Selasa, 20 Januari 2026

Studi Ungkap Nada Kasar Picu Jawaban ChatGPT Lebih Akurat

Studi Ungkap Nada Kasar Picu Jawaban ChatGPT Lebih Akurat
Studi Ungkap Nada Kasar Picu Jawaban ChatGPT Lebih Akurat

JAKARTA - Selama ini, banyak pengguna beranggapan bahwa berbicara sopan kepada kecerdasan buatan adalah cara terbaik untuk mendapatkan jawaban yang baik. Namun, sebuah temuan akademik terbaru justru menunjukkan hasil yang bertolak belakang. 

Penelitian mengungkap bahwa nada kasar dalam berinteraksi dengan ChatGPT ternyata bisa menghasilkan jawaban yang lebih akurat dibandingkan bahasa yang santun.

Studi ini memicu diskusi luas tentang bagaimana manusia berkomunikasi dengan chatbot berbasis kecerdasan buatan, sekaligus membuka wawasan baru soal sensitivitas model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) terhadap gaya bahasa pengguna. Temuan tersebut menegaskan bahwa interaksi manusia dan AI tidak sesederhana yang selama ini dibayangkan.

Baca Juga

Tips Liburan Sehat Musim Hujan Agar Tubuh Tetap Fit

Temuan Penelitian Tentang Nada Pertanyaan

Penelitian yang dilakukan oleh The Pennsylvania State University ini dipublikasikan dengan judul “Mind Your Tone: Investigating How Prompt Politeness Affects LLM Accuracy”

Dalam riset tersebut, para peneliti menguji lebih dari 250 pertanyaan unik yang disusun dalam spektrum nada, mulai dari sangat sopan hingga sangat kasar.

Hasilnya cukup mengejutkan. Respons yang dipicu oleh pertanyaan dengan nada “sangat kasar” menghasilkan tingkat akurasi sebesar 84,8 persen. Angka ini lebih tinggi sekitar empat poin persentase dibandingkan respons yang dipicu oleh pertanyaan “sangat sopan”.

Dalam studi itu, para peneliti menemukan bahwa chatbot AI berbasis LLM merespons lebih baik ketika diberikan perintah langsung dan kasar, seperti “Hei, pesuruh, selesaikan ini,” dibandingkan pertanyaan bernada sopan seperti “Maukah Anda membantu menyelesaikan pertanyaan berikut?”

Temuan ini menantang asumsi umum bahwa kesopanan selalu menghasilkan kualitas interaksi yang lebih baik dengan sistem kecerdasan buatan. Bagi para peneliti, nada ternyata menjadi variabel penting yang memengaruhi cara AI memproses dan menghasilkan jawaban.

Dampak Bahasa Kasar Dalam Interaksi AI

Meski penggunaan bahasa kasar terbukti meningkatkan akurasi jawaban dalam konteks penelitian, para peneliti menegaskan bahwa pendekatan ini tidak lepas dari risiko. Mereka mengingatkan bahwa “percakapan yang tidak sopan” dapat memicu konsekuensi yang tidak diinginkan bagi pengguna.

“Penggunaan bahasa yang menghina atau merendahkan dalam interaksi manusia-AI dapat berdampak negatif pada pengalaman pengguna, aksesibilitas, dan inklusivitas, serta dapat berkontribusi pada norma komunikasi yang berbahaya,” kata para peneliti.

Peringatan ini menekankan bahwa hasil akurasi yang lebih tinggi tidak serta-merta membenarkan penggunaan bahasa kasar secara luas. Ada dimensi etika dan sosial yang tetap perlu dipertimbangkan, terutama ketika teknologi AI semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Para peneliti menilai, jika pola komunikasi kasar menjadi kebiasaan, hal itu bisa membentuk norma komunikasi yang tidak sehat, baik dalam interaksi dengan mesin maupun sesama manusia.

Sensitivitas Model AI Terhadap Nada Bahasa

Selain struktur kalimat, penelitian ini menunjukkan bahwa nada memiliki pengaruh signifikan terhadap respons chatbot AI. Bagi tim peneliti, temuan tersebut mengindikasikan bahwa interaksi manusia-AI jauh lebih bernuansa dibandingkan asumsi awal yang menganggap AI sepenuhnya netral terhadap emosi dan gaya bahasa.

Studi-studi sebelumnya juga memperkuat temuan ini. Penelitian lain mengenai perilaku chatbot AI menemukan bahwa sistem tersebut sangat peka terhadap input yang diberikan manusia.

Dalam satu studi, peneliti dari Universitas Pennsylvania berhasil memanipulasi LLM untuk memberikan respons terlarang dengan menerapkan teknik persuasi yang biasanya efektif pada manusia. Hal ini menunjukkan bahwa AI dapat dipengaruhi oleh pendekatan psikologis tertentu.

Studi lain bahkan menemukan bahwa LLM rentan terhadap fenomena yang disebut sebagai “kerusakan otak”, yakni bentuk penurunan kognitif berkepanjangan. Para ilmuwan menunjukkan adanya peningkatan kecenderungan psikopati dan narsisme pada model ketika terus-menerus diberi konten viral berkualitas rendah.

Rangkaian temuan tersebut memperkuat pandangan bahwa AI bukan sekadar mesin netral, melainkan sistem kompleks yang responsnya dipengaruhi oleh detail kecil dalam interaksi.

Keterbatasan Studi Dan Implikasi Ke Depan

Para peneliti Penn State juga secara terbuka mengakui keterbatasan dalam studi mereka. Salah satunya adalah ukuran sampel respons yang relatif kecil, serta ketergantungan penelitian pada satu model AI, yakni ChatGPT 4o.

Mereka menilai, ada kemungkinan bahwa model AI yang lebih canggih di masa depan mampu “mengabaikan masalah nada dan fokus pada esensi setiap pertanyaan.” Dengan kata lain, pengaruh bahasa kasar terhadap akurasi jawaban bisa berkurang seiring perkembangan teknologi.

Meski demikian, penelitian ini tetap dianggap penting karena menambah pemahaman tentang kompleksitas model AI modern. Temuan tersebut juga menyoroti betapa respons ChatGPT dapat bervariasi hanya karena perubahan kecil dalam detail pertanyaan.

“Terutama karena penelitian tersebut menemukan respons ChatGPT bervariasi berdasarkan detail kecil dalam pertanyaan, bahkan ketika diberikan struktur yang seharusnya mudah seperti tes pilihan ganda,” kata Profesor Sistem Informasi Penn State, Akhil Kumar.

Ke depan, temuan ini membuka peluang riset lanjutan mengenai cara terbaik berinteraksi dengan AI tanpa mengorbankan nilai etika, kenyamanan pengguna, dan inklusivitas. 

Studi ini sekaligus mengingatkan bahwa kecerdasan buatan masih terus berkembang, dan cara manusia berkomunikasi dengannya dapat membentuk arah perkembangan tersebut.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal