Breaking

FUTR Garap Proyek EBT 350 MW Untuk Target NZE 2026

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 30 Juni 2026
FUTR Garap Proyek EBT 350 MW Untuk Target NZE 2026
ILUSTRASI, PT Futura Energi Global kembangkan proyek energi terbarukan dengan kapasitas 350 MW. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) mempercepat langkah transformasi bisnisnya masuk ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) melalui penyiapan beberapa proyek pembangkit listrik serta pengembangan lini bisnis karbon. Emiten ini sekarang mempunyai pipeline proyek EBT dengan kapasitas indikatif hingga menyentuh 350 megawatt (MW).

Direktur Utama FUTR Anggara Suryawan mengungkapkan bahwa perseroan kini telah bertransformasi dari yang semula bergerak di industri kreatif dan konsultasi menjadi korporasi yang fokus terhadap pengembangan energi hijau.

Berdasarkan penuturannya, pengerjaan bisnis baru tersebut bakal dieksekusi via anak usaha yang membawahi pembangkit listrik panas bumi (geothermal), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga minihidro, perdagangan kredit karbon (carbon credit), sampai jasa efisiensi energi.

"Bisnis baru ini akan dilakukan melalui anak usaha, termasuk layanan efisiensi energi," ujar Anggara dalam Paparan Publik, Senin (29/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Demi mendukung bagian dari transformasi ini, FUTR pun memperkokoh jalinan kemitraan bersama mitra lokal maupun internasional demi mengakselerasi transfer teknologi serta mendongkrak efisiensi proyek.

"Perseroan secara aktif membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis untuk mempercepat terwujudnya rencana bisnis," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Anggara, strategi tersebut selaras dengan regulasi pemerintah yang mendorong transisi energi demi mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Perusahaan juga menangkap peluang dari penerapan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang melonggarkan ruang lebih besar bagi pembangunan pembangkit energi terbarukan.

Satu di antara proyek yang sedang berjalan dalam tahap pengembangan ialah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 130 MW di Bali. 

Eksekusi proyek tersebut berjalan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd. dan PT Hypec International.

Bukan hanya itu, pemegang saham pengendali FUTR, yakni PT Aurora Dhana Nusantara, pun telah menguasai aset pembangkit listrik panas bumi melalui anak perusahaannya, PT Sejahtera Alam Energy (SAE).

Anggara memaparkan SAE sudah memegang perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) berkapasitas 220 MW dengan nilai investasi menyentuh US$80 juta.

Di samping proyek yang sudah bergulir, FUTR kini juga ikut serta dalam beberapa proses tender serta penjajakan proyek energi baru terbarukan. Untuk sektor pembangkit panas bumi, perusahaan mengincar proyek berkapasitas kisaran 100 MW.

Di sisi lain, proyek PLTS yang sedang dijajaki mempunyai kapasitas 100 MW dan proyek pembangkit listrik tenaga minihidro berkisar 150 MW. Melalui pipeline itu, akumulasi kapasitas proyek yang tengah dieksplorasi mencapai kisaran 350 MW.

Pihak manajemen mengestimasi bahwa diversifikasi ke sektor energi hijau ini bakal menjadi motor pertumbuhan baru bagi perseroan untuk jangka panjang, sekaligus mempertegas posisi FUTR di tengah tren kenaikan kebutuhan investasi pada berbagai proyek energi bersih di Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua