JAKARTA - Survei terbaru yang dilakukan oleh Media Survei Nasional (Median) menunjukkan bahwa mayoritas publik, sebanyak 54,5 persen, merasa puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Penelitian ini melibatkan seribu responden yang dipilih melalui pengguna media sosial, dengan pengambilan data dilakukan antara 9 hingga 13 Januari 2026.
Direktur Median, Rico Marbun, menyampaikan bahwa meskipun ada pro dan kontra, hasil survei menunjukkan tren positif terhadap pemerintahan yang baru berjalan beberapa waktu ini.
Dikatakannya bahwa lebih dari setengah responden memberikan penilaian positif, yang mencerminkan tingkat kepercayaan publik terhadap program-program yang dijalankan oleh pemerintah.
Alasan Utama Publik Puas Terhadap Kinerja Pemerintah
Ada beberapa faktor utama yang menjadi alasan mengapa publik memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam survei ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul sebagai alasan utama bagi responden yang puas dengan kinerja pemerintah.
Program ini tercatat sebagai top of mind bagi 12,6 persen responden yang merasa program tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Program makan bergizi gratis ini menjadi alasan pertama yang mendasari kepuasan publik terhadap pemerintah," kata Rico.
Ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama bagi kelompok yang kurang mampu, mendapat apresiasi yang cukup besar dari masyarakat.
Selain itu, dalam survei ini juga ditemukan bahwa pemberantasan korupsi menjadi alasan kedua bagi publik yang puas terhadap kinerja pemerintah. Sebanyak 10,4 persen responden menilai bahwa langkah-langkah pemerintah dalam memberantas korupsi telah menunjukkan hasil yang positif. Korupsi menjadi masalah utama yang sering dikeluhkan masyarakat, dan upaya pemerintah untuk menanggulanginya mendapat perhatian lebih.
Di posisi ketiga, sekitar 8,4 persen responden menyatakan puas karena pemerintah berusaha memenuhi janji-janji kampanye, meskipun tidak seluruhnya telah terealisasi sepenuhnya. Hal ini menunjukkan adanya harapan publik bahwa pemerintah akan terus berupaya mewujudkan komitmennya terhadap masyarakat.
Tantangan yang Dihadapi Pemerintah Menurut Publik
Meski mendapatkan apresiasi dari sebagian besar masyarakat, ada juga sejumlah responden yang tidak puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebanyak 41,3 persen responden menilai bahwa kinerja pemerintah belum optimal. Dari jumlah tersebut, 30,5 persen menyatakan tidak puas, sementara 10,8 persen sangat tidak puas.
Salah satu alasan utama ketidakpuasan publik terkait dengan masalah lapangan pekerjaan. Menurut Rico, sebanyak 16,7 persen responden menyoroti janji pemerintah mengenai penyediaan lapangan kerja yang belum terealisasi sesuai harapan. "Ketidakpuasan ini mulai menguat memasuki tahun 2026, dengan harapan publik akan kesempatan kerja yang lebih baik semakin tinggi," kata Rico.
Tantangan dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak ini memang menjadi isu penting yang harus segera ditangani oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Masyarakat mengharapkan bahwa pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih efektif dalam mendorong penciptaan pekerjaan yang lebih luas.
Selain masalah lapangan pekerjaan, penanganan bencana juga menjadi sorotan utama publik. Sebanyak 13,3 persen responden menilai pemerintah belum mampu menangani bencana secara baik.
Isu ini menjadi sangat sensitif mengingat Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam, dan respons cepat pemerintah terhadap bencana sangat penting bagi kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Kritik Terkait Efisiensi Program MBG
Meskipun MBG dianggap sebagai salah satu program yang membuat publik puas, ada juga responden yang menilai bahwa program tersebut belum sepenuhnya efisien. Beberapa pihak menilai bahwa pemberian makanan bergizi gratis tersebut bisa saja menghamburkan uang negara dan kurang efektif dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Rico Marbun menyampaikan bahwa meski ada apresiasi terhadap MBG, masih ada segmen masyarakat yang meragukan efektivitas dari program tersebut. "Ada anggapan bahwa MBG ini menghamburkan uang dan tidak efisien. Ini adalah kritik yang cukup signifikan, meskipun dampaknya bagi sebagian orang sangat positif," ungkapnya.
Kritik terhadap efisiensi program ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan di kalangan masyarakat mengenai cara pemerintah mengelola anggaran negara. Beberapa orang mungkin menganggap bahwa dengan anggaran yang besar, MBG seharusnya bisa lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat lebih luas, bukan hanya bagi sebagian kelompok masyarakat saja.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mendapatkan apresiasi dari mayoritas publik, meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi.
Program-program unggulan seperti MBG, pemberantasan korupsi, dan upaya untuk memenuhi janji kampanye menjadi faktor utama yang mendasari kepuasan publik.
Namun, ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah juga mencerminkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan dan penanganan bencana.
Pemerintah perlu mendengar aspirasi publik dan terus berupaya meningkatkan kinerjanya, sehingga program-program yang ada dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Dengan harapan bahwa tantangan-tantangan ini bisa diselesaikan dengan baik, diharapkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran akan terus meningkat di masa yang akan datang.