JMA Syariah Targetkan Kenaikan Pendapatan 20% di 2026

Rabu, 21 Januari 2026 | 12:04:44 WIB
JMA Syariah Targetkan Kenaikan Pendapatan 20% di 2026

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS), yang dikenal sebagai JMA Syariah, berambisi untuk mencatatkan pendapatan kontribusi yang tumbuh sekitar 20% pada tahun 2026. 

Direktur Utama perusahaan, Basuki Agus, menjelaskan bahwa target pendapatan kontribusi mereka pada 2026 akan mencapai sekitar Rp360 miliar. Target ini diharapkan tercapai berkat adanya peningkatan produksi sebesar 20% dari hasil yang diperoleh pada tahun 2025.

Pada acara Public Expose yang digelar pada 20 Januaari 2026 Basuki Agus menyampaikan bahwa pertumbuhan yang diinginkan ini berasal dari upaya yang konsisten dalam memperluas dan mempertahankan lini bisnis yang telah ada serta memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan. 

Agus menambahkan bahwa meski perusahaan tidak memiliki rencana untuk memperkenalkan produk asuransi baru, mereka tetap optimistis dapat mencapai target tersebut dengan memaksimalkan potensi yang sudah ada.

Strategi Bisnis yang Fokus pada Produk yang Sudah Ada

JMA Syariah berencana untuk mempertahankan produk-produk asuransi yang telah terbukti memberikan hasil yang positif bagi perusahaan. 

Menurut Agus, sektor asuransi kesehatan akan tetap menjadi fokus utama, dan tidak ada rencana untuk menambah produk baru pada tahun 2026. 

Dalam hal ini, pihaknya lebih memilih untuk fokus pada penguatan dan pengembangan produk-produk yang sudah ada, yang sudah terbukti dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan pemegang polis.

“Untuk produk asuransi kesehatan, kami akan terus mempertahankan produk yang sudah ada. Tidak ada rencana untuk meluncurkan produk-produk baru dalam waktu dekat,” kata Agus. 

Dengan pendekatan ini, perusahaan berharap dapat mengoptimalkan potensi pasar yang ada, baik dari segi jumlah nasabah maupun besaran kontribusi yang dihasilkan.

Selain itu, perusahaan juga tengah berfokus pada pengembangan kanal distribusi produk asuransi untuk individu atau pasar retail. Agus menjelaskan bahwa kanal individu ini akan menjadi salah satu motor utama untuk mencapai target pendapatan yang diinginkan. 

Saat ini, perusahaan masih terus mengembangkan saluran pemasaran yang lebih efektif, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang sudah terbukti berhasil.

Pemanfaatan Teknologi untuk Pemasaran yang Lebih Efisien

Dalam hal strategi pemasaran, JMA Syariah akan terus memanfaatkan teknologi yang ada, namun tidak mengandalkan teknologi asuransi berbasis digital (insurtech).

 Agus menegaskan bahwa pihaknya lebih memfokuskan penggunaan teknologi sebagai alat bantu pemasaran yang dapat mempermudah tim pemasaran untuk melakukan penjualan.

“Kami menggunakan teknologi lebih sebagai tools atau alat bantu bagi tim marketing. Dengan adanya teknologi ini, marketing hanya perlu menggunakan perangkat seperti handphone untuk menjual produk-produk yang ada,” jelas Agus.

Meski tidak berfokus pada insurtech, JMA Syariah tetap mengikuti perkembangan terkini dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Agus mencatat bahwa mereka akan selalu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi, meskipun fokus utama tetap pada pengembangan produk yang sudah ada serta peningkatan penjualan melalui saluran yang ada.

Pencapaian Pendapatan dan Laba yang Meningkat di 2025

Sebagai gambaran pencapaian perusahaan, JMA Syariah mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp295,71 miliar pada tahun 2025, yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,56% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp253,70 miliar. 

Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi yang diterapkan oleh perusahaan dalam menjaga eksistensinya di pasar asuransi jiwa syariah.

Selain itu, laba bersih perusahaan pada tahun 2025 juga mengalami peningkatan yang cukup pesat. Laba bersih tercatat sebesar Rp4,03 miliar, yang meningkat sebesar 42,91% dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya yang hanya Rp2,82 miliar. Peningkatan laba ini menunjukkan kinerja yang solid dari JMA Syariah, meskipun tantangan yang ada di pasar.

Tantangan dan Prospek JMA Syariah di Masa Depan

Dengan target pertumbuhan yang ambisius, JMA Syariah dihadapkan pada tantangan untuk dapat mempertahankan tren positif yang telah tercatat di tahun 2025. 

Meskipun perusahaan tidak akan meluncurkan produk baru dalam waktu dekat, mereka tetap harus mampu mengatasi berbagai tantangan yang muncul, seperti persaingan yang semakin ketat di industri asuransi dan perubahan preferensi konsumen.

Namun, dengan strategi yang fokus pada pengembangan produk yang sudah ada, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemasaran, JMA Syariah optimistis dapat mencapai target pendapatan kontribusi sebesar Rp360 miliar pada 2026. 

Ke depannya, perusahaan juga akan terus mengedepankan inovasi dan penyesuaian diri dengan perkembangan teknologi dan pasar untuk menjaga daya saing di industri asuransi syariah.

Terkini