Breaking

Saham GHON Masuki Cum Date dengan Yield Dividen Sembilan Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 15 Juni 2026
Saham GHON Masuki Cum Date dengan Yield Dividen Sembilan Persen
Ilustrasi: GHON membagikan total dividen tunai Rp97,9 miliar kepada pemegang saham. (Foto: NET)

JAKARTA – Hari ini, Senin (15/6/2026), menjadi batas akhir bagi para pemodal untuk memburu dividen saham PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) seiring dengan dimulainya periode cum date. Di samping menyuguhkan yield dividen yang menggiurkan, tren pergerakan harga saham GHON terpantau menunjukkan performa yang apik meskipun kondisi pasar saham di dalam negeri sedang mengalami tekanan.

Perusahaan yang bergerak di bidang menara telekomunikasi ini telah menyepakati pengucuran dividen tunai dengan total nilai Rp97,9 miliar bagi para pemegang sahamnya. 

Langkah tersebut telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 5 Juni 2026, di mana nilai dividen tunai ditetapkan sebesar Rp178 per lembar saham atau setara dengan Rp17.800 untuk setiap satu lot.

Pada sesi penutupan perdagangan hari Jumat (12/6/2026), posisi harga saham GHON bertengger di level Rp1.925 setelah mengalami apresiasi sebanyak 35 poin atau tumbuh sebesar 1,85 persen. 

Berkaca pada level harga tersebut, tingkat yield dividen saham GHON menyentuh angka 9,25 persen, yang berarti tiga kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata bunga deposito bank umum yang berada di kisaran 3 persen.

Bukan cuma menawarkan imbal hasil dividen yang memikat, grafik harga saham GHON juga bergerak konsisten dalam jalur pendakian sepanjang tahun 2026. 

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat merosot hingga menyentuh zona 5.500-an pada permulaan Juni 2026, nilai saham GHON justru berhasil menorehkan akumulasi kenaikan sebesar 285 poin atau melesat hingga 17,38 persen.

Jumlah keseluruhan dividen yang dikucurkan oleh GHON senilai Rp97,9 miliar ini diketahui melampaui perolehan laba bersih yang didistribusikan kepada entitas induk pada pembukuan periode sebelumnya, yaitu sebesar Rp78,1 miliar. 

Strategi ini dapat dieksekusi lantaran perseroan masih mengantongi saldo laba ditahan yang belum ditentukan peruntukannya sebesar Rp412,4 miliar.

Berbekal total ekuitas yang menyentuh angka Rp777,4 miliar, perseroan dinilai mempunyai ruang yang sangat longgar untuk mengalirkan dividen dalam skala besar tanpa mengusik postur permodalan internal. 

Kebijakan ini juga dianggap memproyeksikan keseriusan pihak manajemen dalam menyajikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham.

Bagi para pelaku pasar yang berniat mengincar dividen ini, di bawah ini merupakan rincian kalender penting yang wajib dicermati:
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 15 Juni 2026.
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Juni 2026.
Cum dividen pasar tunai: 18 Juni 2026.
Ex dividen pasar tunai: 19 Juni 2026.
Recording date: 18 Juni 2026.
Pembayaran dividen tunai: 24 Juni 2026.

Para pemodal yang namanya tercatat resmi sebagai pemegang saham pada saat tanggal pencatatan (recording date) mempunyai hak penuh untuk memperoleh dividen tunai sesuai dengan porsi kepemilikan saham mereka. 

Periode cum dividen sendiri merupakan tenggat waktu final perdagangan agar pemodal sah mendapatkan dividen, sedangkan ex dividen menandai momen di mana pembeli saham baru tidak lagi diikutsertakan dalam pembagian keuntungan tersebut.

Pengucuran dividen senilai Rp178 per lembar saham ini menghadirkan angin segar bagi kalangan investor yang memprioritaskan pendapatan dari dividen. 

Kendati demikian, para pelaku pasar tetap diimbau untuk selalu menakar peta bisnis serta kinerja finansial perseroan di masa mendatang demi mengukur keberlanjutan dari regulasi pembagian dividen tersebut.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua