Breaking

Indo American Seafoods Bidik Penjualan Naik 20 hingga 30 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 09 Juni 2026
Indo American Seafoods Bidik Penjualan Naik 20 hingga 30 Persen
ILUSTRASI, logo pt indo american seafoods (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA - PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) membidik pertumbuhan penjualan pada kisaran 20%–30% secara tahunan (yoy) di sepanjang tahun 2026.

Direktur Utama ISEA Ibnu Surya Ramadhan menyatakan bahwa pihak manajemen menilai prospek bisnis pada tahun ini tetap berjalan di jalur positif, yang didukung oleh langkah perluasan pasar ekspor ke sejumlah negara tujuan utama. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, beliau menyatakan, “Untuk tahun 2026 ke depan, ekspektasi kami masih akan lebih baik daripada tahun 2025. Kenaikan omzet tahun 2026 kemungkinan ekspektasi kami sekitar 20–30 persen dari tahun 2025,” saat berbicara dalam Paparan Publik, Senin (8/6).

Ibnu menambahkan bahwa peningkatan kinerja pada tahun ini bakal ditopang oleh optimalisasi pasar ekspor yang sudah berjalan, terutama ke Amerika Serikat dan Jepang. Meski begitu, ISEA kini juga mengawali ekspansi ke kawasan Asia lainnya seperti China, Taiwan, serta pasar global yang lain.

Kendati demikian, manajemen mengamati bahwa situasi industri perikanan masih dihadapkan pada rentetan tantangan, salah satunya efek ketidakpastian global yang mengganggu rantai pasok dunia.

Menurut Ibnu, persoalan tersebut memicu keterlambatan pengiriman (delay) menuju pasar tertentu, khususnya Amerika Serikat, yang kini memakan waktu hingga 50–60 hari dari yang sebelumnya berkisar 30–35 hari. 

Di samping itu, emiten ini menggarisbawahi tantangan terkait ketersediaan bahan baku serta kemasan (packaging) yang sejalan dengan lonjakan harga minyak dunia.

Guna menyiasati keadaan itu, ISEA memastikan bakal memperkokoh komunikasi dengan pihak asosiasi industri serta instansi terkait. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia menjelaskan, “Kami berusaha berkomunikasi dengan asosiasi dan dinas terkait. Karena sifatnya adalah kebersamaan, karena tidak hanya kami yang terkena dampak seperti ini.”

Selain melebarkan jangkauan pasar, ISEA pun memprioritaskan strategi efisiensi biaya serta pendongkrakan produktivitas, termasuk memaksimalkan kapasitas produksi guna menaikkan utilisasi fasilitas pengolahan. 

Bukan hanya itu, perusahaan bakal memperkuat efektivitas rantai pasok yang terintegrasi demi mempertahankan mutu dan keandalan pasokan di tengah kompetisi global yang kian sengit.

Di sisi lain, ISEA masih memantau kebijakan dalam negeri mengenai ekspor, termasuk penerapan regulasi devisa hasil ekspor (DHE). Akan tetapi sampai sekarang, ISEA menyebutkan bahwa penerapan teknisnya masih terkonsentrasi pada sektor-sektor tertentu saja.

Adapun kinerja operasional perusahaan pada awal tahun 2026 memperlihatkan tren yang positif. Pada kuartal I-2026, ISEA sukses membukukan lonjakan penjualan yang signifikan mencapai Rp 181,19 miliar, naik dari posisi Rp 106,61 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. 

Lonjakan itu utamanya disokong oleh andil ekspor yang menyumbang sekitar Rp 180 miliar.

Dari aspek profitabilitas, ISEA juga menorehkan keberhasilan dengan berbalik meraup laba bersih sebesar Rp 2,16 miliar, berbanding terbalik dari kondisi kuartal sebelumnya yang mengalami kerugian Rp 5,36 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua