Prediksi IHSG 22 Juni 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan kemarin dengan penguatan tipis sebesar 0,08 persen menuju posisi 6.177,14 setelah bergerak relatif stagnan. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, berpendapat bahwa laju indeks saat ini masih tertahan di fase konsolidasi.
"IHSG bergerak dalam konsolidasi, namun respons investor terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review cukup positif," ujar Alrich sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Hasil laporan itu menempatkan posisi Indonesia bertahan di kategori emerging market, sekalipun MSCI memberi catatan terkait faktor transparansi serta keterbatasan informasi untuk para investor asing.
Di samping itu, para pelaku pasar sedang mencermati pengumuman resmi MSCI Annual Market Classification Review yang direncanakan pada 24 Juni 2026.
Datang dari sentimen eksternal, tekanan hadir seiring dengan melemahnya nilai tukar mata uang rupiah sebesar 0,06 persen ke posisi Rp 17.804 per dolar AS akibat penguatan mata uang asing tersebut.
Jika ditinjau secara teknikal, Alrich memprediksi IHSG masih memiliki peluang bergerak dalam rentang terbatas. "IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 6.100 hingga 6.250," ungkap Alrich sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sederajat dengan pandangan tadi, Pengamat Pasar Modal yang juga Founder WH-Project, William Hartanto, mengungkapkan bahwa laju indeks masih akan terimbas oleh sentimen global untuk jangka pendek. "Pasar menanti kepastian sentimen MSCI dan FTSE hingga 24 Juni 2026," tutur William sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Secara analisis teknikal, ia mencermati IHSG tengah mengonstruksi pola inverted head and shoulders melalui batas neckline di posisi 6.400. William memproyeksikan pergerakan indeks bakal cenderung variatif pada rentang 6.070 sampai 6.300 di perdagangan Senin (22/6/2026) serta berpeluang menuju level 6.700 di bulan Juli 2026 apabila pola ini sukses terkonfirmasi.
William menganjurkan investor untuk memperhatikan pergerakan saham BSSR serta BMSS. Pilihan rekomendasi beli disodorkan pada rentang target harga Rp 4.600 sampai Rp 5.000 untuk saham BSSR, dan Rp 2.700 sampai Rp 2.900 untuk saham BMSS.