Breaking

Harga CPO Rawan Koreksi Menjelang Rilis Laporan MPOB

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 08 Juni 2026
Harga CPO Rawan Koreksi Menjelang Rilis Laporan MPOB
ILUSTRASI, kelapa sawit (Sumber Gambar : Net)

KUALA LUMPUR – Nominal jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada Bursa Derivatives Malaysia diproyeksikan bakal melaju dengan kecenderungan terkoreksi sepanjang pekan ini.

Penurunan nilai minyak mentah dunia serta aksi wait and see yang diambil para pelaku pasar menjelang publikasi laporan bulanan oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menjadi indikator utama yang memberikan tekanan di pasar.

Seorang pedagang proprietary dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng memaparkan bahwa atensi para penanam modal akan terpusat pada rilis data MPOB yang diagendakan keluar pada Selasa (10/6/2026). 

Publikasi tersebut dianggap bakal menjadi indikator fundamental yang mendikte arah laju harga komoditas CPO dalam rentang waktu dekat.

"Fokus utama pasar pekan ini adalah laporan MPOB. Data tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah pasar minyak sawit," ujar Ng sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (8/6/2026).

Di samping menanti rilis laporan MPOB, para pelaku usaha juga bakal senantiasa memonitor dinamika harga minyak mentah global. 

Walau demikian, dalam pandangan Ng, fluktuasi komoditas minyak mentah tidak akan memegang andil yang teramat besar, terkecuali bila terjadi kemerosotan yang drastis pada sektor pasar energi.

"Jika harga minyak mentah mengalami penurunan yang signifikan, sentimen bearish di pasar minyak sawit kemungkinan akan semakin kuat," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui analisis atas pelbagai indikator tersebut, Ng memproyeksikan pergerakan harga CPO akan bergulir dalam rentang kisaran 4.450 Ringgit Malaysia per ton sampai dengan 4.580 Ringgit Malaysia per ton selama sepekan ke depan.

Harga CPO Menguat

Walaupun proyeksi untuk jangka pendek terlihat dipenuhi kehati-hatian, nilai kontrak berjangka komoditas CPO di Bursa Malaysia terpantau masih membukukan peningkatan pada perdagangan pekan kemarin.

Dalam kurun waktu sepekan lalu, terhitung sejak basis Jumat (29/5/2026) hingga Jumat (5/6/2026), harga kontrak berjangka CPO untuk periode Juni 2026 naik sebesar 22 Ringgit Malaysia menuju level 4.492 Ringgit Malaysia per ton. 

Selaras dengan itu, kontrak Juli 2026 dan September 2026 kompak mengalami penguatan masing-masing sebanyak 23 Ringgit Malaysia hingga mendarat di posisi 4.526 Ringgit Malaysia per ton dan 4.584 Ringgit Malaysia per ton.

Di sisi lain, untuk kontrak periode Agustus 2026 mencatatkan kenaikan sebesar 19 Ringgit Malaysia ke angka 4.554 Ringgit Malaysia per ton. 

Selanjutnya, kontrak Oktober 2026 terangkat naik 26 Ringgit Malaysia menjadi 4.616 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan untuk kontrak periode November 2026 bergerak menguat sebanyak 27 Ringgit Malaysia ke posisi 4.647 Ringgit Malaysia per ton.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua