Selasa, 20 Januari 2026

Manfaat Makanan Pedas dan Rahasia Umur Panjang Alami

Manfaat Makanan Pedas dan Rahasia Umur Panjang Alami
Manfaat Makanan Pedas dan Rahasia Umur Panjang Alami

JAKARTA - Rasa pedas bukan sekadar sensasi yang membakar lidah, tetapi telah menjadi bagian dari identitas kuliner dan gaya hidup masyarakat Indonesia. 

Dari Sabang hingga Merauke, cabai hadir dalam berbagai bentuk, mengiringi hidangan sehari-hari sekaligus menyimpan cerita panjang tentang budaya, kebiasaan, dan bahkan kesehatan. Tak heran jika makanan pedas sering dikaitkan dengan stamina, vitalitas, hingga rahasia panjang umur.

Kecintaan masyarakat Nusantara terhadap rasa pedas tercermin dari banyaknya hidangan ikonik berbasis cabai dan rempah. Rendang dari Sumatra Barat, seblak khas Bandung, hingga ayam betutu Bali membuktikan bahwa pedas bukan sekadar pelengkap, melainkan unsur utama yang membentuk karakter masakan. Popularitas ini juga mendorong industri kuliner untuk terus berinovasi, termasuk restoran yang mengangkat pedas sebagai daya tarik utama.

Baca Juga

Nikmati Bubur Mutiara Kenyal dan Bening dengan Beragam Kreasi Menarik

Salah satunya adalah Dapur Babah Elite, yang menghadirkan masakan pedas dengan inspirasi cita rasa Peranakan. Menu-menu di restoran ini memadukan cabai dan rempah dalam komposisi seimbang, sehingga menghasilkan pedas yang hangat dan berlapis rasa, bukan sekadar menyengat.

Pedas sebagai Warisan Rasa dan Budaya

Kuliner pedas di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah dan budaya. Sejak lama, cabai digunakan bukan hanya untuk menambah rasa, tetapi juga sebagai cara mengawetkan makanan dan meningkatkan selera makan. Dalam konteks modern, makanan pedas tetap menjadi favorit lintas generasi, bahkan dianggap sebagai simbol keberanian dan ketangguhan.

Di Dapur Babah Elite, inspirasi Peranakan diterjemahkan melalui menu seperti Daging Sapi Lada Hitam Babah-style dan Oedang Tjabe. Kedua hidangan ini menonjolkan pedas yang bersumber dari lada hitam, paprika, dan cabai, menghasilkan sensasi hangat yang seimbang dengan rasa gurih.

“Daging Sapi Lada Hitam Babah-style menghadirkan pedas hangat dari lada hitam dengan sentuhan paprika, sementara Oedang Tjabe menawarkan udang goreng renyah dengan pedas gurih dari cabai dan bumbu rempah,” kata Febby Okta, Public Relations Tugu Restaurant Jakarta.

Tak mengherankan jika Oedang Tjabe menjadi salah satu menu favorit pengunjung berkat perpaduan tekstur renyah dan rasa pedas yang menggugah selera.

Kapsaisin dan Hubungannya dengan Kesehatan

Di balik sensasi pedas, terdapat senyawa aktif bernama kapsaisin yang menjadi kunci berbagai manfaat kesehatan. Menurut sejumlah penelitian, kapsaisin berperan dalam meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh membakar energi lebih efisien. 

Asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School, Dr Long Nguyen, yang disiarkan Time, menyebutkan bahwa makanan pedas mengandung kapsaisin yang dapat mendukung kesehatan tubuh.

Dalam penelitiannya pada tahun 2020, Nguyen menemukan bahwa konsumsi cabai secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes. 

Ahli jantung dr Bo Xu dari Cleveland Clinic Lerner College of Medicine, sebagai penulis utama tinjauan tersebut, menjelaskan bahwa kapsaisin bekerja dengan mengaktivasi reseptor TRPV1 pada sel saraf.

Aktivasi reseptor ini memicu pelepasan adrenalin yang membantu proses pembakaran lemak serta meningkatkan kontrol kadar gula darah. Berdasarkan temuan tersebut, Nguyen menyatakan bahwa individu yang rutin mengonsumsi cabai memiliki kemungkinan 25 persen lebih kecil untuk meninggal lebih awal dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi makanan pedas.

Selain itu, reseptor TRPV1 juga berperan dalam mengendalikan sel imun yang berfungsi mengurangi peradangan, yang merupakan salah satu pemicu penyakit kronis seperti penyakit jantung.

Pedas, Berat Badan, dan Sistem Imun

Efek kapsaisin tidak hanya berhenti pada metabolisme. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas dapat membantu individu merasa kenyang lebih lama, sehingga berpotensi mendukung pengelolaan berat badan. Tak hanya itu, kapsaisin juga telah lama digunakan sebagai bahan aktif dalam obat pereda nyeri saraf dan radang sendi.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah pengaruhnya terhadap kesehatan usus. Studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas dapat meningkatkan variasi bakteri baik di dalam usus. Mikrobiota usus yang sehat berperan penting dalam memperkuat sistem imun, menjaga lapisan usus, dan melawan kuman berbahaya.

Meski demikian, para ilmuwan menekankan bahwa manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan untuk dipahami secara menyeluruh. Efek positif makanan pedas cenderung bersifat moderat dan tidak berdiri sendiri.

Batas Aman dan Cara Konsumsi yang Bijak

Ahli gizi asal Indonesia, Mochammad Rizal, menegaskan bahwa makanan pedas sebaiknya dipandang sebagai faktor pendukung, bukan solusi utama untuk menurunkan berat badan atau mencegah penyakit. Menurutnya, efek kapsaisin relatif kecil dan tidak bekerja secara instan.

“Namun balik lagi efeknya itu tidak instan dan tidak yang signifikan banget, tidak dramatis. Jadi kalau misalkan sebagai pengalaman atau dalam praktik saya sebagai ahli gizi, saya lebih melihat makanan pedas itu sebagai supporting factor, jadi bukan solusi utama bahwa saya ingin turun berat badan,” kata Rizal.

Rizal juga mengingatkan pentingnya memperhatikan waktu konsumsi. Makan pedas saat lambung kosong, seperti setelah bangun tidur atau langsung saat berbuka puasa, sebaiknya dihindari. Konsumsi pedas terlalu dekat dengan waktu tidur atau sebelum acara penting juga dapat memicu gangguan lambung.

Respons tubuh terhadap pedas bersifat individual. Jika muncul gejala seperti diare, heartburn, atau sakit perut, itu menandakan tubuh tidak mentoleransi pedas dengan baik. Dalam kondisi tersebut, manfaat teoretis tidak sebanding dengan risiko yang muncul.

Rizal juga menekankan bahwa manfaat kesehatan lebih mungkin diperoleh dari pedas alami berbahan segar dibandingkan makanan ultra processed food. Meracik sambal sendiri dengan cabai segar, tomat, bawang merah, dan bawang putih justru memberikan kombinasi nutrisi yang saling melengkapi.

Pada akhirnya, menikmati makanan pedas adalah soal keseimbangan. Mengenali batas toleransi tubuh, memilih sumber pedas alami, dan tetap menerapkan pola makan bergizi seimbang menjadi kunci agar sensasi pedas benar-benar memberi manfaat, bukan mudarat.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Dampak Rokok Terhadap Tubuh dan Bagaimana Memengaruhi Kehidupmu

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal

Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal