Breaking

Sentimen Konflik AS dan Iran Kerek Harga Minyak Mentah Global

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 18 Juni 2026
Sentimen Konflik AS dan Iran Kerek Harga Minyak Mentah Global
Ilustrasi Kilang Minyak Bumi (Sumber Gambar : Net)

NEW YORK - Nilai minyak dunia mengalami penguatan mendekati 1 persen pada akhir sesi perdagangan Rabu (17/6/2026) waktu setempat atau Kamis (18/6/2026) pagi WIB, dipicu oleh munculnya skeptisisme atas kelanjutan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump menegaskan, bahwa nota kesepahaman dengan pihak Iran masih belum bersifat final dan terbuka celah berlanjutnya konflik bersenjata seandainya hasil akhir tidak sesuai harapan.

Merujuk laporan Reuters, harga minyak mentah Brent terdongkrak 59 sen atau 0,75 persen menuju posisi 79,55 dollar AS per barrel. Di saat yang sama, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merangkak naik 74 sen atau 0,97 persen menjadi 76,79 dollar AS per barrel.

Trump mengemukakan, nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama Iran belum berkekahaman final. Ia pun menegaskan kesiapan untuk meneruskan aksi pengeboman seandainya tidak sreg dengan hasil akhir kesepakatan atau apabila Iran tidak memperlihatkan iktikad baik. 

Sebelumnya, AS dan Iran pada hari Minggu lalu mempublikasikan bahwa kedua pihak telah sepakat mengakhiri ketegangan dan membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi lalu lintas perdagangan minyak global.

Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, berpendapat bahwa pelaku pasar masih mendeteksi adanya faktor ketidakpastian mengenai relasi AS dan Iran, sehingga memicu nilai minyak berbalik menguat pasca merosot tajam selama beberapa hari belakangan. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Masih ada sedikit ketidakpastian terkait situasi AS. Wajar jika harga minyak kembali naik dari level saat ini," ujar Razaqzada.

Di luar tensi geopolitik tersebut, pelaku pasar turut memantau dinamika perselisihan lainnya di kawasan Timur Tengah. Pada hari Rabu, Israel kembali meluncurkan gempuran udara serta dentuman artileri ke sejumlah kawasan di Lebanon selatan. 

Berdasarkan keterangan sumber keamanan Lebanon, kelompok Hizbullah juga melepaskan dua serangan drone ke arah pasukan Israel. Padahal, poin kesepakatan yang dirilis sebelumnya telah mencakup penghentian aksi permusuhan antara Israel dan Hizbullah yang disokong oleh Iran di Lebanon.

Dari aspek ketersediaan, Badan Informasi Energi AS (EIA) merilis data bahwa persediaan minyak mentah AS menyusut untuk pekan ke-10 secara berturut-turut pada minggu lalu. Penurunan stok ini dipicu oleh lonjakan permintaan yang memposisikan total cadangan minyak AS berada pada level paling rendah sejak tahun 1985.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "AS dan negara-negara lain terus menggunakan cadangan strategis serta stok komersial mereka untuk membantu mengurangi gangguan pasokan di Timur Tengah," ucap Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow

Kendati demikian, masa depan jangka panjang pasar minyak masih dibayangi oleh risiko banjir pasokan. Dalam estimasi awal untuk periode 2027, International Energy Agency (IEA) memprediksikan pasar minyak global bakal dihadapkan pada surplus pasokan yang masif.

IEA memperkirakan ketersediaan minyak dunia akan bertambah berkisar 8 juta barrel per hari hingga tahun 2027, sedangkan tingkat permintaan terpantau hanya merangkak naik sekitar 2 juta barrel per hari.

Analis riset Empire FX, Crispus Nyaga, mengutarakan bahwa pelaku pasar tampaknya belum sepenuhnya memperhitungkan secara matang besarnya surplus pasokan yang akan membanjiri pasar dalam beberapa tahun ke depan. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pasar mungkin masih meremehkan besarnya kelebihan pasokan yang akan masuk ke pasar," ujar Nyaga.

Walaupun indikasi surplus pasokan mulai membayangi, para pelaku industri memproyeksikan bahwa proses pemulihan lini produksi serta kapasitas pengolahan minyak untuk kembali ke level sebelum pecahnya perang tidak akan berjalan kilat dan memerlukan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan hingga kurun waktu beberapa tahun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua