JAKARTA - Pasar mata uang digital menunjukkan geliat positif di akhir tahun 2025. Investor kembali menaruh perhatian pada kripto, mendorong sejumlah aset utama menguat signifikan. Momentum ini terlihat jelas pada Bitcoin, Ethereum, BNB, dan Solana.
Data perdagangan terbaru menunjukkan BTC naik ke level US$ 90.031 atau sekitar Rp 1,51 miliar. Namun, pergerakan harga tidak selalu stabil karena beberapa saat kemudian turun tipis ke US$ 89.923 atau sekitar Rp 1,50 miliar.
Selama 24 jam terakhir, harga BTC naik 2,67% dari titik terendah US$ 87.615 atau sekitar Rp 1,47 miliar. Kapitalisasi pasar BTC juga menguat 2,58% menjadi US$ 1,79 triliun, menegaskan kenaikan likuiditas dan minat investor.
Baca Juga
Altcoin Ikut Tumbuh Seiring Bitcoin Menguat
Selain Bitcoin, altcoin juga menunjukkan tren positif dalam 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) tercatat naik 3,35% ke harga US$ 3.031 atau sekitar Rp 50,86 juta, dibanding sebelumnya US$ 2.933 atau sekitar Rp 49,22 juta.
Binance Coin (BNB) turut menguat 2,53% ke level US$ 864,18. Pergerakan positif juga dialami Solana (SOL), yang naik 3,02% ke US$ 127,47. Kenaikan ini menandai optimisme investor terhadap aset kripto yang lebih luas.
Momentum ini menunjukkan pasar kripto tidak hanya bergantung pada Bitcoin. Sentimen positif terhadap altcoin mencerminkan meningkatnya diversifikasi dan potensi keuntungan dari berbagai aset digital.
Volatilitas Pasar Diprediksi Meningkat Selama Libur
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menekankan bahwa volatilitas pasar berpotensi lebih tinggi pada periode libur Natal. Penurunan likuiditas perdagangan dapat memicu pergerakan harga yang tajam, baik pemulihan jangka pendek maupun koreksi lanjutan.
Menurut Fyqieh, perkembangan sentimen makro global akan sangat memengaruhi arah pergerakan harga. Investor diminta tetap disiplin dalam manajemen risiko, karena pasar kripto masih rawan tekanan dalam jangka pendek.
Meski demikian, prospek jangka menengah hingga panjang tetap menarik. Jika likuiditas global membaik dan kebijakan moneter lebih akomodatif, aset kripto diperkirakan tetap menjadi pilihan investasi menarik.
Teknikal Pasar Kripto Membuka Ruang Koreksi
Secara teknikal, kombinasi death cross dan bearish pennant membuka peluang koreksi lanjutan. Fyqieh menjelaskan, jika tidak muncul sentimen positif baru, tekanan bisa meluas ke altcoin.
Breakdown harga berpotensi membuat investor waspada dan memicu aksi jual. Namun, ini juga bisa menjadi momentum bagi pembelian di level rendah bagi investor jangka menengah hingga panjang.
Analisis teknikal dan manajemen risiko menjadi kunci. Pasar yang bergerak dinamis menuntut investor tetap hati-hati dan cermat dalam menilai peluang dan risiko investasi.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Membuat Teh Susu Nikmat dan Tetap Menyehatkan Tubuh
- Selasa, 20 Januari 2026
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Terpopuler
1.
Biaya Balik Nama Motor Bekas 2026 Termasuk Pajak Lengkap
- 20 Januari 2026
2.
DBS Hadirkan Kalkulator Pensiun Dorong Perencanaan Keuangan Dini
- 20 Januari 2026
3.
Bursa CFX Prediksi Industri Kripto Tetap Tumbuh Positif 2026
- 20 Januari 2026
4.
OJK Terbitkan Aturan Gugatan Demi Perlindungan Konsumen Keuangan
- 20 Januari 2026
5.
BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Namun Belum Nol
- 20 Januari 2026








