Rabu, 21 Januari 2026

Anggaran Transmigrasi Difokuskan untuk Penguatan Ekonomi Kawasan Nasional

Anggaran Transmigrasi Difokuskan untuk Penguatan Ekonomi Kawasan Nasional
Anggaran Transmigrasi Difokuskan untuk Penguatan Ekonomi Kawasan Nasional

JAKARTA - Upaya menjadikan transmigrasi sebagai motor penggerak ekonomi nasional terus diperkuat pemerintah. Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa arah pembangunan kawasan transmigrasi kini tidak lagi berfokus semata pada perpindahan penduduk, melainkan pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. 

Kebijakan tersebut tercermin dari pengalokasian anggaran yang difokuskan ke seluruh kawasan transmigrasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa penguatan kawasan transmigrasi dilakukan melalui perencanaan berbasis potensi lokal. 

Baca Juga

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Dengan pendekatan tersebut, setiap kawasan diharapkan memiliki produk unggulan yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Arah Baru Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Kementerian Transmigrasi mengarahkan anggaran pembangunan secara terfokus ke kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah dan panjang untuk menjadikan transmigrasi sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi nasional.

Viva Yoga menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki dasar perencanaan yang jelas melalui kerja Tim Ekspedisi Patriot. Tim tersebut sebelumnya disebar ke seluruh kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi unggulan dan menyusun rekomendasi pengembangan ekonomi wilayah.

“Melalui program Tim Ekspedisi Patriot yang kita sebar di 154 kawasan pada tahun 2025 lalu, kita memiliki paper kerja berupa rekomendasi tentang produk unggulan dan perencanaan pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi di 154 kawasan itu,” ujar Viva Yoga.

Hasil kerja tersebut menjadi fondasi penting dalam merancang pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih terarah dan berbasis potensi masing-masing wilayah.

Transmigrasi sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

Menurut Viva Yoga, paradigma transmigrasi kini mengalami perubahan signifikan. Pemerintah tidak lagi memposisikan transmigrasi hanya sebagai program relokasi penduduk, tetapi sebagai penggerak ekonomi rakyat yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Pemerintah tidak lagi memposisikan transmigrasi hanya sebagai relokasi penduduk, melainkan sebagai penggerak ekonomi rakyat yang terstruktur dan berkelanjutan,” kata dia.

Memasuki tahun 2026, Kementerian Transmigrasi akan menindaklanjuti rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot dengan penguatan sumber daya manusia serta perencanaan ekonomi kawasan yang lebih matang. 

Program ini dirancang agar setiap kawasan transmigrasi memiliki arah pembangunan yang jelas, berbasis potensi lokal, dan terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional.

“Untuk tahun 2026 akan kita follow-up lagi. Dan kita masih akan terus untuk menindaklanjuti dengan pengiriman 1.000 Tim Ekspedisi Patriot dan 2.000 Mahasiswa Patriot yang akan sekolah untuk program Master S2 di beberapa kawasan transmigrasi,” terang Viva Yoga.

Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia tersebut, pemerintah berharap pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang.

Fokus Anggaran untuk Produk Unggulan Kawasan

Dalam pelaksanaannya, alokasi anggaran Kementerian Transmigrasi akan disalurkan ke seluruh kawasan transmigrasi yang telah dipetakan. 

Fokus utama penggunaan anggaran tersebut adalah pengembangan produk unggulan, pembangunan sarana dan infrastruktur, serta peningkatan pendapatan masyarakat.

“Ini semuanya adalah ingin kita membangkitkan pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi yang bukan sekadar perpindahan penduduk, tapi juga untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi,” ucap Viva Yoga.

Ia menegaskan bahwa penguatan komoditas unggulan menjadi kunci agar kawasan transmigrasi mampu tumbuh mandiri. Dengan dukungan infrastruktur dan peningkatan kapasitas masyarakat, kawasan transmigrasi diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.

“Kita menginginkan bahwa untuk pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi melalui produk unggulan dan peningkatan sarana dan infrastruktur serta meningkatkan pendapatan masyarakat akan kita harapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Viva Yoga.

Menurutnya, penyebaran anggaran secara terfokus tersebut diharapkan mampu membangkitkan ekonomi rakyat di kawasan transmigrasi dan pada akhirnya turut memperkuat perekonomian nasional.

Industrialisasi Kawasan dan Peran Investor

Selain pengembangan produk unggulan, Kementerian Transmigrasi juga mendorong proses industrialisasi di kawasan transmigrasi. Pemerintah berupaya membuka peluang masuknya investor agar potensi ekonomi kawasan dapat dikembangkan secara optimal.

“Dapat mengembangkan proses industrialisasi dengan kita akan berupaya untuk mengundang para investor yang akan bertanam modal di kawasan transmigrasi,” papar Viva Yoga.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu proyek yang sudah berjalan berada di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, berupa pembangunan pabrik gula di kawasan Malolo. Proyek tersebut menjadi contoh konkret upaya industrialisasi berbasis kawasan transmigrasi.

“Sementara yang sudah running itu ada di Sumba Timur berupa pembangunan pabrik gula di kawasan Malolo,” ucapnya.

Selain komoditas gula, pemerintah juga merencanakan pengembangan berbagai produk unggulan lainnya, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Kakao dan sejumlah komoditas potensial lain diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

“Dan kita masih merencanakan beberapa produk unggulan di Indonesia Timur, misalnya untuk kakao coklat dan yang lainnya, yang akan kita kembangkan agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi yang juga akan turut berkontribusi di dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Viva Yoga.

Ia menambahkan, dampak ekonomi dari kebijakan ini akan terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, perbaikan infrastruktur, serta naiknya pendapatan warga. 

“Soal berapa persennya nanti akan kita hitung, tapi kalau sudah ada kegiatan ekonomi, ada peningkatan pendapatan masyarakat, ada perbaikan infrastruktur itu pasti akan meningkat dan akan dapat membantu pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal