Menjanjikan! Ini Keunggulan dan Modal Usaha Roti Bakar Pinggir Jalan
- Rabu, 21 Januari 2026
Jakarta - Modal usaha roti bakar menjadi salah satu bisnis kuliner yang tetap populer karena biaya awalnya terjangkau dan proses pembuatannya sederhana.
Usaha ini banyak diminati oleh pengusaha pemula berkat rasanya yang lezat dan beragam topping yang bisa disesuaikan, sehingga digemari oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Meski terlihat mudah, keberhasilan bisnis roti bakar sangat bergantung pada pengelolaan keuangan yang tepat.
Baca JugaIHSG Bergerak Dinamis, Simak Rekomendasi Saham Terbaik untuk Investor Hari Ini
Banyak pemula mengalami kegagalan bukan karena produk tidak diminati, tetapi karena kesalahan dalam menghitung modal dan menentukan harga jual.
Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa memastikan usaha berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan.
Dengan panduan ini, Anda dapat menghitung modal, mengatur biaya operasional, dan menetapkan harga jual dengan tepat, sehingga modal usaha roti bakar bisa digunakan secara efektif untuk meraih hasil optimal.
Mengapa Memilih Usaha Roti Bakar?
Meskipun dunia kuliner menawarkan banyak pilihan, sejumlah keunggulan berikut menjadikan usaha roti bakar diminati para pelaku bisnis:
- Cara membuat roti bakar relatif sederhana sehingga pemula pun mudah mempelajarinya.
- Biaya untuk memulai usaha roti bakar cukup terjangkau.
- Risiko kerugian termasuk rendah dibandingkan bisnis lain.
- Prospek usaha ini tergolong stabil dan memiliki potensi keuntungan yang menarik.
- Roti bakar bukan makanan musiman, sehingga target pasar luas dan konsisten.
- Produk ini digemari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga dewasa.
- Peluang pengembangan tinggi, karena variasi rasa dan isi bisa diubah sesuai kreativitas dan permintaan pasar.
Modal Usaha Roti Bakar Pinggir Jalan
Berdasarkan kelebihan yang telah disebutkan, tidak ada alasan untuk ragu memulai bisnis ini. Meski begitu, memulai usaha roti bakar tetap membutuhkan modal usaha roti bakar untuk membeli peralatan, bahan, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Peralatan dan perlengkapan awal:
- Gerobak dorong: Rp3.000.000
- 6 bangku plastik: Rp150.000
- Wajan roti bakar anti lengket: Rp165.000
- Peralatan tambahan (pisau, tusuk roti, spatula, parutan keju, kape): Rp50.000
- Kompor gas satu tungku: Rp550.000
- Tabung gas 3 kg: Rp164.000
- Lap kain: Rp5.000
- 6 toples kotak sedang untuk selai, kacang, dan meses: Rp42.000
- Terpal ukuran 4x6 meter: Rp320.000
- Stapler ukuran sedang: Rp12.000
Total modal awal untuk peralatan: Rp4.310.400
Biaya operasional bulanan:
- 200 buah roti tawar: Rp1.000.000
- Selai stroberi 1 kg: Rp60.000
- Selai nanas 1 kg: Rp60.000
- Selai blueberry 1 kg: Rp60.000
- Selai kacang 1 kg: Rp60.000
- 2 kg meses cokelat: Rp94.000
- 2 karton susu kental manis isi 48: Rp1.160.000
- 5 kg margarin: Rp200.000
- Kertas nasi 200 lembar: Rp20.000
- Staples isi 20 lembar: Rp20.000
- Keju 2 kg: Rp98.000
- Sewa tempat + listrik: Rp350.000
- Biaya lain-lain: Rp150.000
Total biaya operasional per bulan: Rp3.332.000
Dengan menggabungkan modal awal dan biaya operasional, total dana yang perlu disiapkan untuk memulai usaha roti bakar pinggir jalan sekitar Rp7.642.400.
Estimasi Keuntungan
Keuntungan dari usaha roti bakar bisa berbeda-beda untuk setiap penjual, tergantung jumlah pelanggan dan variasi menu yang dijual. Untuk memberikan gambaran, berikut simulasi perkiraan pendapatan harian:
Menu | Harga | Jumlah Terjual | Total |
|---|---|---|---|
| Roti bakar selai | Rp12.000 | 3 | Rp36.000 |
| Roti bakar keju susu | Rp18.000 | 2 | Rp36.000 |
| Roti bakar selai + keju | Rp15.000 | 1 | Rp15.000 |
| Roti bakar kacang + cokelat | Rp15.000 | 1 | Rp15.000 |
| Roti bakar kacang + keju | Rp15.000 | 1 | Rp15.000 |
Berdasarkan simulasi tersebut, pendapatan kotor dari penjualan sehari bisa mencapai Rp117.000. Jika penjualan harian konsisten, total pendapatan kotor dalam sebulan diperkirakan sebesar Rp3.510.000.
Dengan kondisi ideal seperti ini, waktu untuk balik modal diperkirakan sekitar 3 bulan. Namun, jika penjualan hanya mencapai 30–50% dari target harian, waktu untuk kembali modal bisa memakan waktu antara 4 hingga 6 bulan.
Tips Sukses Bisnis Roti Bakar
Sukses dalam menjalankan bisnis roti bakar sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, yaitu rasa produk, harga yang kompetitif, dan lokasi penjualan yang strategis.
Bagi kamu yang ingin memulai usaha ini, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk meningkatkan peluang keberhasilan.
Buat Rencana Bisnis
Langkah pertama yang sangat dianjurkan adalah menyusun rencana bisnis yang jelas. Rencana ini akan membantu kamu tetap fokus pada target dan mempermudah pengambilan keputusan. Perencanaan yang matang juga berperan untuk meminimalisasi risiko kerugian.
Dalam menyusun rencana bisnis, kamu bisa menggunakan kertas biasa atau memanfaatkan aplikasi gratis yang tersedia.
Beberapa komponen penting yang harus ada antara lain konsep bisnis, estimasi modal awal, daftar perlengkapan usaha, target penjualan harian dan bulanan, serta strategi promosi.
Selain itu, sebaiknya siapkan juga skenario cadangan jika bisnis berjalan kurang optimal. Hal ini akan membuat kamu lebih siap menghadapi tantangan dan menjaga kestabilan usaha.
Tentukan Lokasi Strategis
Pemilihan lokasi penjualan menjadi kunci kesuksesan usaha roti bakar. Pilihlah lokasi yang ramai, seperti pinggir jalan, karena tempat ini selalu dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Selain strategis, harga sewa di lokasi seperti ini biasanya masih terjangkau sehingga tidak membebani biaya operasional.
Variasi dan Kualitas Rasa
Rasa roti bakar sangat menentukan minat pelanggan. Meski bahan berkualitas bisa lebih mahal, disarankan menggunakan bahan yang baik, seperti margarin, selai, meses, susu, dan keju berkualitas tinggi.
Rasa yang lezat membuat produk lebih mudah dikenal dan diminati banyak orang.
Ketika pelanggan menyukai rasa roti bakar yang ditawarkan, peluang mereka untuk membeli kembali cukup tinggi.
Semakin banyak pelanggan yang menjadi pembeli tetap, semakin stabil dan berkembang pula bisnis yang kamu jalankan. Dampaknya, keuntungan usaha juga akan meningkat seiring pertumbuhan pelanggan.
Menentukan Harga Jual
Dalam bisnis roti bakar, persaingan cukup ketat. Kamu bisa menetapkan harga jual sedikit lebih tinggi dibanding pesaing, asalkan kualitas produk sebanding dengan harga yang dibanderol.
Misalnya, jika roti bakar keju susu dijual Rp18.000 sementara kompetitor menjual Rp17.000, pelanggan biasanya tidak keberatan membayar lebih selama roti bakar terasa lezat dan isian yang ditawarkan melimpah.
Strategi Promosi
Promosi penting untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Salah satu cara adalah memberikan kupon gratis: setiap pembelian akan mendapatkan kupon, dan setelah terkumpul 10 kupon, pelanggan bisa menukarnya dengan satu buah roti bakar selai gratis.
Selain itu, media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan usaha. Kamu juga bisa bekerja sama dengan aplikasi layanan antar makanan online untuk meningkatkan penjualan dan omset.
Dengan memperhatikan harga jual dan strategi promosi yang tepat, kamu bisa mengembangkan usaha roti bakar secara lebih maksimal.
Sebagai penutup, sekilas informasi ini bisa dijadikan panduan untuk menghitung modal usaha roti bakar pinggir jalan sebelum benar-benar memulai bisnis.
Enday Prasetyo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Perlindungan UMKM Ditingkatkan, Pemerintah Akan Atur Biaya Platform Digital
- Rabu, 21 Januari 2026
Transportasi Kereta Api Dominasi Distribusi Batu Bara Hingga 16,9 Juta Ton
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Kenaikan Pungutan Ekspor CPO Jadi Strategi Perkuat Program B40 dan Ekonomi
- Rabu, 21 Januari 2026
Perlindungan UMKM Ditingkatkan, Pemerintah Akan Atur Biaya Platform Digital
- Rabu, 21 Januari 2026
Infrastruktur Kereta Urban Surabaya Diperkuat Berkat Kolaborasi Indonesia dan Inggris
- Rabu, 21 Januari 2026
Transportasi Kereta Api Dominasi Distribusi Batu Bara Hingga 16,9 Juta Ton
- Rabu, 21 Januari 2026








