Rabu, 21 Januari 2026

Gastritis Akibat Stres Dapat Dicegah dengan Cara Lindungi Lambung Secara Efektif

Gastritis Akibat Stres Dapat Dicegah dengan Cara Lindungi Lambung Secara Efektif
Gastritis Akibat Stres Dapat Dicegah dengan Cara Lindungi Lambung Secara Efektif

JAKARTA - Emosi memiliki dampak yang nyata terhadap kerja lambung. 

Rasa takut, stres, cemas, maupun kebahagiaan yang intens dapat memicu peradangan pada lapisan lambung. Kondisi ini dikenal sebagai gastritis akibat stres atau stress-induced gastritis, yang disebabkan oleh kecemasan yang tinggi.

Ketika tekanan emosional meningkat, produksi cairan pencernaan yang bersifat asam turut meningkat. Pada saat yang sama, jumlah lendir dan prostaglandin pelindung lambung justru menurun. Akibatnya, lambung menjadi lebih rentan terhadap nyeri, kembung, dan sensasi terbakar.

Baca Juga

Manfaat Jus Jeruk untuk Menjaga Kesehatan Jantung Secara Alami Setiap Hari

Gastritis akibat stres umumnya tidak berbahaya, namun sangat mengganggu kualitas hidup. Stres menciptakan kondisi hormonal yang memicu produksi asam lambung berlebihan. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala Gastritis dan Sensasi Nyeri

Nyeri lambung menjadi gejala yang paling sering muncul pada gastritis akibat stres. Keluhan dapat berupa nyeri tajam, kram, perut berat, hingga gangguan pencernaan. Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan lambung, usus, hingga organ lain di rongga perut.

Sensasi panas di dada atau ulu hati dikenal sebagai pirosis. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan produksi asam lambung dan sering disertai sendawa atau regurgitasi. Cairan lambung yang naik hingga ke kerongkongan menimbulkan rasa terbakar di tenggorokan dan mulut.

Perut kembung ditandai oleh pembengkakan perut dan rasa nyeri. Rasa penuh biasanya bersifat sementara dan mereda setelah proses pencernaan selesai. Namun, bila disertai nyeri menusuk yang menetap, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis untuk penanganan tepat.

Kelompok yang Rentan Terhadap Gastritis

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gastritis akibat stres. Pekerja dengan ritme padat dan tengat waktu mepet termasuk kelompok yang rentan. Selain itu, individu yang menghadapi masalah emosional dengan pasangan, penyakit kronis, atau prosedur medis rumit juga berisiko.

Orang yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi kesehatan serius, serta mereka yang menunggu hasil pemeriksaan penting atau ujian akademik, juga lebih rentan. Tekanan psikologis yang tinggi dapat memicu produksi asam lambung berlebihan. Kesadaran terhadap faktor risiko membantu pencegahan sejak dini.

Kondisi ini juga dapat berkembang menjadi komplikasi jika tidak ditangani. Gastritis akibat stres bisa memicu refluks gastroesofageal, tukak lambung, hingga gangguan penyerapan nutrisi. Perhatian pada tanda-tanda awal menjadi langkah penting untuk menghindari masalah kesehatan lebih lanjut.

Pencegahan dan Penanganan Gastritis

Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi sering dianjurkan untuk mencegah gastritis. Mengunyah makanan dengan baik mempermudah pencernaan dan mengurangi waktu makanan berada di lambung. Aktivitas fisik yang menenangkan, seperti yoga, juga membantu mengelola stres secara efektif.

Dalam kondisi tertentu, antasida dapat digunakan untuk menetralkan asam lambung dan meredakan nyeri dengan cepat. Obat penekan produksi asam, seperti proton pump inhibitor (PPI), juga dapat membantu mengurangi keasaman lambung. Pendekatan ini harus dilakukan atas anjuran dokter untuk mendapatkan hasil optimal.

Perubahan gaya hidup dan manajemen stres menjadi bagian penting dari penanganan. Tidur cukup, olahraga rutin, dan teknik relaksasi mendukung kesehatan lambung. Kombinasi langkah preventif dan medis memastikan kondisi tetap terkendali.

Makanan dan Minuman yang Perlu Diperhatikan

Beberapa jenis makanan dapat memperparah gastritis akibat stres. Makanan manis, berlemak, serta ikan dan keju berlemak sebaiknya dikurangi sementara. Bumbu dan rempah kuat juga sebaiknya dibatasi untuk mencegah iritasi lambung.

Daging berlebihan dan makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko gangguan lambung. Buah asam seperti lemon, jeruk, nanas, serta buah kering kaya lemak dan protein juga sebaiknya dibatasi. Minuman seperti teh, kopi, dan minuman berkarbonasi dapat memicu peningkatan asam lambung.

Memperhatikan asupan makanan dan minuman membantu mencegah gastritis memburuk. Kombinasi pola makan sehat dan pengelolaan stres memberikan perlindungan optimal bagi lambung. Dengan perhatian yang tepat, kualitas hidup penderita gastritis akibat stres dapat tetap terjaga.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern

Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern

OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman

OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman

Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang

Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang

Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer

Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer

Atlet Sepeda Vanza Mifthahul Jannah Sukses Rebut Medali Emas Bergengsi

Atlet Sepeda Vanza Mifthahul Jannah Sukses Rebut Medali Emas Bergengsi