Breaking

Sinyal Inflasi Mereda dari The Fed Bikin Harga Emas Dunia Melonjak

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 02 Juli 2026
Sinyal Inflasi Mereda dari The Fed Bikin Harga Emas Dunia Melonjak
ILUSTRASI, Harga emas dunia melonjak lebih dari 2 persen setelah data tenaga kerja AS di bawah prediksi. (Sumber Gambar : Net)

NEW YORK – Nilai komoditas emas dunia melonjak hingga lebih dari 2 persen pada akhir perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat atau Kamis (2/7/2026) pagi WIB. Kenaikan tajam ini dipicu oleh rilis data penyerapan tenaga kerja swasta Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah prediksi, serta pernyataan dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang memberikan sinyal bahwa risiko inflasi semakin berkurang.

Melansir dari Reuters, harga emas spot melonjak 1,6 persen ke angka 4.071,04 dollar AS per ons, setelah pada sesi sebelumnya sempat merosot ke posisi terendah sejak November. Pada saat yang sama, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga menguat 1,1 persen ke posisi 4.082,40 dollar AS per ons.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Emas mengalami kenaikan yang cukup baik. Data ADP yang lebih rendah dari perkiraan menjadi pemicu awal, kemudian komentar Ketua The Fed Kevin Warsh bahwa inflasi mulai mereda membuat imbal hasil obligasi turun dan mengangkat pasar emas yang sebelumnya lesu," ujar Pedagang logam independen, Tai Wong. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Saya melihat emas setidaknya telah membentuk dasar untuk jangka pendek, kecuali jika besok data nonfarm payrolls AS keluar sangat kuat," imbuhnya.

Laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan bahwa lapangan kerja sektor swasta di AS hanya bertambah 98.000 pada Juni, lebih rendah dibandingkan dengan penambahan pada bulan Mei yang mencapai 122.000. 

Angka ini juga berada di bawah proyeksi para ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan adanya 118.000 lapangan kerja baru.

Di sisi lain, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa proyeksi serta risiko inflasi telah berkurang dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun demikian, Kevin Warsh menegaskan bahwa The Fed tetap berkomitmen untuk menekan inflasi hingga mencapai target sebesar 2 persen.

Emas memang dikenal sebagai aset aman (safe haven) untuk berlindung dari inflasi, namun peningkatan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia ini karena sifatnya yang tidak menghasilkan imbal hasil (bunga). 

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, para pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September berada di angka sekitar 65 persen.

Sementara itu dari perkembangan geopolitik, pihak AS dan Iran menggelar perundingan teknis di Doha pada Rabu guna membahas keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz serta mengupayakan kesepakatan gencatan senjata yang lebih permanen.

Tren penguatan ini juga diikuti oleh komoditas logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 2,5 persen menjadi 60,01 dollar AS per ons, dan palladium terangkat 1,2 persen ke level 1.218,75 dollar AS per ons. 

Sementara itu, platinum meningkat 2,2 persen ke posisi 1.584,75 dollar AS per ons setelah sebelumnya sempat jatuh ke level terendah sejak November.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua