Breaking

Adira Finance Terus Upayakan Penuhi Aturan Free Float 10 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 06 Juli 2026
Adira Finance Terus Upayakan Penuhi Aturan Free Float 10 Persen
ILUSTRASI, Adira Finance melakukan evaluasi opsi bersama pemegang saham pengendali untuk tingkatkan free float. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) menegaskan komitmennya dalam memenuhi sasaran porsi minimal saham publik atau free float sebesar 10 persen. Merujuk pada data per akhir Juni 2026, proporsi free float saham ADMF masih berada di angka 6,58 persen dari total saham yang beredar.

Situasi tersebut menjadi konsekuensi bagi perusahaan untuk mempertahankan statusnya sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca penyelesaian aksi korporasi penggabungan usaha atau merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, perseroan telah memproyeksikan kenaikan free float ke level 7,5 persen paling lambat pada 31 Maret 2026, serta menargetkan angka 10 persen pada 26 Juni 2026. Meski begitu, realisasi di lapangan belum sesuai dengan target yang ditetapkan.

Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Veronika Dyah Puspitaningrum, memaparkan bahwa pihak perseroan saat ini tengah berkoordinasi dengan pemegang saham pengendali guna mengkaji serta mengevaluasi sejumlah opsi agar memenuhi ketentuan free float tersebut, termasuk melakukan komunikasi intensif bersama pihak regulator.

"Perseroan akan terus mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perseroan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai catatan, Adira Finance secara resmi melakukan merger dengan Mandala Finance pada 26 Juni 2025 setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sesuai dengan rencana awal, target peningkatan porsi free float menjadi 10 persen diharapkan dapat tercapai satu tahun setelah proses merger tuntas.

Aksi merger tersebut juga diikuti dengan penawaran tender wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO). Imbasnya, kepemilikan saham oleh pihak pengendali, yaitu PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan MUFG Bank Ltd, mengalami peningkatan signifikan yang kemudian menekan persentase free float di pasar.

Hingga penutupan Mei 2026, Bank Danamon tercatat menguasai 920.700.000 saham atau setara 74,50 persen saham ADMF.

Sementara itu, MUFG Bank Ltd memiliki 233.757.759 saham atau 18,92 persen. Dengan demikian, total kepemilikan pengendali mencapai 93,42 persen, dan menyisakan porsi masyarakat sebesar 6,58 persen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua