Breaking

Maybank Indonesia Jadi Induk Konglomerasi Keuangan

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
Maybank Indonesia Jadi Induk Konglomerasi Keuangan
Ilustrasi: Maybank Indonesia resmi menjadi induk konglomerasi keuangan setelah mendapat persetujuan pemegang saham. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) secara resmi mendapatkan restu dari para pemegang saham guna bertransformasi sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK). Kesepakatan ini diraih lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar oleh perseroan.

Lewat langkah strategis ini, Maybank Indonesia bakal mengambil alih kepemilikan saham milik PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, beserta PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia. 

Aksi korporasi ini dijalankan sebagai bagian dari pembentukan tata struktur Konglomerasi Keuangan Maybank yang sejalan dengan POJK Nomor 30 Tahun 2024.

Realisasi atas transaksi tersebut hingga kini masih menunggu restu dari regulator sektoral di setiap entitas yang bersangkutan. Apabila proses akuisisi telah rampung, PT Bank Maybank Indonesia Tbk akan memimpin struktur Konglomerasi Keuangan Maybank bertindak selaku perusahaan induk.

Jajaran anggota dari grup ini ke depannya bakal mencakup PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Maybank Asset Management, PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia, PT Maybank Indonesia Finance, serta PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance). 

Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Sri Khairussaleh Ramli, menyatakan bahwa pembentukan struktur baru ini merupakan capaian krusial demi menyokong strategi ROAR30 Maybank Group sekaligus memperkokoh posisinya di wilayah ASEAN.

Ia menjelaskan, penyatuan bisnis dari sektor perbankan, sekuritas, manajemen aset, hingga asuransi ke dalam satu wadah struktur bakal mendongkrak kapasitas perseroan untuk menghadirkan solusi keuangan yang kian terintegrasi bagi para nasabah. 

Di sisi lain, Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menganggap kerangka kerja baru tersebut sebagai landasan kokoh demi memperketat hubungan sinergi di antara entitas.

"Struktur Konglomerasi Keuangan Maybank ini akan semakin memperkuat sinergi antar sesama entitas untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Di dalam forum RUPSLB yang sama, para pemegang saham pun merestui adanya revisi anggaran dasar perseroan supaya tetap sinkron dengan ketetapan POJK Nomor 30 Tahun 2024.

Di samping itu, pertemuan tersebut juga mengesahkan pengunduran diri Effendi dari jabatannya selaku Direktur Manajemen Risiko Maybank Indonesia. 

Pihak manajemen perseroan turut menghaturkan apresiasi mendalam terhadap segala sumbangsih serta dedikasi Effendi sepanjang mengemban tugas di bank tersebut.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua