Breaking

Progres Bendungan Jenelata Capai 31 Persen Lebih

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 06 Juli 2026
Progres Bendungan Jenelata Capai 31 Persen Lebih
ILUSTRASI, Pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa telah mencapai kemajuan fisik 31,72 persen per Juni 2026. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus menggenjot pembangunan proyek Bendungan Jenelata yang berlokasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tercatat hingga 30 Juni 2026, kemajuan pembangunan fisik proyek tersebut telah menembus angka 31,72 persen untuk bagian pekerjaan Joint Operation.

Bendungan Jenelata termasuk dalam infrastruktur strategis yang dirancang guna memperkuat fungsi pengendalian banjir, penyediaan air baku, irigasi lahan pertanian, serta menjaga ketahanan air di wilayah Sulawesi Selatan. Bendungan ini memiliki total kapasitas tampung mencapai 223,6 juta meter kubik. 

Manfaat utamanya adalah mereduksi debit banjir Sungai Jenelata dari 1.800,46 m³/detik menjadi 686 m³/detik, menyediakan air baku sebesar 6,05 m³/detik, serta menyokong layanan irigasi bagi kawasan pertanian seluas 25.783 hektare.

Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Ngatemin, mengungkapkan bahwa keterlibatan WIKA dalam proyek ini adalah wujud kontribusi perseroan dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat. "WIKA berkomitmen menjaga pelaksanaan proyek ini agar berjalan dengan mengedepankan aspek mutu, keselamatan kerja, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Ngatemin, sebagaimana dilansir dari berita sumber, dalam siaran pers, Jumat (3/7/2026).

Dalam proyek ini, lingkup pekerjaan WIKA difokuskan pada area tebing kiri (left bank) serta infrastruktur pendukungnya. 

Pekerjaan tersebut meliputi penggalian dan penimbunan, pembetonan facing dan plinth, pekerjaan tulangan besi dan bekisting baja, proteksi galian, pengeboran dan grouting, dinding penahan spillway, bendungan pengelak (cofferdam) tebing kiri, jalan akses, pekerjaan persiapan, fasilitas pendukung, serta sebagian pekerjaan sistem instrumentasi bendungan dan hidrologi otomatis.

Saat ini, berbagai pekerjaan yang sedang berjalan di lapangan antara lain pengecoran beton massal pada area dinding penahan spillway, pekerjaan akses menuju quarry, pengeboran dan grouting di dalam galeri spillway, penataan saluran drainase, perkuatan lereng, pekerjaan bendungan pengelak, serta persiapan fasilitas pendukung seperti crushing plant dan gudang bahan peledak untuk kebutuhan blasting.

Terkait pemberdayaan masyarakat, proyek ini berhasil menyerap sekitar 330 tenaga kerja, dengan 197 orang di antaranya merupakan tenaga kerja lokal. 

Angka tersebut menjadi cerminan komitmen WIKA dalam mendorong keterlibatan warga sekitar pada pelaksanaan proyek, sekaligus mendukung agenda pembangunan yang inklusif dan memberi dampak pada perekonomian daerah.

Ngatemin menambahkan, WIKA juga menerapkan beragam strategi percepatan dan pengendalian proyek, mulai dari penerapan Lean Construction, evaluasi kemajuan harian, optimalisasi alat dan tenaga kerja, hingga penguatan manajemen risiko konstruksi. 

Pada aspek teknologi, proyek ini turut memanfaatkan Building Information Modeling (BIM) guna mendukung visualisasi dan pengendalian pekerjaan secara lebih terintegrasi.

“Setiap tahapan pekerjaan dijalankan dengan pengawasan ketat melalui penerapan K3, pengendalian mutu berjenjang, serta koordinasi intensif di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, WIKA optimistis dapat menjaga progres proyek tetap terkendali dan selaras dengan target penyelesaian,” jelas Ngatemin, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Proyek Bendungan Jenelata ditargetkan rampung pada Juni 2028. Melalui proyek ini, WIKA mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air yang sejalan dengan agenda Asta Cita, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua