Breaking

Daftar Saham Pilihan Investor Asing Saat IHSG Menguat 0,87 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
Daftar Saham Pilihan Investor Asing Saat IHSG Menguat 0,87 Persen
Ilustrasi: Investor asing memborong saham BBCA senilai Rp 143,1 miliar pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) terhadap beberapa saham pilihan ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan kenaikan 49,4 poin atau 0,87 persen pada posisi 5.744,5 pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Saham BBCA menduduki posisi teratas yang paling diburu dengan nilai transaksi menembus Rp 143,1 miliar.

Di samping itu, saham TPIA turut membukukan net buy senilai Rp 83,9 miliar, disusul oleh saham BMRI yang mengantongi Rp 75,4 miliar. Dibawah ini merupakan daftar 10 saham yang mencatatkan aksi beli bersih terbesar oleh investor asing pada perdagangan Kamis (2/7/2026):

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 143,1 miliar

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 83,9 miliar

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp 75,4 miliar

PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 50,5 miliar

PT Antam Tbk (ANTM): Rp 38 miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Rp 19,1 miliar

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp 17,9 miliar

PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp 17,8 miliar

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Rp 13,3 miliar

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp 10,1 miliar

Sebaliknya, pemodal asing juga merekam aksi jual bersih (net sell) yang mencapai nilai total Rp 237,8 miliar di seluruh pasar pada Kamis (2/7/2026). 

Nilai net sell asing di pasar reguler menyentuh angka Rp 322,6 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai justru membukukan net buy sebesar Rp 84,8 miliar.

Meskipun terjadi tekanan jual tersebut, IHSG terpantau kokoh di zona apresiasi dengan penguatan sebesar 49,4 poin atau 0,87 persen menuju level 5.744,5. 

Nilai keseluruhan transaksi yang berputar di bursa menyentuh angka Rp 11 triliun, di mana terdapat 418 saham yang mencatatkan kenaikan, 230 saham berkinerja turun, serta 311 saham bergerak stagnan.

Adapun volume perdagangan yang ditransaksikan menyentuh 19,2 miliar lembar saham, dengan intensitas frekuensi perdagangan terpantau sebanyak 1.493 juta kali.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua