Breaking

Respons Wacana Buyback Saham, BRI Jaga Fundamental Perusahaan

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 12 Juni 2026
Respons Wacana Buyback Saham, BRI Jaga Fundamental Perusahaan
ILUSTRASI, Gedung PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyambut positif dukungan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasar modal di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di zona negatif secara year to date. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, para direktur utama Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah BUMN di Jakarta, Senin (9/6/2026). 

Salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut yakni langkah strategis menjaga kepercayaan investor, termasuk wacana buyback saham emiten BUMN.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan, perhatian para pemangku kepentingan itu mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, terutama sektor perbankan yang dinilai masih memiliki fundamental solid.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” ujar Hery dalam siaran pers, Jumat (12/6/2026).

Hery yang juga menjabat Ketua Umum Perbanas menyebut fundamental industri perbankan nasional masih kuat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan hingga April 2026 tumbuh 9,98% secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40%. 

Menurutnya, pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap tinggi mencerminkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” katanya.

BRI menegaskan fokus perseroan saat ini tetap pada penguatan fundamental perusahaan, menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku. Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Hery.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua