 triliun, yang mana pada periode tahun sebelumnya sempat menyentuh angka Rp4,53 triliun secara tahunan.

Hingga masa akhir Desember 2025, nilai aset keseluruhan yang dimiliki JSMR terdokumentasi berada di angka Rp159,9 triliun, atau mengalami kenaikan dari posisi Desember 2024 yang bernilai Rp148,71 triliun. 

Jumlah liabilitas JSMR juga bergerak naik dari yang semula Rp89,8 triliun menjadi sebesar Rp97,6 triliun pada tahun 2025. Terakhir, nilai ekuitas total JSMR ditutup merangkak naik ke posisi Rp62,3 triliun dari catatan sebelumnya yang sebesar Rp58,8 triliun pada tahun 2024.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua