Breaking

Strategi MAPI Mengatasi Tekanan Depresiasi Rupiah

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 30 Juni 2026
Strategi MAPI Mengatasi Tekanan Depresiasi Rupiah
ILUSTRASI, Manajemen MAPI menjelaskan strategi lindung nilai untuk mengatasi depresiasi rupiah. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Emiten Grup MAP PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) Memaparkan beberapa strategi demi mempertahankan keuntungan agar tidak tertekan oleh penurunan nilai tukar rupiah. Seperti diketahui, MAPI merupakan salah satu pelaku usaha ritel yang melakukan banyak aktivitas impor dari mancanegara.

Berdasarkan laporan publikasi paparan umum, manajemen MAPI menerangkan bahwa saat ini pihak perusahaan mengimpor beragam merek dan brand menggunakan sistem pembayaran mata uang dolar AS, poundsterling, serta euro.

"Oleh karena itu, pelemahan nilai tukar rupiah tentu berdampak pada harga pokok penjualan kami," tulis manajemen MAPI melalui keterbukaan informasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (29/6/2026).

Kendati demikian, pihak perseroan mengutarakan bahwa salah satu langkah strategis untuk memproteksi keuntungan agar penurunan nilai rupiah tidak menekan performa operasional ialah dengan menerapkan langkah hedging (lindung nilai) terhadap hampir 30% eksposur valuta asing perusahaan.

Manajemen MAPI mengemukakan bahwa depresiasi rupiah telah memicu kenaikan pada harga jual eceran untuk beberapa produk tertentu. Kondisi tersebut membuat perseroan tidak mempunyai pilihan lain selain membebankan penambahan biaya tadi kepada para pelanggan.

Sementara itu, untuk periode 2026 ini, MAPI telah mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp2 triliun. Saat ini, perseroan masih terus mengamati situasi global guna menyelaraskan total capex sampai dengan akhir tahun nanti.

Untuk paruh kedua tahun 2026, MAPI biasanya mendirikan lebih banyak gerai. Manajemen MAPI menambahkan bahwa kecenderungan ekspansi gerai baru yang berfokus pada kuartal pemungkas tiap tahunnya ini akan terus berjalan.

"Pada kuartal I, kami telah membuka lebih dari 200 toko. Secara keseluruhan, kami menargetkan pembukaan sekitar 550–600 toko baru sepanjang tahun ini," tulis manajemen MAPI, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Merujuk pada laporan keuangan per Maret 2026, Mitra Adiperkasa berhasil mengantongi pendapatan bersih hingga Rp12,29 triliun, atau melesat sebesar 32,03% jika dikomparasikan dengan perolehan Rp9,31 triliun pada masa sebelumnya.

Selaras dengan capaian tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertengger di angka Rp628,03 miliar, atau menguat 32,98% dari posisi sebelumnya yang bernilai Rp472,26 miliar.

Pihak perseroan memandang bahwa performa kuartal I/2026 yang impresif ini turut dipengaruhi oleh basis perbandingan yang cenderung lebih rendah pada tahun lalu. 

Di samping itu, peluncuran produk anyar layaknya iPhone 16 serta bertumbuhnya kontribusi dari lini digital ditambah pemulihan performa pada sektor bisnis makanan dan minuman menjadi faktor pendorong utama.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua