JAKARTA - Pasar modal Indonesia memasuki tahun 2026 dengan ekspektasi yang cukup tinggi. Sejumlah indikator menunjukkan aktivitas korporasi berpotensi kembali bergairah, seiring membaiknya sentimen investor dan kesiapan sejumlah perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Salah satu sinyal yang menarik perhatian datang dari rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), yang disebut-sebut akan melibatkan perusahaan berskala konglomerasi.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh otoritas bursa. Meski detail mengenai identitas dan sektor usaha belum diungkap, kehadiran perusahaan besar dalam antrean IPO dinilai dapat menjadi dorongan signifikan bagi pendalaman pasar modal nasional.
Baca Juga
Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pasar saham Indonesia masih menjadi tujuan strategis bagi korporasi dalam menghimpun pendanaan jangka panjang.
Sinyal Kehadiran Konglomerasi di Bursa
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, mengonfirmasi bahwa setidaknya terdapat satu perusahaan konglomerasi yang telah masuk dalam radar BEI dan bersiap melangkah ke lantai bursa. Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi pasar mengenai potensi IPO berskala besar pada tahun ini.
“Setahu saya minimal ada satu (perusahaan konglomerat),” ujar Iman singkat di Gedung BEI, Senin (19/1/2026).
Walaupun belum merinci lebih jauh terkait latar belakang grup usaha maupun sektor bisnis yang digeluti, pernyataan ini mencerminkan optimisme otoritas bursa terhadap pipeline pencatatan saham di 2026. IPO perusahaan konglomerasi umumnya memiliki daya tarik kuat bagi investor karena skala usaha yang besar, portofolio bisnis yang terdiversifikasi, serta potensi likuiditas saham yang tinggi.
Kehadiran emiten besar juga dinilai dapat meningkatkan kualitas pasar, baik dari sisi kapitalisasi maupun kedalaman transaksi, sehingga mendorong minat investor institusi domestik dan global.
Gambaran Pipeline IPO Awal Tahun
Selain sinyal dari perusahaan konglomerasi, BEI juga memaparkan gambaran lebih luas terkait antrean IPO pada awal 2026. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Januari 2026 terdapat tujuh perusahaan yang tengah mempersiapkan penawaran umum perdana saham.
“Sampai dengan 15 Januari 2026, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” tulis Nyoman.
Dari jumlah tersebut, mayoritas calon emiten memiliki skala usaha yang tergolong besar. Sebanyak lima perusahaan tercatat mempunyai total aset di atas Rp250 miliar.
Sementara itu, dua perusahaan lainnya terdiri dari satu entitas dengan aset skala menengah di kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta satu perusahaan berskala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.
Komposisi ini menunjukkan bahwa minat untuk melantai di bursa tidak hanya datang dari perusahaan kecil dan menengah, tetapi juga dari entitas dengan fundamental yang relatif kuat. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal Indonesia.
Keragaman Sektor Dalam Antrean Emiten
Dari sisi sektor usaha, pipeline IPO BEI pada awal 2026 terbilang cukup beragam. Perusahaan-perusahaan yang tengah bersiap mencatatkan saham berasal dari berbagai sektor strategis, mulai dari basic materials, finansial, energi, industri, teknologi, hingga transportasi dan logistik.
Keragaman sektor ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan struktur pasar dan memberikan pilihan investasi yang lebih luas bagi investor. Emiten dari sektor energi dan basic materials, misalnya, kerap dikaitkan dengan pergerakan harga komoditas global. Sementara sektor teknologi dan logistik menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang seiring transformasi digital dan meningkatnya aktivitas ekonomi.
Dengan komposisi sektor yang beragam, pasar modal Indonesia diharapkan dapat menjadi cerminan yang lebih utuh dari aktivitas perekonomian nasional, sekaligus memperkuat daya tariknya di mata investor regional maupun global.
Aktivitas Korporasi Selain IPO
Tidak hanya dari sisi IPO, aktivitas pasar modal juga tercermin dari perkembangan instrumen lain. BEI mencatat bahwa hingga pertengahan Januari 2026 telah diterbitkan sembilan emisi dari tujuh penerbit Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), dengan total dana terhimpun mencapai Rp5,85 triliun.
Pada saat yang sama, masih terdapat sepuluh emisi dari lima penerbit EBUS yang berada dalam antrean penerbitan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar surat utang tetap menjadi alternatif pendanaan yang diminati korporasi, khususnya bagi perusahaan yang ingin menjaga struktur kepemilikan tanpa melakukan dilusi saham.
Di luar itu, aksi korporasi melalui rights issue juga masih berlangsung. Hingga periode yang sama, sebanyak tiga perusahaan telah merealisasikan rights issue dengan total nilai mencapai Rp2,90 triliun. Sementara satu perusahaan dari sektor properti dan real estate masih berada dalam pipeline untuk melaksanakan aksi serupa.
BEI berharap meningkatnya aktivitas IPO, penerbitan surat utang, serta aksi korporasi lainnya dapat menjadi katalis positif bagi pendalaman pasar modal Indonesia sepanjang 2026.
Dengan dukungan stabilitas ekonomi dan kepercayaan pelaku usaha, pasar modal diharapkan mampu memainkan peran yang semakin besar dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Membuat Teh Susu Nikmat dan Tetap Menyehatkan Tubuh
- Selasa, 20 Januari 2026
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Berita Lainnya
Park Seo Joon Ceritakan Pengalaman Hidup dan Pandangannya Soal Pernikahan
- Selasa, 20 Januari 2026
Khasiat Daun Kelor untuk Tubuh Sehat Optimal dan Kehidupan Lebih Berkualitas
- Selasa, 20 Januari 2026
Menhan Sjamsoeddin Soroti Pentingnya Peran BSSN Dalam Pertahanan Digital Nasional
- Selasa, 20 Januari 2026
Gibran Dorong Inovasi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Tasikmalaya Lebih Maksimal
- Selasa, 20 Januari 2026
Terpopuler
1.
Biaya Balik Nama Motor Bekas 2026 Termasuk Pajak Lengkap
- 20 Januari 2026
2.
DBS Hadirkan Kalkulator Pensiun Dorong Perencanaan Keuangan Dini
- 20 Januari 2026
3.
Bursa CFX Prediksi Industri Kripto Tetap Tumbuh Positif 2026
- 20 Januari 2026
4.
OJK Terbitkan Aturan Gugatan Demi Perlindungan Konsumen Keuangan
- 20 Januari 2026
5.
BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Namun Belum Nol
- 20 Januari 2026








