Breaking

Elnusa Petrofin Distribusikan Perdana Biosolar Industri B50

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 06 Juli 2026
Elnusa Petrofin Distribusikan Perdana Biosolar Industri B50
ILUSTRASI, Proses distribusi perdana Biosolar B50 dilakukan untuk mendukung program mandatori pemerintah. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Elnusa Petrofin (EPN), yang merupakan anak perusahaan PT Elnusa Tbk (ELSA), mulai melakukan penyaluran Biosolar Industri B50 untuk yang pertama kalinya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung pelaksanaan program mandatori B50 yang telah ditetapkan oleh pihak pemerintah. 

Proses distribusi perdana tersebut dilaksanakan dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, yang ditujukan langsung bagi para pelanggan di sektor industri.

Direktur Utama Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menyebutkan bahwa program mandatori B50 adalah langkah strategis guna memperkuat ketahanan energi di tingkat nasional, sekaligus meningkatkan penggunaan energi yang bersumber dari kekayaan dalam negeri.

“Elnusa Petrofin bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem Pertamina Group dalam mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50, khususnya bagi sektor pertambangan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional,” ujar Doni sebagaimana dilansir dari berita sumber dalam keterangan pers, Minggu (5/7/2026).

Penyaluran Biosolar Industri B50 ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang ditetapkan pada 17 Juni 2026. 

Regulasi tersebut mewajibkan pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel sebesar 50 persen ke dalam minyak solar melalui skema pembiayaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam memastikan transformasi energi dapat berjalan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” papar Doni sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penerimaan awal Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan spesifikasi B50 berlangsung pada 1 Juli 2026 lewat kapal MT Ocean Link. Selanjutnya, Biosolar Industri B50 disalurkan pada 2 Juli 2026 dengan menggunakan kapal OB Ocean Brave kepada pelanggan VHS Patra Logistik. 

Elnusa Petrofin memastikan seluruh kesiapan operasional terminal, mulai dari proses blending hingga distribusi produk B50 kepada pelanggan industri, berjalan lancar untuk menjaga keandalan rantai pasok energi.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan Operational Excellence dan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang unggul dalam setiap aktivitas operasional. Dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan tata kelola operasional yang terintegrasi menjadi fondasi utama kami dalam memastikan distribusi energi masa depan dapat berjalan secara efisien dan memenuhi standar kualitas terbaik,” pungkas Doni sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Fuel Terminal IBT Pulau Laut berperan sebagai salah satu fasilitas strategis dalam rantai pasok energi nasional. 

Terminal ini menerima pasokan FAME dan solar murni untuk diproses melalui pencampuran sebelum didistribusikan kepada pelanggan industri, khususnya sektor pertambangan. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan teknologi Automatic Inline Blending (ILB). 

Teknologi tersebut memungkinkan proses pencampuran biodiesel dilakukan secara otomatis di dalam pipa dengan kapasitas alir 250 hingga 1.000 kiloliter per jam.

Sistem ini membuat proses blending B50 menjadi lebih presisi, efisien, dan memenuhi standar mutu pemerintah sebelum dikirim kepada pelanggan.

Implementasi B50 ini juga selaras dengan strategi Pertamina Group dalam mempercepat transisi energi serta mendukung target dekarbonisasi nasional. 

Melalui peningkatan bauran biofuel, Pertamina berusaha memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan, meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit nasional, menekan ketergantungan terhadap impor energi fosil, serta memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua