Bursa Asia Terkoreksi, Investor Fokus Pantau Kebijakan Bank Sentral Global
- Kamis, 18 Desember 2025
JAKARTA - Pasar saham Asia mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, dipicu aksi jual di sektor teknologi.
Kekhawatiran atas besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) membuat investor berhati-hati. Selain itu, rangkaian rapat bank sentral global yang akan digelar menambah ketidakpastian arah pasar.
Tekanan di Sektor Teknologi
Baca Juga
Saham teknologi menjadi sorotan utama di tengah sentimen negatif investor. Saham Nvidia dan Oracle mencatat penurunan signifikan yang memengaruhi indeks pasar. Kekhawatiran muncul dari potensi belanja modal besar dan risiko pembakaran kas pada proyek AI.
Koreksi di sektor ini juga mempengaruhi indeks MSCI Asia-Pasifik yang melemah 0,5%. Bursa Korea Selatan turun 1,3%, Hang Seng Hong Kong turun 0,5%, dan Nikkei Jepang turun 1,2%. Pergerakan ini menandai respons investor terhadap ketidakpastian teknologi dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Perhatian pada Bank Sentral
Investor menantikan keputusan kebijakan moneter dari sejumlah bank sentral utama. ECB, Norges Bank, dan Riksbank diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara Bank of Japan akan menaikkan suku bunga meski arah ke depan masih tanda tanya. Hal ini mencerminkan perbedaan strategi moneter antarnegara yang membuat investor lebih selektif.
Pasar fokus pada efek kebijakan ini terhadap nilai tukar, inflasi, dan imbal hasil obligasi. Ketidakpastian arah suku bunga menimbulkan volatilitas di pasar ekuitas dan valuta asing. Investor juga menunggu data inflasi AS untuk menilai potensi perubahan langkah Federal Reserve.
Komoditas dan Geopolitik
Harga minyak melanjutkan reli akibat pemblokadean kapal tanker sanksi Venezuela. Kenaikan ini didukung permintaan yang stabil dan situasi geopolitik yang memengaruhi pasokan energi. Sementara itu, perak mencetak rekor tertinggi, yang turut menopang harga emas meski sedikit terkoreksi.
Kondisi ini menunjukkan korelasi antara geopolitik dan pasar komoditas. Investor memanfaatkan peluang perdagangan jangka pendek untuk menyesuaikan portofolio. Penguatan harga energi menjadi faktor penopang stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global.
Pergerakan Pasar Eropa dan Amerika
Poundsterling tertekan menyusul data inflasi Inggris yang turun di bawah perkiraan, meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE.
Di Amerika Serikat, Federal Reserve menilai masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga di tengah pelemahan pasar tenaga kerja. Data inflasi AS menjadi sorotan investor untuk mengantisipasi arah kebijakan moneter selanjutnya.
Pergerakan ini memengaruhi mata uang global dan imbal hasil obligasi. Euro stabil menjelang keputusan ECB, sementara yield Treasury 10 tahun tetap di level sekitar 4,14%. Investor menyeimbangkan portofolio untuk menghadapi ketidakpastian di Eropa dan Amerika sekaligus.
Outlook dan Strategi Investor
Investor menunda langkah agresif menunggu kepastian arah suku bunga dan laporan ekonomi utama. Kenaikan harga minyak dan stabilitas perak menjadi fokus untuk diversifikasi portofolio. Strategi berhati-hati ini mencerminkan kehati-hatian pasar menghadapi volatilitas global yang tinggi.
Koreksi pasar saham dan tekanan teknologi menandai perlunya seleksi aset yang cermat. Investor memantau perkembangan regulasi AI dan pengaruhnya terhadap laba perusahaan. Dengan menyesuaikan strategi, investor berharap bisa menjaga stabilitas portofolio dalam jangka menengah.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Drama Baru Dibintangi Koo Kyo-Hwan dan Go Youn-Jung Segera Akan Tayang
- Rabu, 21 Januari 2026
Senyawa Kopi Terbukti Miliki Potensi Mengatasi Diabetes Secara Alami
- Rabu, 21 Januari 2026
SM Entertainment Umumkan Persiapan Boy Group Baru yang Inovatif dan Menarik
- Rabu, 21 Januari 2026
Konsumsi Alpukat Rutin Bisa Mendukung Kesehatan Jantung Secara Optimal Setiap Hari
- Rabu, 21 Januari 2026
Gastritis Akibat Stres Dapat Dicegah dengan Cara Lindungi Lambung Secara Efektif
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Senyawa Kopi Terbukti Miliki Potensi Mengatasi Diabetes Secara Alami
- Rabu, 21 Januari 2026
SM Entertainment Umumkan Persiapan Boy Group Baru yang Inovatif dan Menarik
- Rabu, 21 Januari 2026
Konsumsi Alpukat Rutin Bisa Mendukung Kesehatan Jantung Secara Optimal Setiap Hari
- Rabu, 21 Januari 2026
Gastritis Akibat Stres Dapat Dicegah dengan Cara Lindungi Lambung Secara Efektif
- Rabu, 21 Januari 2026
Jungmo CRAVITY Mulai Menapaki Dunia Akting Lewat Drama Korea Terbaru
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
Rekomendasi Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Gambir 2026
- 21 Januari 2026
3.
4.
7 Minuman Segar Khas Indonesia Kombinasi Nanas yang Menyegarkan
- 21 Januari 2026







.jpg)
