Breaking

40 Persen Proyek RUPTL PLN 2025-2034 Telah Memasuki Tahap Eksekusi

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 06 Juli 2026
40 Persen Proyek RUPTL PLN 2025-2034 Telah Memasuki Tahap Eksekusi
ILUSTRASI, PLN telah memasuki tahap eksekusi untuk 40 persen dari total proyek RUPTL 2025-2034. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT PLN (Persero) memberikan penjelasan mengenai kemajuan proyek pembangkit listrik serta infrastruktur pendukung dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Secara menyeluruh, RUPTL 2025-2034 mencakup 4.118 proyek yang meliputi pembangkit listrik, gardu induk, serta jaringan transmisi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa setahun setelah RUPTL 2025-2034 diterbitkan, sebanyak 1.646 proyek ketenagalistrikan atau sekitar 40 persen proyek sudah memasuki tahap eksekusi.

Rinciannya, 1.083 proyek berada di tahap pengadaan, 420 proyek dalam fase konstruksi, dan 143 proyek sudah beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD). 

Sementara itu, 2.472 proyek lainnya masih dalam tahap kajian kelayakan. Perlu diketahui, pemerintah menerbitkan RUPTL 2025-2034 pada 26 Mei 2025. 

Terkait pembangkit listrik, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas sebesar 69,5 Gigawatt (GW), dengan 76 persen di antaranya berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Kamis (2/7/2026), Darmawan menyatakan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan target delivery RUPTL 2025-2034 melalui kontrak kinerja, yang disusun dengan mempertimbangkan proyeksi permintaan (demand) dan kebutuhan sistem ketenagalistrikan nasional. "Sehingga pembangunan menjadi lebih terukur dan selaras. Kami juga melakukan percepatan, bagaimana pembangunan ini bisa mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan demand listrik yang meningkat. Kami sudah bagi target tahun per tahun baik transmisi, kapasitas gardu induk maupun pembangkit," kata Darmawan.

Mengenai penambahan kapasitas pembangkit listrik, sejak RUPTL 2025-2034 terbit, terdapat 4.541 Megawatt (MW) yang sudah beroperasi dan terintegrasi ke sistem kelistrikan PLN. 

Mengacu pada data hingga Juni 2026, realisasi ini mencapai 106,5 persen dari target akumulasi 2025-2026 dengan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 4.261 MW. 

PLN memproyeksikan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 748 MW lagi pada sisa tahun ini, sehingga capaian kumulatif 2025-2026 akan menyentuh angka 5.289 MW.

Sementara pada jaringan transmisi, realisasi hingga Juni 2026 mencapai 3.694 kilometer sirkuit (kms). Prognosa hingga akhir tahun 2026, penambahan panjang transmisi diprediksi mencapai 4.138 kms, dengan rencana penambahan 444 kms pada semester kedua. 

Jika sesuai rencana, realisasi ini akan melampaui target kumulatif 2025-2026 sebesar 4.051 kms. Untuk gardu induk, PLN memproyeksikan capaian kumulatif akhir tahun 2026 sesuai target, yakni 8.018 Mega Volt-Ampere (MVA). 

Realisasi hingga Juni 2026 mencapai 3.800 MVA, sehingga PLN masih mengejar target penambahan 4.218 MVA di sisa tahun ini.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami mendapatkan arahan agar terus mempercepat penambahan kapasitas pembangkit, panjang transmisi, dan gardu induk. Untuk itu, kami melakukan roadmap lelang proyek PT PLN (Persero)," imbuh Darmawan.

PLN telah menyusun peta jalan (roadmap) lelang proyek pembangkit, transmisi, dan gardu induk untuk periode 2025-2031. Pada 2025, PLN telah melelang proyek pembangkit sebanyak 2,46 GW, 2.070 kms transmisi, dan 2.190 MVA gardu induk. 

Pada tahun 2026, PLN baru melaksanakan lelang untuk 5 GW pembangkit dari target 19,62 GW. Sedangkan pelaksanaan lelang untuk transmisi mencapai 7.022 kms dari target 9.219 kms, serta pelaksanaan lelang untuk gardu induk mencapai 11.910 MVA dari target 17.790 MVA.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua